Es Pisang Ijo Lestari

Nah, lagi-lagi si tukang makan datang menemani sosok itu. Yups, siapa lagi kalau bukan si tukang masak dan tukang sepedaan yang itu. Dian mencoba berbagi cerita tentang jajanan yang baru diketemukannya tanpa sengaja. Apalagi waktu itu katanya ia hendak mengisi ulang tinta printer yang tokonya takjauh dari SPBU Cibeureum. Jadi, ceritanya memang tidak diniatkan melainkan kebetulan (bukan kebenaran) yang melahirkan keterpaksaan. Nah lho?!

Jelas merupakan keterpaksaan karena Dian yang dari siang belum makan nasi, sambil bersepedaan setelah ashar menemukan permata berwarna hijau itu, apalagi tendanya pun juga berwarna senada. Acara pengisian tinta printer pun menjadi tidak konsen sehingga cartridge pun ditinggal begitu saja demi semangkok es pisang ijo itu. Lokasinya tidak jauh dari SPBU Cibeureum, kurang lebih 10 meteran, tepat di depan sebuah showroom motor. Es pisang ijo Lestari ini ternyata adalah cabang es pisang ijo yang ada di Jl. Dadali. Cabang ini baru buka sebulanan dengan jam operasi dari pukul 09.00 sampai sehabisnya (sore).

Berbicara tentang pisang ijo, Dian memang suka sekali. Dia punya pengalaman dengan pisang ijo yang membuatnya jatuh cinta pada makanan khas Sulawesi Selatan itu–yang biasanya dihidangkan ketika acara berbuka di bulan Ramadhan–, yaitu ketika masih berkuliah di Jatinangor–tepatnya di gerbang Unpad. Meski banyak yang berjualan pisang ijo di foodcourt atau pelataran supermarket, Dian tidak terlalu suka karena biasanya berasa tanggung dan porsinya pun sedikit. Bikin nggak puas gitu, deh.

Dian punya rumus soal rasa puas dan tidak puas itu, yaitu murah, cukup, dan mahal. Dikatakan murah kalau manfaatnya melebihi uang yang dikeluarkan, takheran kalau membeli jauh lebih menguntungkan daripada membuat sendiri. Dikatakan cukup kalau manfaatnya seimbang atau impas dengan uang yang dikeluarkan. Dan dikatakan mahal kalau ternyata manfaatnya tidak sesuai dengan uang yang dikeluarkan. Di sinilah makna rugi terasa begitu menyakitkan.

Yang di kiri EPI Lestari, yang di kanan EPI Makassar

Es pisang ijo Lestari disajikan dengan mangkuk ayam jago dan sepotong pisang ijo. Disebut pisang ijo karena pisangnya dibalut kulit dari tepung beras yang berwarna hijau, lalu diiris-iris. Selanjutkan pisang tersebut disiram dengan bubur sum-sum yang melimpah, sirup merah, taburan meses cokelat, kacang tanah sangrai, potongan agar-agar, dan balutan kesejukan dari es batu. Bagi Dian, porsi segitu juga masih belum cukup … ^_^

Dan rasanya … ternyata bubur sum-sumnya begitu enak. Begitu gurih. Seperti vla yang dibuat encer. Lalu bagaimana dengan pisang ijonya? Ternyata tidak mengecewakan karena memang manis. Menurut Dian, sirupnya agak kurang sehingga warna merahnya terlalu pucat. Begitu pula dengan rasa manisnya yang terhitung sedang. Kalau di Makassar sana bahkan ada yang rasanya terbilang manis pangkat tiga berdasarkan pengakuan Daeng Gassing, yaitu manis yang berasal dari pisang raja, sirup DHT (khas Makassar), dan susu kental manis. O ya, harga es pisang ijo Lestari cuma dipatok Rp5.000 saja. Cukup murah, bukan?

NB: Bagi yang ingin mencobanya di rumah alias buat sendiri, tidak ada salahnya untuk mencoba resep dari Mastariani Siajeng. Soal selera, bisa jadi berbeda. Oleh karena itu, mulailah mencoba-coba sehingga ditemukan rasa yang pas dengan lidah Anda. Selamat mencoba … ^_^

Laporan kuliner ditulis oleh Irawati Dian, si tukang makan, tukang masak, dan tukang sepedahan. Temannya sosok itu bersepedahan dan kuliner bareng. Hayooo … siapa lagi yang mau sharing kuliner di sini?

Advertisements

12 thoughts on “Es Pisang Ijo Lestari

  1. >> mamawildan : Yuk, ah bareng-bareng …
    >> kangmartho : Sudah pasti bikin ngiler … slurp!
    >> Asop : Gak kenapa-kenapa, asal jangan pake es dan sirup ngopinya.
    >> tunsa : Ludahnya manis, gak? ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s