Tips Bersepeda di Jalan Raya

Keselamatan adalah segalanya, apalagi di jalan raya. Bagi mereka yang sering bersepeda di jalan raya, apakah ber-bike to work (baca: bersepeda untuk beraktivitas) ataukah ber-bike to school, ada beberapa rambu atau aturan selama di jalan raya. Ingatlah bahwa peraturan lalu lintas tidak hanya untuk kendaraan bermotor tetapi juga untuk semua kendaraan dan pelaku jalan raya, termasuk pesepeda.

Selain kelengkapan pesepeda yang harus dipakai selama berkendaraan seperti helm, sarung tangan, sepatu, atau kacamata, sepeda pun jika dimungkinkan harus dilengkapi beberapa peralatan tambahan seperti kaca spion dan lampu reflektor (untuk malam hari). Bagi yang belum paham mengapa kita harus bersepeda di jalan raya dan sudah pasti menyehatkan dibanding memakai kendaraan bermotor, silakan baca-baca lagi di sini.

Sedangkan selama di jalan raya, yang harus diperhatikan adalah:

1. Selalu mengambil jalur di sebelah kiri dan searah dengan arus lalu lintas. Jangan pernah bersepeda melawan arus lalu lintas yang cenderung membahayakan.

2. Gunakan jalur sepeda yang telah disediakan (bike lane) jika sudah ada fasilitasnya. Apabila belum, perhatikan peraturan yang pertama.

3. Jangan pernah mengambil jalur pejalan kaki (pedestrian). Hormati pemakai jalan lain.

4. Biasakan untuk selalu berhenti untuk memperhatikan kondisi lalu lintas baik yang searah maupun dari arah sebaliknya ketika keluar dari suatu tempat. Beberapa pengendara kendaraan motor cenderung tidak pernah melihat pesepeda.

5. Perhatikan juga mobil atau motor yang akan berbelok atau baru keluar dari suatu tempat.

6. Jangan bersepeda terlalu dekat dengan mobil yang sedang parkir karena pintunya bisa terbuka sewaktu-waktu dan hal itu sangat membahayakan.

7. Berhentilah pada setiap rambu berhenti dan patuhilah lampu lalu lintas sebagaimana kendaraan bermotor. Perhatikan jalur persimpangan dan alangkah lebih baiknya jika Anda menuntun sepeda pada daerah-daerah seperti ini demi keamanan.

8. Jika berkendaraan dengan beberapa kawan, usahakan selalu berada pada satu baris lurus. Jangan bergerombol apalagi sambil bercanda.

9. Jangan mengubah jalur atau berbelok seenaknya tanpa melihat ke belakang atau menggunakan gerakan tangan yang benar. Hal itu untuk menunjukkan ke arah mana Anda akan bergerak.

belok kiri — belok kanan — berhenti

Catatan: Selalu gunakan tangan kiri sebagai tanda untuk berbelok. Untuk berbelok ke kiri, luruskan tangan kiri ke samping. Untuk berbelok ke kanan, tekuk tangan kiri ke atas sehingga membentuk sudut 90 derajat atau huruf L. Untuk berhenti tekuk tangan kiri ke bawah sehingga membentuk sudut 90 derajat atau huruf L terbalik.

10. Jika harus bersepeda pada malam hari, pasang reflektor pada sepeda dan gunakan lampu depan dan belakang. Sangat dianjurkan untuk menggunakan pakaian yang berwarna terang.

11. Ingat! Jangan menggunakan headphone atau earphone saat bersepeda. Telinga Anda harus mendengarkan suara lalu lintas yang ada.[]

Sumber informasi ini berasal dari sini.

Advertisements

12 thoughts on “Tips Bersepeda di Jalan Raya

  1. Koq kayanya penggunaan rambu-rambu tangan itu masih blom disosialisasikan ya Bang? Ato sayanya yang kuper jadinya baru tau kalo ada simbol seperti itu? :mrgreen:

    nice share!

  2. >> Ridha : Insya Allah tidak terlalu sulit kalau sudah dibiasakan. Mungkin yang berbelik ke kanan di Indonesia masih sulit diterapkan mengingat banyak yang belum mengetahuinya. Cara paling mudah adalah menggunakan tangan kanan.
    >> bundamahes : Kuper kayaknya, Bun … hehehehehe!
    >> Lidya : Ya pasti ada dong. Masa selebor aja!

  3. baru tau aku, ternyata belok kanan tetep pake tangan kiri yachh hihihi…biasanya mah pake tangan kanan juga……aku paling takut naik sepeda di jalan raya…..abis pemakai jalan pada brutal…..yg naik sepeda ngga dihargai sama sekali (terutama sopir angkutan umum)

  4. hehe baru tahu saya Bang, dalam bersepeda ada rambu-rambunya juga.. tapi apa para pengendara lain juga tahu aturan itu ya? misal mau belok kiri atau kanan, kalo di motor/mobil kan pake riting semua orang udah paham. nah untuk sepeda, saya aja baru tahu nih.. mudah2an makin banyak orang tahu jadi bisa aman juga untuk pengendara sepeda..

  5. >> nia : Untuk di Indonesia memang gerakan tangan kiri untuk belok kanan tidak umum makanya beberapa pesepeda termasuk saya masih menggunakan tangan kanan. Tapi kalau secara umum, tanda itulah yang dipakai. Ngeri emang menghadapi pengendara yang brutal!
    >> Ne : Memang ada. Ya, itulah yang menjadi dilema. Kemarin pun masih banyak pengendara yang gak mau ngalah meski sudah dikasih tanda sekali pun. Miris!

  6. bukannya apa apa sih, kalo disini (jogja) saya sering menggunakan rambu2 tangan kek gitu malah sering dimarahin sama pengendara motor -__-“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s