(Bukan) Mempermasalahkan Niat

sekali lagi niat
yang takperlu diperdebatkan
namun marilah berbagi kiat
yang bukan mencari pembenaran

Mengapa niat harus dipermasalahkan? Dan niat pun bukanlah masalah. Akan tetapi berbicara tentang niat bisa jadi menarik. Oleh karena itu, marilah duduk-duduk sejenak bersama sosok itu di sini. Sambil lesehan juga boleh, apalagi banyak tersedia penganan yang siap disantap di sekeliling kita. Bayar masing-masing ya…. Oh iya, yang di sebelah kanan mohon agak maju sedikit. Kebetulan di situ agak lowong, kan, kasihan yang baru datang tidak kebagian tempat duduk. Terima kasih.

Alkisah ada dua orang yang akan menunaikan shalat di masjid. Takada yang istimewa dari keduanya karena masing-masing menjalankan ritual seperti apa adanya. Sudah sesuai dengan rukun-rukunnya, bahkan keduanya terlihat lebih khusyuk dibanding yang lain. Akan tetapi ketika mayoritas jamaah meninggalkan masjid, salah seorang diantaranya pun turut serta. Dari obrolannya dengan jamaah lain, tampak terlihat kalau orang tersebut begitu jago tentang ilmu agama dan dia menceritakan kedahsyatannya dalam beribadah. Sementara satu orang lainnya masih tinggal di masjid, menjalankan wirid dengan penuh khusyuk tanpa peduli ada jamaah yang lain atau tidak.

Di lain tempat, dua pesepeda pun melaju pada jalan berbeda. Mereka sedang menuju tempat yang sama, yaitu acara funbike. Pesepeda yang pertama begitu menyukai kegiatan funbike. Dia bersepeda ketika ada kegiatan funbike. Takjarang, dua atau bahkan lebih tiket dibelinya demi mendambakan doorprize yang menarik perhatian. Dan acara yang paling ditunggu adalah penarikan doorprize, bukan bersepedanya sehingga pernah pada berbeda kesempatan dia mengendarai kendaraan bermotor dengan kaos funbike. Sedangkan pesepeda yang satunya adalah lebih senang dengan kegiatan bersepeda. Itulah yang terpenting sehingga dia pun jarang menyelesaikan acara sampai selesai. Acara doorprize dilewatkan dan lebih senang berkumpul bersama kawan-kawan pesepedanya.

Dari dua kasus di atas, adakah pihak yang salah? Tidak ada. Tidak ada yang patut disalahkan karena itulah hak mereka. Begitupun tidak perlu ada pihak yang benar. Masing-masing telah menempuh jalan yang menurutnya terbaik. Shalat berjamaah itu baik (bahkan wajib bagi laki-laki), apapun niatnya. Begitupula dengan kegiatan bersepeda itu juga baik (bagi kesehatan maupun lingkungan), apapun niatnya. Hanya saja, perbedaan niat jelas akan menghasilkan sesuatu yang berbeda. Hulu yang berbeda akan menghasilkan hilir yang berbeda pula. Inilah poin pentingnya.

Jadi, bagaimana dengan niat Anda? Silakan mengacungkan tangan bagi yang ingin berbagi sambil tangan lain mohon untuk menutup ketiak yang terbuka, terima kasih.[]

Advertisements

12 thoughts on “(Bukan) Mempermasalahkan Niat

  1. setuju bang, urusan niat urusan masing2, ga penting untuk diperdebatkan.

    oya bang, saya buru2, tapi udah nyomot ubi goreng tadi satu, cuma satu kok bang, tolong bayarin ya bang … besok gantian saya yang traktir abang, tp di sini juga hehehe ….

  2. saya juga kadang-kadang gitu deh bang, kayak si penyepeda yang ikutan something karena doorprize… hehe…
    tapi kadang juga saya nganggepnya itu just penyemangat aja….

  3. jadi ingat di supermarket sering ada hadiah2 dengan membeli produk tertentu. Suami saya ga mau membeli produk krn hadiahnya walau dipaksa dengan harga murah.
    begitupula dengan funbike kalau niatnya ikut ya ikut aja

  4. >> Orin : Wah, padahalh gak disuguhan kopi?
    >> aina : Itu mah hak masing-masing, semoga penyemangatnya berhasil ^_^
    >> Lidya : Iya, ikut aja. Gak dilarang kok hehehehe ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s