Gairah Bertempur Sampai Klimaks

Siapa pun pasti suka dengan gerakan aksi. Ada hormon adrenalin yang tercurahkan sehingga menimbulkan sensasi berbeda dari keadaan normal sehari-hari. Meski kita tidak suka dengan hal kekerasan di alam nyata atau bersinggungan dengan fisik kita sendiri, tetapi pada umumnya manusia membutuhkan dengan hal itu. Oleh karena itulah–untuk amannya–mereka menghabiskan hormon adrenalin pada permainan-permainan tertentu atau menonton film-film berbau aksi.

Film-film pertempuran adalah salah satu film bergenre aksi yang amat diminati–meski hati kecil kita sangat membenci peperangan. Ada keringat, ada jantung yang berpacu, ada darah, ada strategi, dan juga ada airmata di sana. Semuanya berkumpul menjadi satu dan pada akhirnya menjadi hiburan bagi mental kita yang kehausan. Akan tetapi semua itu pun tidak bisa disamaratakan karena masih ada juga manusia yang berhati damai. Benci dengan darah. Benci dengan pertempuran. Wallahuโ€™alam.

Sungguh beruntung sosok itu dapat merasakan puncaknya hormon adrenalin bermain di sekujur peredaran darahnya saat bertempur. Pertempuran yang dimaksud tentu saja hanya permainan belaka, yaitu pertempuran ala Airshoft Gun (AG) dan pertempuran ala Paint Ball (PB). Sosok itu bertempur AG di daerah Hutan Oray Tapa pada beberapa tahun lalu dan terasa seperti nyata. Terkena peluru plastik di mata yang untungnya memakai kacamata google, berjungkir balik menghindari rentetan tembakan, atau merayap menuju persembunyian yang aman.

Begitu pula dengan pertempuran PB yang berlangsung beberapa minggu lalu di kawasan Gunung Puntang, tepatnya di Villa Bougainville. Sayangnya, karena banyak yang mau berpartisipasi dan pada waktu yang tidak tepat–yaitu menjelang kepulangan–, jumlah peluru pun dikurangi dan permainan sedikit lebih dipercepat. Namun demikian, pertempuran berlangsung dengan sangat seru dan mengasyikkan. Kelompok sosok itu yang terdiri dari empat sukarelawan dari Taliban (hanya karena semuanya berjenggot) bertempur dengan luar biasa dan nyaris sempurna karena bisa menghabisi semua lawan. Akan tetapi, dalam pertempuran ini yang tertembak tidak langsung gugur namun bisa memulai lagi bertempur dari benteng pertahanan sehingga kelompok kami pada akhirnya kalah karena kehabisan amunisi yang terbatas.

Bertempur, meski pada beberapa acara seperti AG atau PB yang memang adalah sebuah permainan, tetaplah memerlukan keseriusan dan perencanaan strategi yang matang. Untuk itulah diperlukan strategi agar bisa selamat (tidak tertembak sama sekali) dan bisa memenangkan pertempuran dengan merebut bendera lawan. Nah, inilah strategi-strategi yang berhasil disusun oleh sosok itu berdasarkan pengalamannya bertempur:

