Bike Lane di Kota Bandung

Bandung, MAARIF Institute. Pencemaran udara di Kota Bandung sudah memasuki tahap yang sangat mencemaskan. Penyebab utamanya adalah aktivitas sektor transportasi, yakni sebagai akibat dari jumlah kendaraan bermotor yang terus bertambah dan semakin tidak berimbang dengan ruas jalan yang ada. Sejumlah zat pencemar udara terdeteksi di Kota Bandung, antara lain karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), nitrogen dioksida (NO2), dan partikel debu (TSP).

Meski secara umum berada di bawah ambang batas, namun bila zat pencemar ini terakumulasi secara terus-menerus di dalam tubuh, maka hal itu berpotensi mengganggu kesehatan. Adapun polusi suara tercatat melebihi baku mutu di seluruh titik pengujian. Seperti apa program pemerintah Kota Bandung dalam menangani masalah lingkungan ini?

Pada Selasa (24/11/2010), Komunitas Diskusi MAARIF Bandung bekerjasama dengan Komunitas Bike To Work (B2W) Bandung menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Menuju Langit Biru Kota Bandung.” Diskusi yang dimulai pada pkl. 10.00 WIB tersebut disponsori oleh Kompas di Graha Kompas Gramedia Jl. Martadinata Bandung. Diskusi publik ini merupakan kesempatan yang ditunggu-tunggu terutama untuk menyampaikan aspirasi mengenai realisasi “bike lane” langsung kepada Walikota. Sebelumnya, Komunitas Diskusi MAARIF Bandung telah menginisiasi serangkaian diskui-diskusi kecil bersama para penggiat sepeda dari B2W untuk mematangkan rencana pengadaan “bike lane” di kota Bandung ini. Hadir pula jajaran Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung, yang diwakili oleh H. Rohmana.

Pada awalnya, diskusi tersebut direncanakan mendatangkan Walikota Bandung Bapak H. Dada Rosada sebagai pembicara dan komunitas-komunitas masyarakat yang peduli pada lingkungan di Kota Bandung. Namun pada kesempatan itu Walikota Bandung, H. Dada Rosada berhalangan hadir karena harus segera ke Jakarta dalam suatu urusan yang tidak disebutkan dengan jelas. “Bapak memohon maaf karena mendadak harus ke Jakarta tadi pagi,” ujar Dedy Mulya, Kepala Dinas Pertanian Kota Bandung yang menyampaikan sambutan Walikota secara tertulis.

Pada diskusi tersebut, hadir sebagai narasumber adalah Puji Lestari dari Fakultas Tehnik Sipil dan Lingkungan ITB, Dadang Sudarja (Penggiat Lingkungan Hidup), Chay Asdak (Ahli Hidrologi dari Universitas Padjajaran), T. Bahtiar (Pakar Geografi “Cekungan Bandung”), dan Deni Jasmara (Mantan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jawa Barat). Adapun peserta yang hadir pada diskusi tersebut adalah para penggiat B2W Bandung, Paguyuban Sapedah Baheula Bandung dan beberapa aktivis lainnya.

“Kami melihat pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kota Bandung masih setengah hati dalam menjalankan program bike lane. Sebab beberapa waktu lalu dan kini pembangunan bike lane masih tetap berada di atas trotoar,” ujar Satiya Adi Wasana yang akrab disapa Tiyo, Ketua B2W Bandung. Bang Aswi, seorang penggiat sepeda yang berprofesi sebagai penulis menambahkan, “Sepeda sebagai salah satu moda transportasi yang bebas emisi polutan perlu digalakkan.” Para penggiat sepeda di kota Bandung seperti Bang Aswi ini sangat berharap jalur khusus sepeda dapat segera direalisasikan.

Dedy Mulya yang mewakili Dada Rosada mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah upaya demi meminimalisir polusi udara di kota Bandung, salah satunya adalah melalui program penanaman seribu pohon. Namun hal itu masih dipandang kurang, karena sumber polusi udara yang paling besar di kota Bandung berasal dari kendaraan bermotor. Oleh karena itu penggunaan kendaraan bermotor harus sesegera mungkin dibatasi.

Puji Lestari dalam kesempatan diskusi tersebut mengimbau Pemerintah Kota Bandung agar membuat sarana transportasi massal yang layak untuk mengurangi penggunaan mobil pribadi dan sepeda motor. Hasil penelitiannya tahun 2001–2007 menunjukan bahwa penyumbang emisi polutan terbesar di kota Bandung adalah kendaraan bermotor, terutama mobil pribadi dan sepeda motor. “Kendaraan bermotor menyumbang 97 persen polutan. Pada tahun 2006 saja jumlah sepeda motor telah naik 50 persen,” ujarnya. Hasil penelitian Puji pada tahun 2007 di beberapa daerah, yakni Cicendo, Sumur Bandung, Andir, dan Astana Anyar, menunjukan, sektor transportasi menyumbang karbon monoksida (CO) 599 ton per tahun (98,26 persen), diikuti persampahan dengan 51,05 ton per tahun (0,84 persen), Industri 48,37 ton per tahun (0,79 persen), dan domestik 6,63 ton per tahun (0,11 persen).

