Earth Hour: Bumi Pun Beristirahat

Apabila sudah cukup lama tidak berkeringat, pernafasan pun akan menjadi sedikit lebih berat. Itulah yang dialami sosok itu sore hari, Sabtu kemarin (26/3). Menggowes dari Binong ke Cikapayang Dago sedikit membuat nafasnya ngos-ngosan. Akan tetapi perjalanan dilanjutkan dengan penuh semangat karena kawan-kawan pesepeda lainnya telah menanti sehubungan dengan acara Earth Hour (EH) di Gedung Sate.

Earth Hour? Ya, menurut Info Bandung, EH adalah kampanye berupa inisiatif global untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan di seluruh dunia untuk turut serta mematikan lampu dan peralatan elektronik yang sedang tidak dipakai selama 1 (satu) jam, pada setiap hari Sabtu di minggu ke-3 bulan Maret setiap tahunnya. Dan tahun ini, EH dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2011 pukul 20.30-21.30 (waktu setempat).

Gerakan EH yang dimulai di Australia pada 2007 digaungkan dengan tujuan mengurangi gas rumah kaca di kota Sydney sebanyak 5%. Gerakan ini kemudian menjadi gerakan yang diadopsi oleh masyarakat, komunitas, bisnis, serta pemerintah lain di seluruh dunia sehingga seluruh warga dunia dapat menunjukkan bahwa sebuah aksi individu yang sederhana sekalipun bila dilakukan secara massal akan membuat kehidupan kita di Bumi menjadi lebih baik.

Di Bandung, sosok itu beruntung bisa mengikutinya bersama kawan-kawan pesepeda dari berbagai komunitas tahun ini yang dipusatkan di Gedung Sate. Apalagi, acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan istri, sekaligus didukung oleh radio Rase FM, Teh Walini, dan Indosat. Tahun lalu, sosok itu belum berkesempatan meramaikannya padahal ada 1,5 miliar orang yang berpartisipasi dari seluruh dunia. Komunitas pesepeda yang mengikutinya antara lain adalah Paguyuban Sapeda Baheula (PSB), Bandung Cycle Chic, Sadulur Sasusu (SS), Bike to Work Bandung (B2W Bandung), dan Nu Gareulis Ngagowes (NGN) yang logonya diciptakan sendiri oleh sosok itu. Sementara komunitas lainnya adalah BULB, Garniati, Hong, Saung Angklung Udjo, dan Pasundan Percussion.

Sosok itu kira-kira ada di mana, ya?

Gerakan EH yang puncaknya terjadi pada pukul 20.30-21.30 Sabtu kemarin sebenarnya adalah bagian dari rangkaian kampanye yang telah digelar sebelumnya, yaitu pawai di kawasan Car Free Day (CFD) Dago pada minggu sebelumnya (20/3). Meski berkesan sepele, yaitu hanya mematikan listrik selama 1 (satu) jam, gerakan EH ternyata berdampak cukup besar. Menurut Setiawan Wangsaatmaja (kepala BPLHD Jawa Barat), program EH ini akan menghemat listrik di Jawa Barat sebesar 661,54 Megawatt (MW). Tahun lalu, melalui gerakan EH, PLN telah terbukti menghemat 811 MW di masing-masing 6 kota besar di Jawa-Bali.

Sebenarnya, ada banyak cara menghemat listrik meski gerakan EH ini hanya sebagai stimulasi bahwa setelah 1 jam maka budaya ini bisa menjadi kebiasaan yang positif. Yang paling sederhana bagi kita yang biasa berhubungan dengan komputer dan internet adalah komputer PC akan lebih hemat apabila di-hibernate bukan di-shutdown. Namun selama seminggu sekali baiknya di-shutdown juga. Bagaimana dengan kegiatan kamu malam minggu kemarin?[]

Advertisements

25 thoughts on “Earth Hour: Bumi Pun Beristirahat

  1. Bang.
    Saya kemarin kelupaan, padahal sudah niat mo matikan lampu. Karena baru pulang tiba di rumah itu jam 8 malam lewat, dan beres2 akhirnya malah lupa…
    Tapi yang terpenting adalah kita harus membiasakan keluarga berhemat listrik dalam hal apapun ya bang.

  2. We’re all in this together and it’s time we start taking responsible action. Earth Hour is awesome. Support it. Totally.

  3. Tenang, saya memang lebih suka nge-sleep (sama seperti hibernate di window$) ketimbang nge-“shut down”, karena selain lebih cepet mulai kembali, ternyata bikin batere laptop lebih awet. 😀

  4. Saya? Gelap-gelapan dikamar bertigaan sama si kecil diterangi lampu minyak. Romantiiiiisss…deh, Bang. 😀

    Btw, di hibernate tuh diapain yah, Bang? Saya selalu shut down laptop atawa pc. Pencerahan dong, Bang. Oon banget nih aye…

  5. hmmm,, aku gak ikutan seh program ini,
    tapi di rumah aku udah sering mati lampu kok, bisa sampe 3-4 jam setiap harinya, jadi gak perlu matiin yang ‘cuma-stahun-sekali’ kan yak 😛

  6. mmmm….kenapa acaranya mesti di Bulan Maret ya?
    Oiya, sedikit menambahkan, isilah baterai handphone sesuai kebutuhan. jika baterai sudah penuh, jangan lupa lepaskan fittingnya juga dari stop kontak.

  7. >> aryna : Wah, kita cari sama-sama yuk mengapa EH dilaksanakan di bulan Maret ^_^ iyaaa, itu info yang bagus banget dan sering dilupakan termasuk oleh sosok itu hehehehe ….

  8. Kalo ekye mah Bang secara pengiritan di rumah kalo malem cuma pasan lampu yang di belakang, di tengah, dan depan ajah. Selebihnhya matiin. hehehe, soalnya pernah mo pingsan boo waktu awal2 baru pindah ke Miiri ajegile bayar listrik ampe 350 RM (kurang lebih sejuta), padahal pemakaian listrik kami normal2 ajah. Alhamdulillah setelah ditelaah kiri kanan, dikurangi penggunaan lampu2 yang ber-watt tinggi lalu menukarnya dengan Phillips yang lebih hemat enregi (watt lebih rendah tapi terangnya lebih dar lampu sebelumnya), sekarang tagihan listrik berkisar anatar 80-100 Rm ajah 🙂

  9. Saya juga matiin lampu total. Hehehe bener-bener gelap.
    Semoga dengan gerakan EH ini bisa mengajak masyarakat untuk memiliki gaya hidup hemat energi ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s