Episode Pelangi: Behind the Scene

Kuis yang melibatkan banyak orang jelas menantang dan mengasyikkan, apalagi bagi sosok itu. Makin banyak yang terlibat, suasana kompetisi akan bertambah panas dan menggairahkan. Kreativitas pun dijamin terpacu dan berusaha menampilkan yang terbaik. Kompetisi kelompok jauh lebih rumit lagi, lebih-lebih jika anggota kelompoknya tidak saling kenal dan berbeda kota. Inilah tantangannya.

Dan ketika Pakdhe membuka Pagelaran Kecubung 3 Warna, sosok itu pun menyambutnya dengan suka cita. Inilah saatnya mengenal blogger yang belum begitu akrab. Pemantauan pun dilakukan karena kalau menunggu pinangan atau lamaran sudah pasti tidak akan ada yang datang. Dijamin! Ini berdasarkan pengalaman. Pada akhirnya, lamaran pun diajukan pada Ais dan Putri. Alhamdulillah, pinangan diterima.

Pemantauan pun diarahkan pada para ABG alias Anak Blogger Gaul. Ini pun berdasarkan pengalaman mengajar di sejumlah SMP, SMU, maupun anak kuliahan bahwa mereka punya potensi yang meledak-ledak dalam pencarian ide. Intinya, bergaul dengan mereka membuat jiwa sosok itu merasa muda terus. Asyik sepertinya bisa mengenal lebih dekat dengan para ABG ini. Dari pemantauan pertama itu, terpilihlah Ais, si penggemar es krim.

Takbutuh lama untuk melamarnya karena kita sudah sering saling berkunjung dan akhirnya saling YM-an. Dari sana, kita sepakat bekerjasama dan mencari satu orang lagi. Calon kedua yang diincar sosok itu sebenarnya Indah, tapiii … dari obrolan via YM ternyata dia sudah menggandeng Putri sehingga sosok itu pun mundur. Dari obrolan-obrolan secara intens dengan Indah diketahui bahwa kesibukan membuat dia urung mengikuti pagelaran ini sehingga menawarkan Putri untuk melengkapi kelompok tanpa nama ini. Gayung pun bersambut karena Putri langsung menyetujui sosok itu. Ya, inilah putri yang ingin menikah cepat itu. Amin.

Setelah klop, sosok itu menawarkan conference via YM agar bisa saling menyambung antaranggota. Daaan … obrolan ngalor-ngidul meruah tanpa bisa ditahan. Ibarat masak mie instan yang pakai telur, busanya pun sudah tumpah dan hampir mematikan api kompor *halah!*. Akan tetapi sosok itu malah bertambah senang karena asyiknya melihat dua ABG ngobrol cekikikan dan cekakakan di conference. Sosok itu begitu menikmatinya hingga taksadar hanya jadi penonton mereka berdua. Dan kesimpulan pertemuan itu, hanya menghasilkan nama kelompok dan urutan menulis. Itu saja.

Sebagai penulis pertama, mau takmau Putri tentu harus mencari lagu apa yang paling bisa menginspirasi cerita kami. Latar belakang pemilihan lagu pun sudah dikemukakan oleh Putri di sini. Dan sosok itu hanya mengernyit. Lagu-lagu Glen Fredly sangat tidak dikenal oleh sosok itu. Aura musik yang sering mampir di telinganya sudah dicecoki oleh cabikan gitar/bas dan lengkingan suara-suara rock dan metal. Glen? Kayaknya nggak, deh. Akan tetapi, apalah arti sebuah nada jika sosok itu bisa menelaah liriknya. Itulah yang dilakukannya meski belum pernah mendengar lagu yang bersangkutan.

Awalnya, sosok itu mencoba ikut campur pada penulisan Putri dan Ais. Namun hal itu urung dilakukan mengingat kekhasan masing-masing orang harus ada pada setiap tulisan yang dibuat. Akhirnya, sosok itu hanya menyentuh pada tata cara penulisan yang baik, tetapi itu pun tidak seluruhnya. Semuanya dibiarkan mengalir dan apa adanya. Termasuk ide menulis pun terserah kepada mereka berdua. Putri pun selesai menulis Pelangi di Atas Panti. Cerita pun bergulir pada Ais yang berhasil membuat Tangisan Pelangi.

