Bola Salju dan B2W Bandung

Tentu sudah kita ketahui bersama bagaimana prinsip bola salju ketika digulirkan dari atas bukit, yaitu menggelinding semakin cepat seiring dengan semakin besarnya volume bola salju yang terbawa.

Perkembangan dunia persepedaan di Indonesia–khususnya di Bandung–kurang lebih mirip seperti bola salju. Bike to Work (B2W) adalah sebuah komunitas yang menggulirkan bola salju dengan berusaha menyosialisasikan penggunaan sepeda sebagai alat transportasi alternatif sehari-hari. Di Bandung, B2W chapter Bandung baru berdiri pada September 2007 dan selalu giat mengkampanyekan penggunaan sepeda. Misinya adalah memasyarakatkan sepeda dan mensepedakan masyarakat. Ternyata, usaha itu sangat efektif sekali. Terbukti sejak 2007 hingga hari ini sudah terlihat perkembangan dunia persepedaan seperti layaknya bola salju.

Buah dari kampanye-kampanye yang dilakukan oleh B2W chapter Bandung sudah dapat dipetik. Beberapa tahun yang lalu hanya ada segelintir komunitas sepeda di Bandung–yang turut mengkampanyekan sepeda sebagai kendaraan alternatif. Kini, sudah ada banyak komunitas sepeda di Bandung yang eksis dengan membawa isu ramah lingkungan. Mereka bermunculan berdasarkan kesamaan yang dimiliki. Sebut saja jenis sepeda yang sama, gaya hidup yang sama, gender yang sama, perusahaan yang sama, atau jenis permainan yang sama.

Kampanye-kampanye lingkungan hidup melalui bersepeda yang dilakukan oleh banyak pihak–termasuk B2W chapter Bandung yang terus aktif berkegiatan hingga kini–pada akhirnya telah memopulerkan sepeda di Kota Bandung. Misi memasyarakatkan sepeda dan mensepedakan masyarakat dapat lebih cepat terealisasi. Kesadaran masyarakat akan pentingnya mengalihkan pemakaian kendaraan bermotor pada sepeda dapat segera tercipta. Harapan Kota Bandung bebas macet dan memiliki persediaan udara bersih juga bisa dicapai.

Lalu bagaimana sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung?

Sikap Pemkot Bandung patut dipuji karena telah mempersembahkan jalur sepeda, terlepas dari perencanaan yang kurang matang seperti jalan rusak, cat luntur, dan lain-lain. Upaya Pemkot Bandung memfasilitasi pesepeda patut diapresiasi dengan baik karena Kota Bandung adalah kota pertama di Indonesia yang memiliki jalur sepeda berwarna dengan jalur cukup panjang.

Salah satu cita-cita B2W chapter Bandung adalah suatu saat nanti Kota Bandung memiliki jalur sepeda terpanjang di Indonesia tanpa putus. Bahkan jika memungkinkan, jalur sepeda itu lebih lebar dari jalur kendaraan bermotor sehingga masyarakat semakin terpacu untuk beralih menggunakan sepeda sebagai alat transportasi sehari-hari. Hasil akhirnya sudah jelas, yaitu semakin banyaknya pesepeda di Kota Bandung.

Hari ini masyarakat Bandung boleh dibilang sedang “suka” dengan aktivitas bersepeda. Bisa jadi lebih dari 70% kepala keluarga di Bandung dan sekitarnya telah memiliki sepeda. Hal ini dapat dibuktikan dengan meriahnya setiap acara sepeda yang digelar di Kota Bandung dan padatnya area Car Free Day (CFD)–yang telah menjadi agenda rutin tiap minggunya. Area CFD itu pun makin berkembang dengan dibukanya CFD Merdeka dan uji coba CFD Buah Batu. Begitupula dengan Warung Bandrek (warban)–jalur wajib pesepeda pecinta tanjakan–yang dulunya hanya dikunjungi oleh beberapa pesepeda, kini telah dikunjungi oleh ratusan sepeda setiap hari libur.

Tidak hanya kesehatan yang didapat, bersepeda pun dapat mengundang sahabat dalam waktu singkat. Tidak hanya sekadar teman biasa, melainkan ada ikatan persaudaraan antara pesepeda yang kuat (Cyclist Brotherhood–istilah saya). Subhanallah, saya senang dan bangga dapat mengenal teman-teman pesepeda. Saya pernah aktif dalam klub otomotif, baik roda dua maupun roda empat, ternyata tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan persaudaraan Cyclist Brotherhood.

Bola salju itu sudah menggelinding cepat dengan ukuran yang sangat besar. Semoga bola salju ini tidak pecah, tidak merusak, dan selalu dalam satu kesatuan yang utuh. Semoga tujuan bagian-bagian dari bola salju ini sama, yaitu menghijaukan Kota Bandung, mengurangi polusi, mengantisipasi kemacetan, mengurangi penggunaan BBM bersubsidi, dan berbagai tujuan mulia lainnya.

Yuk, kita satukan misi demi Kota Bandung tercinta. Jauhkan ego komunitas pesepeda masing-masing dan kita bersatu memperjuangkan hak pesepeda di jalan raya. Dengan kekuatan kebersamaan dan saling mendukung, bukan tidak mungkin Kota Bandung bisa menjadi kota yang sangat ramah terhadap sepeda. Amin.

Ditulis oleh Satiya Adi Wasana (Tiyo), Ketua B2W chapter Bandung
Konten sudah diedit oleh Sosok Itu

Advertisements

10 thoughts on “Bola Salju dan B2W Bandung

  1. >> alamendah : Insya Allah semua akan sehat dan bravo juga B2W!
    >> Mabruri Sirampog : Bola saljunya Sule mah bikin ngakak ^_^ … amiiin.
    >> Mama Cal-Vin : Sepeda fixie bukannya tidak ada rem tapi minim rem. Kalau di negara bagian AS, sepeda fixie sudah dilarang kecuali ada rem yang aman karena sering terjadi kecelakaan.
    >> Orin : Motor sudah, kayaknya tinggal beralih ke sepeda, Rin. Perlahan saja dan cari kawan. Insya Allah lebih berani ….

  2. Di Jogja juga sangat aktif kampanye B2W ini, namanya “Sego Segawe”. Dan juga ada banyak jalur khusus sepeda di situ, bahkan di lampu merah pun di sediakan tempat khusus pemberhentian sepeda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s