Cuti Bersama atau Kerja?

Benarkah budaya kerja bangsa kita memang rendah?

Mungkin kalau berdasarkan data absen, bisa dibilang bangsa kita termasuk rajin kendati tidak menutup kemungkinan adanya beberapa orang yang sering telat dan pulang lebih cepat. Budaya kerja kita terlihat sangat jarang alpanya dan malah cenderung overtime karena jam kerja yang melewati jam kerja seharusnya. Akan tetapi benarkah bahwa bangsa kita benar-benar produktif pada masa jam kerja itu?

Sosok itu benar-benar penasaran, apalagi melihat kondisi dimana peraturan kerja di negara ini terlalu banyak liburnya (hampir semua perayaan keagamaan pasti diliburkan). Contohnya adalah cuti bersama hari ini. Sosok itu hanya bisa menggelengkan kepala tanda takmengerti dengan peraturan pemerintah Indonesia saat ini. Pada menit-menit terakhir–oh tidak, bahkan pada detik-detik terakhir–, tiba-tiba saja pemerintah memutuskan bahwa hari Senin (16/5) adalah cuti bersama. Akan tetapi, sikap sosok itu yang mempertanyakan keputusan pemerintah itu pun sudah pasti akan menuai pro dan kontra. Pasti lebih pintar orang-orang pemerintahan daripada sosok itu yang bukan siapa-siapa. Benar, kan?

Dan memang, berdasarkan data dari sini yang diambil dari penelitian Insititute for Management of Development, Swiss, World Competitiveness Book (2007), produktivitas kerja Indonesia berada pada peringkat ke-59 dari 60 negara yang disurvei (2005) dan peringkat itu telah turun jika dibandingkan pada 2001 (peringkat 46). Sosok itu pun menutup wajahnya jika melihat peringkat negara-negara Asia lainnya seperti Singapura (peringkat 1), Thailand (27), Malaysia (28), Korea (29), Cina (31), India (39), dan Filipina (49).

Luar biasa! Dengan luas negara yang cukup memakan waktu dan melelahkan jika digunakan untuk menjelajahinya–bahkan masih terlalu luas jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang ada seperti di Eropa atau Jepang–ternyata tidak membuat negara tercinta kita ini menjadi besar. Sosok itu merasa merah padam dengan tingkat kemaluan yang tinggi jika memang ternyata produktivitas masyarakat kita masih rendah. Sekali lagi: MALU!

Hal itu ternyata juga tidak disalahkan secara bulat-bulat pada rakyat kebanyakan. Kalau faktornya adalah kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS), sosok itu bisa manggut-manggut. Akan tetapi, ini juga tidak bisa dibenarkan karena ada beberapa kawan yang jadi PNS pun kinerjanya sangat luar biasa. Apalagi jika melihat kinerja rakyat jelata (sebut saja begitu) yang luar biasa berwiraswasta. Rakyat tidak bisa disalahkan karena berdasarkan penelitian, kinerja pada dimensi Economic Performance pada 2005 pun berada pada urutan paling akhir. Begitu pula dengan Business Efficiency yang berada pada peringkat kedua dari belakang dan Government Efficiency yang sangat diharapkan ternyata masih jauh sekali peranannya, yaitu menempati peringkat 55 dari 60 negara yang disurvei.

Sekali lagi, sosok itu merasa MALU!

Namun, daripada meminta yang sepertinya sulit dan bahkan mustahil (mengelus dada) … lebih baik sosok itu mencoba memperbaiki diri sendiri jika memang masih ada kekurangan saat jam kerja di kantornya. Mencoba bercermin apakah selama ini waktu kerjanya sudah benar atau belum. Itu saja. Kalau kawan-kawan sendiri bagaimana?[]

Advertisements

18 thoughts on “Cuti Bersama atau Kerja?

  1. Mbok Djum: Ndak usah jauh-jauh ngomongin persepsi miring tentang kinerja. Bagaimana dengan diri kita sendiri? Coba lihat penjual balon, peternak ikan, programer coding, pencari berita, pemulung kertas, pekerja keras lainnya, mereka bekerja dengan passion mereka sendiri mengalahkan ego kita untuk meliburkan diri pada harpitnas.

  2. *saya manggut-manggut aja* 😐
    Akan saya ingat nanti untuk saya dalam dunia kerja.

    **Bang, “sosok itu” dikasih link dong ke laman perkenalan Bang Aswi..**

  3. kinerja pegawai dinilai dari berapa banyak anggaran yg dihabiskan..begitulah kenyaataannya..dan kita masih berjalan di tahap itu. saya pernah diskusi dg seorang kawan, kenapa ya harus begitu, bukankah produktivitas itu seharusnya tdk dinilai dr anggaran yg dihabiskan..bukankah harusnya diambil..semakin sedikit anggaran namun tujuan yg dicapai maksimal…
    cape bang kalo ngadepiun lgsng…:)

  4. no komen bang ah 🙂 takut salah ngomong hihihi.
    tapi yang pasti sekolahnya Pascal ga libur kok full, ga pake setngah hari

  5. >> mandor tempe : Indahnya belajar dari orang2 kecil ^_^
    >> Asop : Insya Allah, Sop. Sedang dalam proses.
    >> Puteriamirillis : Loh, baru tahu saya. Nuhun ah atas infonya ^_^
    >> lidya : Asyiknya terus beraktivitas ya ….

  6. bang aswi…saya pernah beberapa kali ‘bersentuhan’ dengan terpaksa karena pekerjaan maupun kebutuhan dengan para PNS atau pegawai BUMN. Masih banyak dari mereka yang memegang teguh pameo ” kalau sulit kenapa tidak dipermudah atau sebaliknya kalau mudah kenapa tidak dipersulit” Kalau sikap ini yang masih mereka jadikan patokan …no wonder survey terhadap bangsa ini begitu jeblok peringkatnya….

  7. harpitnas oh harpitnas
    ada yang seneng ada yang ngomel
    saya bagian yang seneng
    seneng karena warnet jadi rame
    seneng wlo tetep harus kerja hehehe

  8. PNS bilang: kalo kami … cuti (dari kerja) bersama 🙂
    Selamat berlibur, semoga produktifitas meningkat sesudahnya …aamiin 😀

  9. >> abu4faqih : Selamat berlibur bagi yang libur. Saya … kerja dulu deh ^_^
    >> Fahrie Sadah : Insya Allah setiap hari adalah libur …

  10. akhirnya bisa bloging jga huaa..rasanya udh lama (T_T)
    harpitnas kemarin aku ga libur tuh bang, secara emang lagi dikarntina hehehehe… 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s