  1. Strategi Fisik. Berapa pun usia kita haruslah mulai dibiasakan untuk bergerak secara teratur melalui olahraga. Mulailah dari olahraga dasar seperti berjalan/berlari, berenang, atau bersepeda. Olahraga ini ternyata bermanfaat sekali bagi ketahanan fisik tubuh kita saat bertempur dan dapat bergerak lincah. Terbukti, beberapa kawan-kawan yang jarang berolahraga cenderung takmampu bergerak cepat dan lebih memilih bertahan di tempatnya.
  2. Strategi Peralatan. Peralatan yang dipakai dalam pertempuran AG atau PB biasanya sudah disiapkan, yaitu berupa senjata dan peralatan yang dikenakan seperti helm, google, atau rompi/seragam. Jika sial, bisa jadi kita mendapatkan senjata yang kurang bagus. Sosok itu mengalami tiga kali tembakan yang gagal, dimana peluru pecah di senjata yang bersangkutan atau pas di mulut senjata. Itulah mengapa perawatan senjata bagi seorang prajurit benar-benar diperhatikan agar senjata yang dimaksud dapat berfungsi pada saat dibutuhkan.
  3. Strategi Serangan. Menyerang memang dianggap strategi yang mematikan, tetapi menyerang tanpa strategi tentu akan mengakibatkan kekalahan yang menyakitkan. Serangan harus benar-benar diperhatikan sehingga tiap individu benar-benar bermanfaat bagi kemenangan tim yang sangat diharapkan. Harus ada orang yang menjadi fokus lawan (umpan) agar kawan yang bertugas mengambil bendera lawan benar-benar dapat bergerak laksana siluman.
  4. Strategi Penghematan. Takpernah ada yang tahu bagaimana situasi peperangan yang sebenarnya. Waktunya bisa jadi sangat sebentar atau sangat lama (hingga berhari-hari atau berbulan-bulan pada pertempuran yang sebenarnya). Amunisi yang disediakan pastilah sangat terbatas. Dalam pertempuran PB kemarin pun hanya tersedia 15 peluru per senjata. Jelas bahwa jumlah peluru itu haruslah dihemat. Bukan berarti seluruh lawan harus ditembak (apalagi jika tujuan akhir kemenangan adalah keberhasilam merebut bendera lawan dan bukannya berhasil menembak lawan), tetapi ada strategi mana lawan yang layak ditembak dan mana yang dibiarkan.
  5. Strategi Sabar. Kesabaran di sini adalah strategi mempertahankan bendera dan menjaga agar kita tidak tertembak. Manusia memang cenderung memiliki sifat yang tidak sabar, sehingga segalanya harus cepat dan selesai. Dalam pertempuran tidak bisa demikian, apalagi jika nyawa yang kita miliki hanya satu-satunya. Setelah tertembak, mati. Sabar untuk bergerak jauh lebih aman daripada terburu-buru lalu tertembak sebelum tercapai maksudnya.
  6. Strategi Keputusan. Di sinilah pentingnya pemimpin dalam setiap pergerakan. Menggunakan kode tertentu dalam menyerang atau bertahan jelas sangat diperlukan. Jangan menggunakan insting pribadi dan bergerak semaunya tanpa ada komando yang jelas. Sebagai individu kita pun harus memiliki keputusan yang tepat dan tidak membingungkan. Siapa yang bergerak dan siapa yang diam. Jika semuanya memberi perintah, tentu akan membingungkan dan dipastikan tidak akan tercapai sebuah kemenangan.

Bravo untuk PT Sygma Examedia Arkanleema beserta panitianya yang telah memfasilitasi karyawannya berpeluh ria menikmati pertempuran yang jelas sangat mengasyikkan dan takkan terlupakan ini. Berita lainnya mengenai perjalanan sosok itu di Gunung Puntang bisa dibaca pada tulisan Arti Sebuah Keajaiban dan Makna Keindahan yang (Bukan) Bugil.[]

Advertisements

14 thoughts on “Gairah Bertempur Sampai Klimaks

  1. wah wah,,, seru banget,,
    saya belum pernah merasakan pertempuran itu bang… ๐Ÿ˜€
    kalau saya ikut mungkin masuk ke grup taliban ya bang, coz saya jg berjenggot.. hehehe

  2. Wah ternyata sosok itu senang main perang-perangan ๐Ÿ˜† jadi ingat jaman dulu yang sering perang2an dengan karet gelang.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  3. >> Mabruri Sirampog : Pastinya seru banget, Mas. Hayulah ikutan di grup Taliban hehehe …
    >> Sugeng : Baru dua kali dan memang menyenangkan. Dengan karet gelang juga mengalami, tuh! Salam hangat kembali dari Bandung …

  4. saya pernah beberapa kali set up event ini buat perusahaan saya dengan klien tapi saya sendiri belum pernah ikutan……..hehehehe

  5. ngiriiiii…pengen ikutan tapi ibu2 nggak diajak ehehehe…nggak diiing klo ibu2 main bisa tembak-tembakan nggak jelas…iya, makasih banget buat panitia yang udah bikin acara gathering yang seru dan menarik.

  6. >> Yoey mangunhardjo : Silakan dituntut. Mau apa kamu? ^_^
    Thanks ya, Byo, atas semua foto-foto cakepnya ….
    >> Rani : Tapi bisa cerita tentang naik APV-nya hehehehe ….

  7. Pokonya waw bikin jantung berpacu keras rasanya……………………………………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s