Humor-Humor Tertua

Sosok itu tersenyum. Apalagi ketika melihat tampilan blog lamanya di My Flexiland dan juga beberapa tulisannya yang sudah lama tidak dibacanya. Selain tulisan juara, yaitu Kabayan Melancong ke Bogota, yang membuat dirinya dikenal di kalangan blogger Kota Bandung, ada pula tulisan unik tentang dunia humor. Oya, tulisan tentang Bogota juga bisa kawan-kawan baca di sini, di sini, dan di sini.

Humor menurut KBBI online sebagai kata benda adalah sesuatu yang lucu; keadaan (dalam cerita dan sebagainya) yang menggelikan hati; kejenakaan; dan kelucuan. Nah, pada blog lama itu, humor yang ditulis adalah kumpulan humor-humor tertua di dunia. Ada 10 (sepuluh) kalau diurutkan. Namun di bawah ini hanya ditampilkan yang paling dikenal saja dari sepuluh humor itu. Intinya, ternyata humor-humor yang ada sekarang mirip banget alias ‘meniru’ dari humor-humor pertama ini. Memang, sih, niatnya tidak meniru, tetapi kadang otak kita sering menerima banyak informasi termasuk waktu masih bayi, sehingga tanpa sadar ada informasi tentang humor.

#10
Knock, Knock
(+) Who’s there?
(-) Lettuce (dibaca ‘let us’)
(+) Lettuce who?
(-) Let us in and you’ll find out.

Humor ini berusia kurang lebih 40 tahun. Diperkenalkan oleh Joey Kracken, seorang anak dari Nebraska pada 1960 yang kemudian terkenal sebagai “crackin’ jokes”. Nah, kalau mau tahu versi Indonesianya (ini hasil ciptaan sosok itu sendiri :)) ya seperti ini:

Tok, Tok, Tok …
(+) Siapa itu?
(-) Bu Kapin
(+) Bu Kapin siapa ya?
(-) Buka pintu dulu dong, nanti pasti tahu juga.

#7
(+) Kenapa kawanan burung selalu terbang ke selatan saat musim dingin?
(-) Karena terlalu jauh untuk berjalan.

Humor ini berusia kurang lebih 60 tahun. Kemungkinan diperkenalkan oleh Herman Audubon, seorang anak berusia 7 tahun yang terkenal sebagai ilustrator bergaya naturalis.

#5
(+) What is the end of everything?
(-) The letter G.

Humor ini berusia sekira 100 tahun. Pertama kali diperkenalkan di Kentucky bersamaan waktunya dengan Einstein yang menemukan formula relativitas. Hubungannya, Einstein merasa terganggu dengan humor ini dan berusaha menjatuhkannya. Dan dia pun berhasil dengan menggunakan kata “everything” dalam bahasa Jerman yang berakhir dengan huruf K (Ada-ada aja, Kang Einstein ya?) Nah, mungkin kamu pernah mendengar humor yang sejenis di Indonesia, yaitu:

(+) Ada apa di tengah-tengah pasar?
(-) Huruf S.

#2
(+) Kenapa babi ingin banget menjadi seorang aktor?
(-) Karena dia selalu menganggap dirinya hamster besar.

Humor ini berusia sekira 2.500 tahun. Diperkenalkan oleh bangsa Yunani yang terlalu sibuk dengan pembentukan demokrasi pertama di dunia dan membangun pondasi kebudayaan Barat. Cleptomanicus, seorang aktor Yunani yang kemudian memperkenalkannya setelah kejatuhan Yunani. Gara-gara humornya, dia dikucilkan dan dibuang dari Athena pada 499 SM karena masyarakat Yunani tidak terima humornya yang katanya tidak lucu! Boleh dibilang, ini adalah humor politik pertama di dunia!

#1
(+) Ada dua ulat sutera yang sedang bertanding lari. Nah, tahukah kamu hasil terakhir dalam pertandingan kecepatan tersebut?
(-) “A tie” alias dasi (berbahan sutera)

Sebagai catatan, humor ini pas digunakan dalam bahasa Inggris. “Tie” bisa berarti seri atau tidak ada yang menang dan kalah tetapi bisa juga berarti dasi (kan, hasil akhirnya: Dasi sutera). Yang jadi pertanyaan, karena versi pertamanya adalah dari Cina, adakah kata dalam Bahasa Cina yang berarti seri dan dasi?!

Humor ini berusia 5.000 tahun. Ya, inilah humor pertama di dunia. Diperkenalkan di Cina setelah Dinasti Bling-Bling yang masyarakatnya sangat dikenal memiliki humor-humor idiot. Just, happy laugh and smile ^_^[]

Advertisements

26 thoughts on “Humor-Humor Tertua

  1. >> monda : Iya, bahkan ada tesis khusus humor loh hehehehe ….
    >> wiyono : Semangat sore. Mungkin lain waktu saya bisa backlink karena saat ini tidak memungkinkan. Mohon maklum … ^_^

  2. keren, ternyata humornya terarsip dengan baik..
    so klo kita buat humor jangan lupa dipatenkan yak,,
    minimal ditulis di blog biar semua orang tahu klo kita yang buat 😛

  3. >> segokrawu : Iya, inilah pentingnya mengetahu sejarah…
    >> niee : Nah, itu baru ide yang cerdas tuh hihihihihi …
    >> Ridha : Iya, insya Allah memang seperti itu sejarahnya. Wah, ini suaminya Teh Rasyidah ya? Salam hangat juga ^_^
    >> Masbro : Dan memang ada!

  4. bang aswi emang rajin banget, ampe bisa ngumpulin sejarah humor gini, salute ah.. 🙂
    tapi, humor2 itu emang gak pernah mati ya bang, top.. 🙂

  5. Whehee…. lucu lucu…
    btw, saya punya pertanyaan nih:

    apakah sense humor itu berbeda dari masa ke masa…? misalnya, akankah kita temui bahwa humor beberapa dekade yg lalu ternyata sama sekali tidak lucu beberapa dekade yg akan datang..?

  6. >> sedjatee : Bukan ingatan, tapi searching dengan kata kunci yang khas ^_^ selamat tersenyum ….
    >> yori : Ada yang seperti itu, biasanya disebut dengan humor budaya. Sama halnya dengan humor ulat sutra itu, tidak akan kena bagi masyarakat Indonesia. Nah, begitupula dengan humor masa tertentu akan berbeda dengan masa saat ini misalnya. Ada banyak kok …
    >> goda-gado : Ini berdasarkan penelitian dan ada museumnya sehingga tercatat dengan baik ^_^

  7. a: mengapa saya tertawa?
    b: lah jawab aja ndiri…

    a: tahukah kamu mengapa bunga begitu rindu pada elang?
    b: krn elang bisa terbang…(yaeyalah)

    a: tahukah kamu kenapa elang begitu ingin mendarat di dekat bunga2,,,
    b: krn bunga begitu indah dipandang dari dekat…(kalo liat dr jauh cm titik2 doang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s