Saksi Pencurian (Bagian 2)

Cerita sebelumnya….

Saat ia hendak melangkah, tiba-tiba saja sebuah tepukan yang sangat keras dan teguran dari arah belakang telah membuatnya hampir terkencing-kencing. “Nah! Ini dia orangnya,” seru Asep tertawa. “Si Jambrong.” “Ngapain kamu sembunyi di sini?” tanya Budi yang juga ikut tertawa. “Mengintip kami, ya?” Keringat-keringat jagung segera bermunculan di sekujur dahi Ujang. Ia menggeleng dengan rasa cemas. Asep menggandeng Budi dan segera berbisik padanya. Matanya sesekali menatap tajam pada Ujang yang memang penakut.

Setelah menyampaikan semua, Asep mendekati Ujang dengan tersenyum. “Aku yakin kalau kamu tidak akan mengadukan kami. Benar, kan?” Ujang masih diam. Hanya tubuhnya saja yang masih gemetar. “Benar, kan?” tanya Asep lagi sambil menyerahkan sebuah mangga yang besar dan … menggiurkan. Ujang makin tak berkutik. Ia sangat tidak berdaya kalau sudah disodorin makanan. Apalagi mangga yang memang merupakan buah kesukaannya. Tapi tangannya masih berdiam di tempatnya. Tidak menyambut sodoran mangga itu. “Sudahlah, aku yakin kalau kamu memang tidak akan mengadukan kami,” ujar Asep segera menyerahkan mangga itu ke tangan Ujang. Dan Ujang pun tidak menolaknya. “Ingat, kita adalah teman. Dan seorang teman … tidak akan mengadukan temannya.” Asep dan Budi pun tersenyum penuh kemenangan, lalu pergi meninggalkan Ujang yang masih diam di tempatnya. Sementara tubuhnya sudah tidak lagi gemetar, dan sebuah mangga yang besar terpegang erat di tangannya.

Sehelai daun mangga yang sudah kering jatuh meliuk-liuk sebelum menyentuh ke tanah. Angin bersiuran, mengibaskan debu-debu ke udara. Suasana kebun mangga Pak Haji Amir telah sepi kembali. Tapi Ujang belum beranjak selangkah pun dari tempatnya berdiri. Sementara rambutnya mengibar sedikit. Ia benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ia benar-benar bimbang. Pada saat seperti ini, ia seperti berada pada sebuah persimpangan yang tidak ada tanda petunjuknya. Bingung harus memilih jalan yang mana. Di satu sisi, ia merasa mendapat keberuntungan karena buah mangga yang besar dan ranum sudah terpegang di tangannya. Tapi di sisi lain, hati kecilnya menolak pemberian itu. Ia tidak tahu apakah ia berhak menerima pemberian itu. Ia sama sekali tidak tahu.

Hingga akhirnya, ia pun melangkah pulang. Tak jadi ke rumah Bambang untuk bermain. Pikirannya benar-benar kalut. Langkah kakinya hanya menuruti kata hatinya.

Tidak seperti biasa, Ujang hadir lebih awal di langgar. Belum ada siapa-siapa di sana. Dengan malas, ia duduk di teras langgar. Pandangannya kosong, seolah-olah berada di suatu kawasan luas (yang serba putih) dan tanpa ujung. Sunyi. Pikirannya benar-benar hening, tanpa mendengar siuran angin yang terus menggoyangkan dahan pohon yang menggeretak atau daun-daun kering yang bergesek dengan tanah. Termasuk suara-suara satwa yang memang sering terdengar di Desa Giring. Bahkan, kedatangan Ustad Yusuf pun tidak diketahuinya sama sekali. Ustad Yusuf mengucapkan salam, tetapi Ujang masih bergeming dan tak meresponnya. Ustad Yusuf yang masih tergolong masih muda (dengan usia sekitar 30 tahunan) itu tersenyum.

Bersambung ke Bagian 3

Advertisements

12 thoughts on “Saksi Pencurian (Bagian 2)

  1. Hm..mgkn seperti itu proses dari sekedar saksi menjadi bag dr suatu aksi. *nggelar tikar duduk manis nunggu crita selanjutnya..* 😉

  2. >> Asop : Itukan pendapat dikau.
    >> Ade Truna : Beda kelas dan usia ini mah ^_^
    >> Mechta : Hehehehehe, selamat menikmati (maaf tidak ada suguhan lain).
    >> tunsa : Sebelah sana rada becek!
    >> Lidya : Yang penting sudah mampir hehehe…
    >> zoerry : Untung bawa cemilan sendiri ^_^
    >> Kakaakin : Selamat menunggu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s