Raja Bunglon dan Ratu Semut

Raja Bunglon terkekeh. Berkat keajaiban kulitnya, tanah tempat dia berpijak pun menjadi daerah kekuasaannya. Semua hewan yang ada di kawasan itu tahu bagaimana hebatnya sang raja itu. Musuh-musuh pemburu mengangkat tangan tanda menyerah untuk mencari jejak sang raja. Seolah-olah dia menghilang ditelan bumi.

Pernah serigala haus darah mengejar Raja Bunglon di tengah-tengah lebatnya semak-semak. Namun di tengah pengejaran itu sang serigala kehilangan jejak. Si haus darah pun menyerah meninggalkan Raja Bunglon yang sebenarnya berdiri di sebelahnya, menyerupai semak-semak. Dan itulah yang menjadi senjata berbahaya sang raja hingga mampu menguasai tanah itu.

Ratu Semut takbisa menghentikan airmatanya yang menderas. Rakyatnya sudah pasti merasakan kesedihan yang sama. Tanah mereka yang sudah bertahun-tahun bebas dari cengkeraman siapa pun, bahkan mendapatkan jaminan dari Sang Raja Hutan, tiba-tiba saja terampas oleh Raja Bunglon. Hewan yang dalam sejarahnya tidak mempunyai tanah kekuasaan itu secara mengejutkan mengklaim tanah para semut sebagai tanahnya.

Lebih menyedihkan lagi dengan kemunculan tikus-tikus kotor yang entah dari mana mendukung Raja Bunglon. Mereka mencicit dengan kerasnya dan menyatakan bahwa tanah tersebut memang benar adalah milik sang raja. Raja Bunglon dianggap sah oleh mereka sebagai pemilik tanah itu. Tikus-tikus kotor yang biasanya lebih suka berkubang di saluran menjijikkan atau mencuri makanan milik hewan lain.

Dan kini, tikus-tikus itu ingin mendeklarasikan kedaulatan Raja Bunglon di tanah itu. Tanah yang sebenarnya adalah milik Ratu Semut dan semua rakyatnya. Ratu Semut sedih, namun juga geram melihat kebusukan Raja Bunglon dan tikus-tikus kotor itu. Akan tetapi perlawanan mereka terus saja menemui jalan buntu. Raja Bunglon terlalu licik dan pandai bersembunyi di tempat-tempat strategis.

Rakyat semut takpernah menyerah. Ratu semut terus menggelorakan semangat rakyatnya untuk bisa merebut kembali tanah mereka. Perjuangan tanpa akhir tentunya. Lebih baik berkalang tanah daripada harus hidup di bawah naungan Raja Bunglon yang takpernah segan membunuhi para semut. Entah sampai kapan.[]

Advertisements

6 thoughts on “Raja Bunglon dan Ratu Semut

  1. iya akh, endingnya ateuh Bang Aswi, Tanah itu akhirnya kembali menjasi milik para semut ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s