Kopdar Belum Mandi

Sosok itu seperti biasa menyiapkan keperluan bersepedanya di hari Minggu itu (15/5). Spidi yang tersandar, sarung tangan, kacamata, helm, dan sandal gunung. Semuanya berlangsung seperti biasa. Sebuah aktivitas menghangatkan diri dari pelukan dingin Bandung di pagi hari–tumben–dan mencoba menghidupkan tradisi perputaran roda yang terus maju menantang lalu-lintas jalanan kota yang makin menyempit dan menyesakkan. Takada yang istimewa.

Kabut masih menyelimuti dan saat melewati jembatan layang Kiaracondong, kereta pagi bergerak di bawah. Jalan masih sepi dari kendaraan bermotor, namun aktivitas olahraga begitu meningkat: berlari, berjalan, bermain bola, bersepatu roda, hingga anjing liar pun lewat takdiundang. Sampai di Car Free Day (CFD) Dago, aktivitas masyarakat mulai meningkat. CFD sekarang sangat berbeda dengan CFD yang direncanakan pertama kali.

Dahulu masih terdengar suara burung berkicau diantara rerimbunan daun atau suara angin yang mendesau ingin lewat, tetapi kini suara itu terkalahkan oleh polusi musik dari berbagai instrumen yang memekakkan telingan. Sebagian jalan pun habis oleh aktivitas aerobik yang tidak pada tempatnya. Jalan sebagai jalur transportasi berubah fungsi menjadi tempat wisata. Sementara rencana pengurangan kendaraan bermotor tidak berhasil karena parkir pun merajalela menghabiskan tempat. Belum dengan masalah pedagang kaki lima (PKL) yang sudah semakin takterbendung. PR baru pun terkembang di meja para pejabat pemerintahan kota Bandung; bagaimana ini solusinya?

Di CFD Merdeka, sosok itu menerima sms. “Bang, lagi otw ke Dago, ini lagi di Kosambi.” Fitri yang kini bekerja di Jakarta sedang berlibur ke Cicalengka. Sosok itu pun langsung menjawab, “Kalau sudah di dekat CFD, bilang ya. Abang soalnya lagi bersepeda. Tikum di Taman Cikapayang tepat di huruf D atau A.” Dan dia pun tersenyum karena acara bersepeda hari ini menjadi semarak karena adanya kopdar. Keringat sudah banyak dikeluarkan, jadi tentu akan bertambah berkah dengan silaturahim. Untunglah waktu masih berpihak, sms Fitri pun masuk, “Sudah dekat, nih.”

Sosok itu takmenunggu lama untuk bergerak. Setelah berpamitan dengan kawan-kawan pesepeda yang dijumpainya, dia pun kembali menggowes ke atas, ke kawasan CFD Dago. Fitri telah menunggu di antara huruf D dan A, sedang senam jari. Persahabatan dua blogger terjalin manis di tempat itu. Obrolan pun dilanjutkan ke Kantin Salman ITB sambil sarapan. Sosok itu belum terlalu lapar, apalagi kalau sedang bersepeda sehingga dia hanya memesan makanan kecil sebagai pengganjal perut. Sedang asyik-asyiknya mengobrol, satu sms masuk. “Bang, masih di CFD? Aku lagi di Gasibu, nih.” Wah, suatu kejutan kalau Putri ada di Bandung–ini bohong banget karena sosok itu tahu kalau Putri memang di Bandung tapi kemungkinan untuk bertemu sangat kecil.

Tadinya kedua blogger yang sudah sarapan mau melanjutkan mengobrol di Taman Ganesha, namun seperti ada yang hilang. Keduanya pun sepakat melanjutkan ngobrolnya sambil berjalan ke Gasibu. “Put, tunggu Abang dan Fitri, ya. Kita menuju ke sana.” Sms itu sudah cukup sebagai jaminan. Alhamdulillah, tiga blogger pun saling bertemu, tepat di samping delman-delman yang sedang mencari pelanggan. Pertemuan yang sangat hangat, apalagi Putri dikawal oleh keluarga besarnya. Kopdar dilanjutkan sambil belanja-belanja dan cuci mata barang-barang serba ada di kanan-kiri jalan. Akan tetapi yang belanja cuma Putri dan keluarganya. Sosok itu dan Fitri? Kayaknya nggak dulu, deh!

