Undangan dan Celana

Mendengar kata ‘undangan’ secara otomatis benak kita akan disuguhi rasa kebanggaan atau kesenangan, apalagi jika pihak yang diundang adalah diri kita sendiri. Akan tetapi, jika hal itu menjadi hal rutin seperti undangan pernikahan yang bukan sahabat terdekat atau khitanan salah satu tetangga tentu akan menjadi hal yang biasa saja. Nah, jika tidak biasa karena bisa jadi peristiwa ‘undangan’ itu hanya sekali seumur hidup jelas akan menjadi hal yang paling istimewa dalam hidup kita.

Inilah yang dialami sosok itu selama beberapa hari kemarin, yaitu undangan pribadi dari Telkom tentang Indigo Award 2011 dan undangan perwakilan Komunitas Pesepeda Perempuan NGN dari Ibu Netty Prasetiyani (istri Gubernur Jabar) tentang bedah buku “Politik Harapan: Perjalanan Politik Perempuan Indonesia Pasca-Reformasi” karya Ani Soetjipto. Kedua undangan itu kebetulan bertepatan harinya, yaitu hari ini (Kamis, 16 Juni), sehingga sosok itu memutuskan hanya menghadiri undangan kedua karena undangan pertama berlokasi di Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Jauh, bo!

Indigo Award 2011 merupakan ajang penghargaan sebuah program yang disediakan untuk insan kreatif dan wirausaha di bidang bisnis digital melalui penggalian ide dan eksplorasi dengan dukungan fasilitas dan bimbingan para ahli yang berpengalaman. Dan memang, sosok itu pernah mengajukan sebuah program yang berkaitan. Wallahu’alam apakah programnya disetujui atau tidak. Sedangkan undangan kedua didapatkan untuk menggantikan seorang kawan yang tidak bisa hadir, yaitu Bunda Ida. NGN atau Nu Gareulis Ngagowes adalah komunitas pesepeda perempuan yang dibentuk di Bandung–Cimahi. Kebetulan sosok itu membuatkan logo untuk komunitas ini.

Undangan kedua memang ditujukan bagi komunitas NGN, apalagi yang mengundang adalah Ibu Jabar-1 tentang buku yang ditulis oleh sosok perempuan dengan EO dari Aliansi Sahabat Perempuan dan Anak (ASPA). Namun demikian, tidak ada salahnya sosok itu turut terlibat karena ingin merasakan suasana undangan eksklusif yang mayoritas adalah kaum perempuan. Tujuan lainnya adalah sosok itu hendak membuatkan laporan dokumentasi mengenai acara tersebut sekaligus bertegur-sapa dengan orang-orang yang terlibat (silaturahmi), selain tentu saja bahwa acara itu adalah bedah buku.

Dari komunitas NGN, insya Allah yang akan menemani sosok itu adalah Dewi Gilang Kurnia  a.k.a. Emak Uwie (Ketua NGN) dan Irawati Dian yang pernah membuat laporan kulinernya di situ, di sana, dan di sini. Jika sosok itu pada akhirnya diundang ke tempat kumpulnya para perempuan dan diapit pula oleh dua orang perempuan yang cantik, lalu apa hubungannya dengan celana? Jelas tidak ada hubungannya.

Celana sangat berkaitan dengan penampilan. Perlu diketahui bahwa sosok itu selalu bercelana jeans setiap harinya, termasuk ke tempat kerja. Kalau tidak bercelana jeans, sudah pasti akan bercelana selutut saat bersepeda atau bersarung ria. Terus, di kantor tempat sosok itu mencari sesuap nasi, ternyata ada selentingan kabar terbaru mengenai peraturan perusahaan. Setelah penerapan peraturan baru jam masuk kerja yang dimajukan 15 menit plus hukuman bagi yang melanggarnya, perusahaan juga akan menerapkan tentang pakaian kerja. Sosok itu tentu saja ketar-ketir mengingat salah satu poinnya adalah melarang karyawan untuk bercelana jeans.