Sampai di sini sosok itu bengong. Pada bagian pertama, Putri mengambil tiga tokoh utama dengan sudut pandang Teh Sofi. Sedangkan pada bagian kedua, Ais mengambil sudut pandang Vita daaan … penambahan dua tokoh baru! Halaaah! Sosok itu menggeleng tanpa henti sampai beberapa daun berguguran merasa senasib digoyangkan sang dahan (lebay!). Satu hari terlewat sejak Ais memberikan draft-nya. Dua hari. Tiga hari. Sosok itu tetap saja takbisa mengambil benang merah dari dua kisah sebelumnya. Sebenarnya bisa tetapi akan menjadi sebuah novel yang takmungkin dipajang pada media bernama blog. Sedangkan sosok itu memahami bahwa blog adalah media yang sekali baca satu atau dua menit selesai, bukan yang bertele-tele. Namun pengambilan sudut pandang Teh Sofi oleh Putri dan Vita oleh Ais memberikannya ide baru. Di sinilah sosok itu mengambil sudut pandang Ali di bagian ketiga.

Ya, tiga orang dengan tiga sudut pandang adalah ide yang luar biasa. Masing-masing jelas mempunyai karakter yang khas. Apalagi dari jenis kelamin, masing-masing telah mengambil bagian: Sofi = Putri, Vita = Ais, Ali = Sosok itu. Ini benar-benar cerdas dan mengasyikkan. Akan tetapi sosok itu ingin sekali menjitak kepala Ais karena telah menciptakan dua sosok baru yang tidak penting. Nasi sudah menjadi bubur. Sosok itu pun berusaha menghargai usaha Ais dan mencoba menciptakan bubur yang enak disantap. Sampai akhirnya sosok itu berhasil menuntaskan kewajibannya dengan membuat Sang Wajah Pelangi. Alhamdulillah, Episode Pelangi rampung sudah. Berbeda dengan kelompok lainnya yang dimuat bersamaan dan pastinya dikerjakan secara bersama-sama pula, Kembang 3 Setaman benar-benar murni bercerita apa adanya dan sendiri-sendiri. Semua mengalir begitu saja seperti halnya membuat postingan blog.

Dan ketika Episode Pelangi menjadi juara ketiga dan hanya berbeda satu angka dengan juara kedua, sosok itu merasa inilah bentuk penghargaan Sang Maha atas usaha masing-masing anggota Kembang 3 Setaman. Hal ini memang sebuah nikmat yang harus disyukuri tetapi juga sebuah teguran bahwa kami harus bisa lebih baik lagi menulis. Hikmahnya, sosok itu pun merasa jauh lebih dekat dengan Putri dan Ais dibanding sebelumnya. Ide-ide brilian para ABG ini terbukti telah menggelorakan semangatnya dalam berkreativitas. Tahniah untuk semua![]

NB: Bagi yang ingin membaca kembali Episode Pelangi dipersilakan mampir ke Episode 1 : Pelangi di Atas Panti, Episode 2 : Tangisan Pelangi, dan Episode 3 : Sang Wajah Pelangi.

Advertisements

13 thoughts on “Episode Pelangi: Behind the Scene

  1. * terbayang ekpresi sosok itu saat membaca draft cerita dari aku*

    uahahahahahahahhaaa…
    piss Bang, kan itu malahan membuat sosok itu semakin hebat berkreasi
    🙂
    Alhamdulillah bisa banyak belajar juga dari Sosok itu..

  2. >> melly : Hayu dibaca atuh ^_^
    >> mama-nya Kinan : Terima kasih, Mama Kinan.
    >> Mabruri Sirampog : Insya Allah hehehehe…
    >> ais ariani : Dan sosok itu pun belajar juga dari Ais. Makasih ya, Ais….

  3. “Awalnya, sosok itu mencoba ikut campur pada penulisan Putri dan Ais. Namun hal itu urung dilakukan mengingat kekhasan masing-masing orang harus ada pada setiap tulisan yang dibuat”

    saya sepakat dengan kalimat di atas bang, setiap orang memang bebas untuk berkreatifitas dengan gaya masing2, sekali lagi selamat untuk bang aswi…

  4. >> imam shyhox : Ya, itu adalah keharusan. Kalau dipaksain, nanti sosok itu disangkanya egois. Hatur nuhun ya….
    >> yuni cute : Silakan diteliti, lalu dipelajari dan ditelaah dengan baik dan benar ^_^
    >> Orin : Terima kasih, Oriiin.

  5. kepada kembang 3 setaman…selamat udah memperoleh penghargaan…hebat euy…kepada semuanya yang terlibat…jangan pernah berhenti berkarya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s