Adek Anin dan Kisahnya

Bercerita dengan menggunakan media foto itu mengasyikkan. Inilah kolase foto yang sepertinya mulai ramai lagi. Sewaktu masih belajar fotografi, sosok itu pun pernah beberapa kali mencoba teknik bercerita via foto. Dan rasa rindu untuk memegang kamera setiap hari terus menderanya, apalagi saat melihat orang lain yang memegang kamera. Namun semua itu masih berupa mimpi yang dikejarnya sejak kamera kesayangannya dijual demi kebutuhan mendesak.

Beberapa hari yang lalu saya pernah membuat tulisan tentang seorang kawan bernama Ulu yang merayakan syukuran pernikahanya di Saung Aki samping balong. Jamuan di sana pun menyuguhkan kegiatan memancing bersama Adek Anin yang tentu menambah pengalamannya. Di sana pula sosok itu bertemu dengan kawan maya lainnya yang baru bisa bertemu muka dan hobi memicingkan matanya di belakang kamera. Namanya Ayu dan entah mengapa sering dipanggil dengan Kuke.

Berbeda dengan kakaknya yang pendiam dan cenderung pemalu, Adek Anin sangat bertolak belakang. Dia begitu aktif, berlari ke sana-sini, melompat, membuat beberapa orang jantungan karena tidak terbiasa, dan sering mengira kalau dia laki-laki. Hei! Adek Anin itu perempuan dan cita-citanya memang ingin menjadi tentara. Kawan sepermainannya pun mayoritas laki-laki dan sering membuka baju demi memamerkan kaos dalamnya agar dianggap sebagai ketua geng. Gaya berjalan dan duduknya pun mencerminkan sifat maskulin. Ya, dialah Adek Anin. Putri kedua sosok itu.

Oleh karena sifatnya yang cuek dan takterkendali itu, Adek Anin pun mudah bergaul dengan siapa saja. Termasuk dengan kawan-kawan Ulu. Salah satunya adalah sang guru SD yang berpenampilang ramping dan masih bujangan. Tampaknya Adek Anin lebih dekat dengannya dibanding kawan-kawan yang ada. Dan kedekatan mereka pun tidak disia-siakan oleh Kuke untuk membuat kolase fotonya. Sosok itu pun kagum dengan kolase buatannya ini, begitu pula dengan sang belahan jiwa saat diceritakan dan diperlihatkan hasilnya. Kami semua tertawa.

Nah, apa pendapat kawan-kawan tentang kolase foto di bawah ini. Silakan bercerita dengan versi masing-masing ya….

Advertisements

8 thoughts on “Adek Anin dan Kisahnya

  1. >> ЄЯШЇЙ : Keren dooong!
    >> tunsa : Di Tjiparay, rumah kawan.
    >> IbuDini : Memang asyik banget tempatnya ^_^
    >> aina : Hihihihihihihihi….
    >> Lidya : Itu bukan ayahnya hehehe….
    >> Orin : Ada contohnya gak?
    >> Adi Nugroho : Kalau begitu jadi tukang foto aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s