Bahagia Itu di Keluarga

Alhamdulillah, usia pernikahan sosok itu telah menapaki angka 10 tahun dan menjelang 11 tahun. Takada kebahagiaan yang lebih dan menenangkan selain kebahagiaan di keluarga sendiri. Bisa memiliki anak, bercengkerama dengan mereka, dan didampingi istri yang cantik nan salihah. Sekali lagi, betapa pun hebatnya kita berada di lingkungan komunitas atau organisasi di luar sana (apa pun bentuk dan namanya), kebahagiaan bersama keluarga adalah muara akhirnya.

Kehebatan seorang suami tidak sebanding dengan kehebatan istri di belakang yang selalu mendukungnya menjadi orang hebat. Sosok itu mengakui bahwa keberhasilannya kini taklepas dari keberhasilan sang belahan jiwa mendukung dan mendorong semangatnya tanpa henti. Sosok itu sering menangis jika mengingat pengalaman keluarganya di awal-awal pernikahan. Dari yang tidak punya pekerjaan, tidak punya uang atau materi, hingga akhirnya dianggap berhasil oleh kawan-kawan saat ini. Apalagi yang hendak diucapkan selain ‘alhamdulillah’. Segala puji bagi Allah Swt.

Semalam pun, sosok itu merasakan kebahagiaan yang meluap-luap. Perjalanan bermotor di Kota Bandung yang sedang dingin-dinginnya takmenghalangi keluarganya untuk bersilaturahmi. Empat orang di atas motor Cina plus bawaan yang sangat banyak dan berat tetap dinikmatinya dengan sukacita. Apalagi sempat nongkrong mencicipi burger karena rasa lapar di pinggir jalan meski hari sudah begitu larut. Semuanya begitu nikmat hingga tengah malam pun kami semua pulas di satu kasur besar. Ya, kami berempat masih tidur di satu kasur yang memiliki per. Kasur yang berada di satu kamar terbatas sebagai tempat tinggal kami, berhimpitan dengan dua lemari pakaian.

Kini, sosok itu sedang menikmati tulisan sang belahan jiwa. Ada beberapa tulisan yang begitu menggugah hatinya di notes miliknya di FB. Meski belum sempurna dalam menulis, minimal sang belahan jiwa mau menuliskan curahan hatinya dengan sangat baik. Salah satu tulisan itu berjudul ‘Alhamdulillah…’ yang diposting pada hari Kamis, 25 April 2010. Sudah setahun yang lalu. Inilah tulisan sang belahan jiwa tanpa proses edit.

sedang menikmati indahnya suasana, hari2 yang indah walau ada lelah dengan suami yg luar biasa pengertian yang nggak pernah marahin ( paling ngomel2 :)) ) dengan segala kelebihan dan keterbatasannya alhamdulillah semakin harinya semakin sayang aja.

dengan 2 putri yg cantik,sangat menyenangkan hati. Kk bibing yang melankolis tapi penuh perhatian yang nggak pernah puas mencari dan mencoba hal2 baru, yg nggak pernah lelah belajar, anak yg penuh semangat persis seperti abinya selalu serius mengerjakan sesuatu, belakangan ada kemajuan bisa melawan :), biasanya kan kalau diganggu sepupunya atau adenya hanya bisa diam dan menangis.

Ad ninin yang sangat aktif dan meledak- ledak, anak pemberani yg punya teman khayalan laki2 yg kalau udah main suka nyerempet bahaya ( Pibahayaeun ), yg hobinya main tanah dan air, nggak betah tampil cantik kyk kknya yg suka dandan ad yang tomboi dan sembarangan persis kayak umminya :), tapi suka sekali kasih ciuman bertubi- tubi di sekitar wajah, dan senang dipeluk.

Apa yang bisa umi berikan untuk kalian B3 selain senyum manis dan do’a, memohon kepada Allah untuk kebahagiaan kalian dan kita. Terima kasih ya Allah atas anugrah yg tidak terhingga dan tak tergantikan.

Abitu, kk bibing dan ad ninin umi sayang kalian selalu dan selamanya..

Ya, apalagi yang bisa diucapkan oleh sosok itu selain alhamdulillah. Sungguh, kita hanyalah seorang hamba yang masih memiliki banyak kesalahan dan juga kekerdilan. Apalah kita dibanding Sang Maha? Maka … taklayak kalau kita takberucap ‘alhamdulillah’ atas semua kenikmatan dan rezeki yang sudah kita terima selama ini dari Sang Maha.[]

Baca juga artikel yang berkaitan atau melihat daftar isi

Advertisements

9 thoughts on “Bahagia Itu di Keluarga

  1. Bukan waktu yg sebentar ya Bang…intinya saling menjaga, saling pengertian dan saling memahami. Pasti semua akan baik2 aja dan bisa bertahan sampai lama…
    Kalau gitu selamat dulu Bang…moga sampai akhir hayat ya Bang.

  2. Alhamdulillah, turut bahagia saya membaca tulisan ini Bang. Semoga kebahagiaan ini akan terus berlanjut, hingga kelak di akhirat. Amin. Bukan hal yang mustahil, meskipun pasti akan ada ujian dan cobaan di tengah perjalanan, tapi dengan mengikuti dan mematuhi rambu-rambu yang Allah berikan, insya Allah, semua bisa dilewati.

  3. >> honeylizious : Terima kasih.
    >> Masbro : Alhamdulillah. Salam balik untuk keluarga di rumah juga.
    >> IbuDini : Amiiin ya Allah … hatur nuhun! Waktu sebentar atau lama yang penting adalah saling pengertian satu sama lain.
    >> Puteriamirillis : Yuk ah!
    >> Abi Sabila : Amiiin, semoga memang kebahagiaan ini akan terus berlanjut, hingga kelak di akhirat. Mohon doanya, Mas.
    >> dmilano : Salam kembali untuk warga Aceh. Semoga kebahagiaan juga selalu ada di sana.
    >> Orin : Amiiin. Makasih doanya ya, Rin.
    >> irfanandi : Amin dan terima kasih atas doanya ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s