Data tersebut merupakan data emisi tahunan yang berbeda dengan data milik BPLH Kota Bandung. Pelaksana tugas Kepala BPLH Kota Bandung H. Rohmana mengatakan, datanya menunjukan bahwa emisi polutan di Bandung masih masuk dalam takaran sedang. “Kami akui kondisi udara memang buruk, tapi masih berada dalam kondisi sedang. Dampaknya bagi tumbuhan jenis tertentu ada,” katanya. Hal ini menunjukan data yang dimiliki pemerintah sebagai acuan pembuatan program tidak sama dengan hasil penelitian yang dilakukan secara swadaya oleh para peneliti dari ITB.

Diskusi ini menyepakati perlunya upaya memperbaiki kondisi tersebut, yakni dibuatnya rencana kerja bersama antar dinas di Pemerintah kota Bandung. Karena penanganan terhadap masalah ini tidak bisa sektoral. Terkait kampanye bike lane, Tiyo menyatakan, “Mungkin kami akan membuat semacam petisi yang menuntut agar pemerintah segera mewujudkan bike lane yang nyaman.”

“Dari total panjang jalan yang ada di kota Bandung kami hanya minta beberapa persen saja untuk bike lane. Pemerintah jangan hanya memanjakan kendaraan pribadi saja karena kamipun bagian dari masyarakat luas,” lanjut Tiyo. Para penggiat sepeda berharap Pemerintah Kota Bandung bisa melakukan dengar pendapat dan curah gagasan bersama dengan para pesepeda, karena mereka sendiri yang nanti akan menggunakan fasilitas tersebut. Jangan sampai fasilitas tersebut nantinya hanya akan menjadi mubazir dan menghambur-hamburkan dana saja. Karena hal itu telah terbukti, salah satunya adalah pembangunan bike lane di Jalan Ganesha–Dago yang kurang tepat karena banyak tiang listrik dan pepohonan.

Diskusi mengenai bike lane semakin menarik saja dengan banyak fakta bahwa Pemerintah ternyata tidak serius dalam menangani program untuk masyarakat. Masih terkesan adanya lempar tanggung jawab dari sejumlah instansi bahkan menunjukan kinerja yang tidak profesional seperti kasus data dari BPLH yang tidak sinkron dalam pernyataan hasilnya. Salah satu agenda yang masih akan terus diupayakan adalah dialog langsung dengan Walikota Bandung beserta jajaran untuk mempertanyakan realisasi bike lane di beberapa kawasan yang sudah dijanjikan awal tahun yang lalu.

Komunitas-komunitas yang terlibat dalam diskusi ini tetap bekerja memperjuangkan bike lane karena secara analisa banyak keuntungan dari campaign sehat dengan bersepeda. Menurut mereka, pemerintah tidak usah pusing karena data-data hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli sudah ada tinggal “action” saja. Untuk menguatkan program kampanye pengadaan bike lane ini, fasilitator Diskusi Komunitas telah membuat grup di facebook dengan akun “bikelane untuk kota Bandung” sebagai media komunikasi dan informasi dalam menindaklanjuti rencana-rencana selanjutnya.[]

NB: Catatan tercecer sosok itu demi kampanye bersepeda

Advertisements

5 thoughts on “Bike Lane di Kota Bandung

  1. dukung deh pembangunan bike line yang baik di Bandung .. *meski saya ngga bisa naik sepeda, hehe*

    >> Alhamdulillah sudah ada, tapi tidak maksimal ^_^

  2. ASyiiik naik sepeda, sehat bebas polusi asal tidak menghirup polusi dari kendaraan yg lewat 🙂

    >> Insya Allah hal itu bisa dihindari, kok ^_^

  3. pengen ke bandung ahh
    tapi kalo naek sepeda apa aku masih inget caranya ya udah lama banget gak naek sepeda bang 😀

    >> Hayu atuh, Jul. Insya Allah ditemenin dan so pasti masih ingat lah ^_^

  4. bang…kalau di daerah dago ke atas….naik sepeda bikin gempor atuh….pasti ga kuatnya saya mah

    >> Itu awalnya saja, kalau sering juga lama-lama gak gempor lah ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s