Malabar Trip 2011

Keindahan apalagi?
Semuanya telah terangkum di sini
Pada buku catatan ini
Tentang kebersamaan yang ternilai

Minggu kemarin, bisa jadi adalah agenda terpadat dari sosok itu. Setelah malam minggunya membahas acara yang akan diselenggarakan minggu depan, paginya sosok itu pun langsung berangkat menuju kawasan Bandung Selatan bersama orang-orang terkasihnya. Demi keluarga tercinta, jadwal menemani Kang Ayi Vivananda (Wakil Walikota Bandung) menggowes ke Tenda Biru terpaksa dibatalkan.

Bermodalkan sebuah motor bermerek Kanzen, empat orang yang haus hiburan segera meluncur ke Pangalengan, menuju kawasan Perkebunan Teh Malabar. Rombongan sempat sarapan bubur ayam di Pasar Kordon sekaligus dijadikan titik temu dengan keluarga seorang kawan yang siap menjadi penunjuk jalan. Cuaca pagi itu cukup cerah sehingga perjalanan pun begitu menyenangkan diiringi nyanyian tiga srikandi dengan pilihan lagu yang itu-itu saja (Bagimu Negeri, Potong Bebek Angsa, dan Balonku).

Memasuki tanjakan Pangalengan dan jalan yang berliku-liku, sempat membuat jantung sosok itu berhenti sejenak meski disuguhi oleh pemandangan alam yang indah. Motor Cina yang digunakan sempat mengalami mati mesin karena kepanasan. Tidak tanggung-tanggung, tiga kali kematian mesin meramaikan perjalanan sejarah itu. Namun, mesin dapat dinyalakan kembali setelah didiamkan 1-2 menit. Meski demikian, perjalanan ini pun menjadi menarik dan mengasyikkan. Narsisme untuk berfoto-foto pun kerap dilakukan beberapa kali dengan kamera HP.

Pada akhirnya, semua itu terbayarkan dengan sangat memuaskan. Memasuki gerbang Perkebunan Teh Malabar, kami disambut oleh udara dingin khas Pangalengan dan juga view perkebunan teh yang menyegarkan mata. Adek Anin sempat-sempatnya berdiri demi menikmati semua anugerah dari Sang Maha itu. Tujuan Tirta Camelia pun menjadi takterlupakan, apalagi ketika menyaksikan pipa-pipa penyalur uap panas bagi PLTP di Gunung Wayang. Ya, lokasi kolam air panas yang kami tuju berada di Kampung Cisaat, Cibolang yang sumber air panasnya berasal dari Gunung Wayang.

Berenang dengan sukacita membuat kami melupakan perjalanan tadi pagi. Meski kulit menjadi lebih gelap lagi karena terik matahari taklagi dihiraukan. Pun betapa panasnya air bilasan yang seperti air termos hingga membuat kami semua takbisa mandi seperti biasanya, melainkan hanya dilap saja, tetap takmampu menghilangkan keceriaan di wajah. Makan siang di atas rerumputan sambil menikmati anak-anak bermain ayunan atau jungkat-jungkit semakin menambah kelengkapan kebahagiaan itu.

This slideshow requires JavaScript.

Narsisme perjalanan pulang pun terus meningkat. Berhenti di beberapa titik perkebunan teh yang indah, hingga akhirnya menyempatkan mampir ke makam Karel Albert Rudolf Bosscha yang memang berada di perkebunan teh ini. Bosscha mendirikan Perkebunan Teh Malabar pada Agustus 1896 dan juga sebagai perintis sekaligus penyandang dana pembangunan Observatorium Bosscha (teropong bintang). Beberapa bangunan di Bandung yang didirikan atau merupakan sumbangan pemikirannya adalah Bala Keselamatan di Jl. Jawa, Telefoon Maatschappij voor Bandung en Preanger (PT INTI), Technische Hooge School (ITB), dan Gedung Merdeka. Beliau wafat pada 26 Februari 1928.

Alhamdulillah, perjalanan yang menyenangkan dari pagi hingga malam hari–dan sempat belajar sejarah Bosscha–dengan menggunakan motor itu menjadi catatan tersendiri bagi keluarga sosok itu. Sempat mampir di beberapa tempat seperti kuliner Mie Baso & Ayam Lumayan, Kue Balok Pasar Pangalengan, dan juga silaturahmi semakin memperkaya khazanah kebersamaan kami semua. Semoga, semua ini menjadi nilai positif bagi kehidupan keluarga kecil kami di masa mendatang. Amin.[]

Advertisements

14 thoughts on “Malabar Trip 2011

  1. >> Adi Nugroho : Memang sangat mengasyikkan. Iya, anak saya memang lucu2 ^_^
    >> giewahyudi : Makasih, padahal cuma pake HP saja. Hayu atuh, kapan?
    >> Mama Cal-Vin : Asyik ya motor2an …
    >> Puteriamirillis : Alhamdulillah ….
    >> Orin : Iya, Oriiin. Ada Umi dan Bintan juga. Masa sosok itu sendirian ajaaa. Insya Allah menyerukan dan mengasyikkan.
    >> dewifatma : Iya, mereka naik motor lain ^_^

  2. Jadi pengen. Salut, menomorduakan pejabat demi keluarga adalah hal langka yang dilakukan kepala rumah tangga sekarang. Fotonya seru-seru.

    Selamat, ya, telah jadi salah satu yang dapat hadiah dari Mbak Anaz. 😀

  3. >> Sabjan Badio : Insya Allah berkah, Mas. Makasih.
    >> tunsa : Syukur alhamdulillah. Yuk, ke Bandung!
    >> Putri : Iya … salam kembali.
    >> unggulcenter : Alhamdulillah tidak, malah santai karena tergantung motornya ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s