Bilang Dulu

Ustad Ahmad masih menjelaskan kenikmatan dan kesenangan hidup di surga. “Anak-anak,” kata Ustad Ahmad, “kenikmatan dan kesenangan hidup di surga itu luar biasa enaknya. Semuanya dikaruniakan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa taat dan bertakwa kepada-Nya.”

Anak-anak pengajian terdiam seraya membayangkan kondisi menyenangkan di surga seperti yang dijelaskan Ustad Ahmad.

“Nah, anak-anak, siapa yang ingin masuk surga?” tanya Ustad Ahmad.

“Aku, Tad! Aku, Tad!” anak-anak pengajian mengacungkan jari telunjuknya.

Ustad Ahmad tersenyum. Namun, dia mendadak agak terkejut melihat Yusman tidak ikut-ikutan mengacungkan jari telunjuknya.

“Yusman,” panggil Ustad Ahmad.

“Ya, Tad.”

“Kenapa kamu diam saja, Man? Apakah kamu tidak ingin ke surga?”

“Sebenarnya, aku ingin juga ke surga, Tad,” kata Yusman. “Tapi, aku harus bilang dulu sama ibu. Ibu berpesan kepadaku, kalau aku mau pergi harus bilang dulu sama ibu, Tad.”[]

100 Kisah Jenaka karya Gamal Kamandoko
Penerbit Dar! Mizan, 2009; halaman 20-21

Advertisements

20 thoughts on “Bilang Dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s