Persahabatan Sepeda

beginilah indahnya
persahabatan yang apa adanya
ditemukan pada dunia sepeda
keindahan … ya beginilah

Sepulang kerja, sosok itu langsung menggowes SPIDI-nya dengan kecepatan penuh membelah Bandung yang hampir mengelam. Malam sebutir kelam memang. Alhamdulillah kemarin cuaca begitu cerah dari pagi. Semburat merah dan orange masih terlihat di beberapa sudut langit Bandung. Dan kegelapan pada akhirnya menemani sosok itu saat memasuki hutan kecil menjelang Gedung Sate.

Perjalanan yang menanjak begitu melelahkan tetapi janji bertemu dengan beberapa kawan-kawan pesepeda semakin menggelorakan, apalagi ada unsur kejutan pada pertemuan kali ini. Dingin yang menusuk takdihiraukan. Begitu pula dengan kepadatan lalu lintas karena lebih banyak warga Bandung yang memilih berada di jalan raya selepas maghrib. Kejelian mata dan rambu-rambu tangan pun digerakkan saat sosok itu melintas jembatan layang Pasupati yang terkenal dengan tali-tali bajanya.

Pukul 18.30 sosok itu telah sampai di Baso Semar tetapi tidak untuk nongkrong dan mencicipinya. Dia terpaksa di sana karena lokasi kejadian yang belum diketahuinya. Kendaraan bermotor yang melaju dengan cepat menjadi penghibur dirinya saat beberapa muda-mudi keluar masuk tempat kuliner tersebut. Bermodalkan balas pantun via sms pun didapatkan lokasi baru, yaitu sebuah gang di depan toko oleh-oleh Hanaya. Ya, inilah Jl. Cihampelas yang jauh lebih dikenal oleh orang-orang dari Jakarta. Di sana, telah menunggu Bah Rully dengan sepeda khas miliknya.

Dan perjalanan pun bermuara di rumah sang pemangku hajatan. Siapa lagi kalau bukan si Papap a.k.a. Kang Cucu Hambali a.k.a. Kang Cuham. Hari ini beliau milad yang ke-40. Usia ABG, menurutnya. Kawan-kawan pesepeda pun berkumpul di rumah sederhananya sebagai rasa persahabatan yang lebih. Masing-masing pun membawa penganan agar tidak merepotkan tuan rumah. Di sanalah hadir Pak Dadang, Adei, Bah Rully, Helmi, Wening, Oki, Robi, Jeri, Gita, Yudi, Elis, Dian, dan sosok itu. Satu kue tar pun diantar lengkap dengan lilin berangka 40 yang telah menyala. Ramai … dan bertambah ramai di hati si Papap. Beliau sempat menangis di dapur.

Acara puncak pun digelar. Sepeda yang tadi dinaiki si Papap dari Sukajadi ke rumah dan diaku sebagai sepeda milik Paman si Adei pun berpindah tangan. Ya, sepeda si Papap yang bernama si Giwing telah taklayak pakai. Banyak renovasi yang bisa memakan biaya taksedikit. Kalaupun jadi, bisa jadi akan rusak kembali. Oleh karena itulah kawan-kawan pesepeda yang dekat dengan si Papap berinisiatif menyumbangkan rezekinya untuk mengganti si Giwing. Sepeda Wim Cycle Road Champ seharga Rp1,3juta pun jadi pilihan. Dan agar tidak disalahgunakan (semisal dijual) maka si Papap hanya berhak memakai dan merawatnya. Ini mirip rumah yang hanya bersertifikat SHGB.

Sosok itu bangga menjadi bagian dari komunitas pesepeda yang seperti ini. Hobi berkumpul karena gemar bersepeda tidak hanya berhenti hanya di sana saja, tetapi melebihi batas-batas yang takpernah dibayangkan oleh siapa pun. Dan hatilah yang berbicara, bukan topeng berwajah tersenyum. Menjelang tengah malam, sosok itu menggowes lagi di atas jembatan Pasupati. Tinggal satu dua kendaraan bermotor yang lewat. Lampu-lampu rumah pun bertebaran menyemarakkan Bandung. Dingin semakin menusuk, namun sosok itu puas. Tidak, hati sosok itu merasa lapang. Semoga persahabatan via hobi bersepeda ini tidak lekang oleh zaman. Selamat MILAD, Pap, semoga semangat gowes akan terus hidup hingga menyebar ke seluruh lapisan masyarakat agar mencintai aktivitas bersepeda. Manfaatnya tidak hanya bagi kesehatan tetapi juga bagi lingkungan hidup.[]

Advertisements

12 thoughts on “Persahabatan Sepeda

  1. Itulah salah satu alasan mengapa manusia berkumpul dan berkomunitas, untuk saling mengisi dan berbagi. Share apa aja sebagai makhluk sosial, makhluk yang berjamaah

  2. >> yoriyuliandra : Makhluk sosial adalah saling berinteraksi dan berbagi. Tambahan yang bagus …
    >> harestyafamily : Insya Allah indah dan bermanfaat.

  3. Persahabatan yg indah Bang, tak lekang oleh waktu, semoga indahnya berbagi ini tak hilang di telan jaman terus terpupuk dari satu generasi ke generasi lainnya. Amin

  4. Memang enak kalau punya komunitas.
    apalagi komunitas sepeda.. bisa sehat jasmani dan rohani ya bang πŸ™‚

  5. >> Jeri Adiyanto : Amin ya, Jer.
    >> melly : Insya Allah. Jadi pengen ke Bogor sepedaan ^_^
    >> Orin : Okeh kalau begitu. Ajak yang laen juga.

  6. semangat gowessss Bang, semoga selalu sehat dan salam buat persahabatan sepedanya.

    Kue nya hu huyyyy :D, boleh bantuin tiup lilin ga ya πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s