Jelas saja, sosok itu sudah tidak memiliki celana panjang selain berbahan jeans. Sebulan yang lalu, sosok itu masih menyempatkan diri membuat celana berbahan Lea (yang sudah pasti berbahan jeans meski masih rada lembut sehingga sekilas tampak seperti kain katun). Itu baru satu. Pada akhirnya, sosok itu pun memaksakan diri untuk menambah satu (lagi) celana kain (yang sebenarnya) kemarin sepulang kerja. Alhamdulillah, celana baru itu hari ini langsung dipakai secara perdana ke kantor dan tentu saja ke Gedung Pakuan nantinya. Semoga celana baru ini memberikan keberkahan bagi sosok itu di hari-hari selanjutnya. Amiiin.[]

NB: Sebenarnya ada adegan lucu yang bisa jadi aib bagi sosok itu tetapi takapalah demi keceriaan bersama, yaitu ketika mencoba celana yang hendak dibeli. Seingatnya, ukuran celananya zaman mahasiswa dulu adalah 27. Pada saat menikah menjadi 28 dan terakhir setelah Kakak Bintan lahir adalah 30-32. Oleh karena itulah sosok itu dengan pedenya mengambil celana bernomor 33 untuk dicoba, dan ternyata … kekecilan. Lalu diambilnya nomor 34 dengan harapan pilihan terakhir dan … muat tapi takbisa bergerak. Pada akhirnya, sosok itu melangkah ke kasir tanpa harus mencoba lagi … sambil membawa celana nomor 36. Ya Allah, betapa makmurnya tubuhku saat ini … ^_^

Advertisements

11 thoughts on “Undangan dan Celana

  1. masya Allah.setelah punya keluarga justru.tambah ndut ya mas,..?? berarti, berhasilah sang istri merawat sosok itu selama 24 jam hehehehe
    by the way selamat berkencan ria dengan para perempuan di ajang yang jarang banget diadakan…semoga berhasil hari ini dan mendapatkan banyak oleh2 yang berlimpah ruah..:)

  2. waaahh,, saya malah paling ga suka kalau pake jeans bang,,,
    jadi tak satupun saya punya jeans, pernah punya dibeliin sama bapak dulu, tpi tetep ga pernah dipake.. 🙂

  3. Hahahahhaha….aku ketawa bacanya Bang, lucu abis…..emang begitu makmurnya sehingga size celana pun tak lagi bersahabat dengan Bang Aswi.

  4. memang sudah saatnya perempuan maju ke depan dalam porsi yang wajar dalam berpolitik, dalam bidang pendidikan, dls.
    semoga perempuan indonesia semakin menyadari hak-hak nya dan kewajibannya tentu saja…karena perempuan adalah ruh bangsa, pembelaannya adalah pembelaan bagi bangsa dan negara.

    *semoga setelah mengikuti acara ini bang aswi semakin paham deh (halah!)

  5. bukan penglihatan saya yang salah ya Bang, waktu kemarin liat foto2nya di Malabar trip udah mau komen tuh, kok kayaknya agak gedean ya dibanding waktu ketemu di pelatihan menulis-nya teh Indari setaun yang lalu, ternyata emang tambah makmur ya .. hehehe …
    Itu tandanya bahagia bang .. 😉

  6. >> kettyhusnia : Iya, sang belahan jiwa berhasil dengan sukses menggemukkan sosok itu … alhamdulillah tapi laporannya belum ditulis neh!
    >> Mabruri Sirampog : Dulu saya memang begitu tapi entah mengapa banyak perubahan dan sekarang kembali lagi berubah ^_^
    >> IbuDini : Xixixixixi …
    >> Puteriamirillis : Paham tentang apa ya? ^_^
    >> dey : Xixixixi … amin dan alhamdulillaaaah!
    >> Mama Cal-Vin : Mudah2an hanya fatamorgana saja. Halah!
    Kenapa ya?
    >> admin : Thank youuu ….

  7. Hehehe…., entah karena apa ya, Bang, rata-rata kalo sudah berkeluarga ukuran celananya bertambah, termasuk saya.

    Ohya, izinkan memasang link blog Bang Aswi di blog tentang JOGJA ya…. Terima kasih sebelum dan sesudahnya. Salam blogger persahabatan.

  8. >> azzetjogja : Hihihihihi … duka tah! Oke deh, silakeun. Insya Allah akan saya pasang juga di page Sahabat. Salam blogger juga …
    >> Maryana Ulfah : Silakan, Ulpah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s