So, mengapa postingan ini dikasih judul “Kopdar Belum Mandi”? Bukan lain adalah karena sosok itu dan Putri memang belum mandi. Putri lebih parah lagi karena dia masih berseragam baju tidur yang meminjam istilah Fitri, “Ternyata Putri kecil banget, ya. Di foto mah kelihatan besar.” Sosok itu pun hanya tersenyum, “Foto kopdar kemarin si Putri pakai baju badut jadi kelihatan besar.” Dan sosok itu pun berlari menghindar kejaran Putri–ini jauh lebih bohong banget. Meski hanya singkat, kopdar kali ini tetap saja berkesan di hati–duileee. Apalagi sosok itu bisa bertemu dengan Aubrey yang menggemaskan plus kedua orangtuanya yang ternyata masih adik angkatan di ITB.

Sosok itu pun lalu menitip pesan pada kedua orangtua Putri, “Nanti kapan-kapan kalau ngajak Putri lagi, tolong disuruh mandi dulu. Bandung di Minggu pagi itu sudah penuh, apalagi Gasibu, jadi jangan ditambah satu orang lagi yang akan mencemari udaranya. Saya belum mandi karena lagi berolahraga, kalau Putri kan tidak berolahraga.” Dan Putri yang mendengarnya pun langsung mengeluarkan palu raksasa dari piyama pucatnya, langsung mengejar sosok itu yang sudah lari, eh, menggowes sepedanya dengan kecepatan tinggi. Fitri hanya geleng-geleng kepala melanjutkan perjalanannya ke Dipati Ukur untuk membelikan hadiah untuk ibunya, katanya.[]

Advertisements

20 thoughts on “Kopdar Belum Mandi

  1. “kalo lagi wisata mah sah aja kalo males mandi…”, ikut belain putri karena namanya sama…
    (lirik kiri kanan….)bener ga ya pendapatku itu….hihi…

  2. kayaknya tergantung sudut pandang seseorang Bang,
    itu bukan putrinya yang kecil, tapi Abangnya yang emang gede.
    hehehe … pembelaan sesama orang kecil 🙂

  3. >> Kakaakin : Emang kecil xixixi … yuk, kabooor!
    >> Monda : Owh, iya ya, baru tahu ada model pakaian terbaru itu dan masih lecek-lecek ^_^
    >> Puteriamirillis : Huh, bisanya ngebelain. Ada yang mau ngikut lagi pendapat ini?
    >> mascayo : Nah, ini baru saya setuju hehehe …
    >> Lidya : Ya, kan belum ganti baju setelah bangun tidur ^_^

  4. errrr….. belum mandi di tengah keramaian? AFAIK bandung sekarang kan udah panas, malaupun pagi pasti gerah itu kalo belum mandi… :-S

  5. Mandi dooonnnggg…. wadooo masa gak mandi :p.
    Eh tapi tadi saya sempat heran, kok ada di kanan kiri gitu. Ternyata tempel2 ya… ndeso aku ini :)).

  6. >> bundamahes : Asik-asik-asik!
    >> Akiko : Dienak-enakin aja kayaknya tuh ^_^
    >> Asop : Mendadak, Sop. Lagian, kayaknya Putri pengen ketemu abangnya saja, nih.
    >> husin : Xixixixixi ….
    >> @zizydmk : Iya, ditempel2in biar berkesan rame ^_^
    >> srulz : Alhamdulillah, nikmat bersama.
    >> nufri l : Udah telaaat!

  7. Ada Tiga Hal Bang …

    1. Wah ini kali kedua ketemu Fitri Raya ya Bang ? Saya menyebut dia Blogger yang Humble

    2. Eta pose …
    Waw … sedakep weiceh … ketularan sapa Bang ???

    3. Mantap … This is the beauty of Blogging …

    (mandi ataupun tidak itu perkara lain…)
    (bukan begitu dik putri ???)

    Hahaha

    Salam saya

  8. >> nh18 : Saya jawab dengan 3 hal pula: 1. Iya, Om. 2. Itu mah memang gaya saya punya juga, Om. Cuma masalahnya sudah terlanjur nempel pada Om jadinya dianggap ketularan ^_^. 3. Iya, I love it! Salam kembali …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s