Kamu Mau Jadi Bos?

Menjadi bos? Siapa sih yang tidak mau. Mungkin kalau ditanyakan ke seratus orang, mayoritas atau bahkan semuanya akan menjawab, “Saya mau jadi bos.” Atau mungkin ada yang menjawab lebih ekstrem lagi, “Gile banget kalau ada orang yang nggak mau menjadi bos. Udah bosen hidup kali?”

Ya, itulah nilai manusia yang paling dasar. Memang sudah dari sananya kalau manusia sebagai makhluk sosial yang diberi kelebihan berupa akal pasti akan mengejar sesuatu lebih dari segalanya. Disadari atau tidak, manusia lahir sudah dengan mindset siap berkompetisi dan ingin menjadi seorang pemenang. Bahkan, dalam kerangka hamba Allah yang diperintahkan bahwa hidup ini ‘hanya’ untuk beribadah saja, Sang Pencipta sudah ‘menggarisbawahi’ kalimat “Manusia di mata Tuhan itu semuanya sama, yang membedakannya atau yang paling mulia di sisi-Nya adalah manusia yang paling takwa”. Maksudnya apa? Tentu saja, untuk menjadi manusia yang paling takwa adalah tidak lain harus menjadi manusia yang paling unggul dalam hal keimanan. Kamu harus menjadi nomor satu atau pemenang agar bisa dekat dengan Allah.

Dan … menjadi seorang bos adalah salah satu dari banyak cara, dan yang paling mudah atau menjadi urutan teratas agar kamu bisa menjadi seorang pemenang. Nggak percaya?

Ada beberapa alasan yang mendasari pernyataan itu, yaitu:

  1. Dengan menjadi seorang bos, kamu adalah orang yang paling disorot. Ibarat artis, kamu akan menjadi objek pertama yang harus diabadikan atau dilihat dibandingkan dengan orang-orang yang ada di sekitar kamu. Kendati ada orang yang berada satu level di bawah kamu, dijamin kamulah yang tetap menjadi perhatian utama. Siapa sih yang nggak mau menjadi selebritis?
  2. Dengan menjadi seorang bos, kamu adalah orang pertama yang harus didahulukan. Nggak perlulah kamu berdandan menor atau paling necis agar orang mau melihat kamu, kendati budaya orang Indonesia (orang timur) memang kebanyakan adalah yang bertipe seperti ini, agar kamu bisa didahulukan dalam berbagai kepentingan. Cukuplah orang mengetahui bahwa kamu adalah seorang bos, artinya kamu sudah terkenal sebagai seorang bos, maka dengan berpenampilan yang biasa-biasa saja misalnya hanya bersandal jepit saat masuk ke hotel berbintang, sudah pasti kamu akan disambut bak raja. Akan sangat berbeda jika kamu tidak dikenal, belum sampai pintu masuk pun mungkin kamu akan langsung diusir oleh petugas keamanan.
  3. Dengan menjadi seorang bos, kata-katamu adalah sabda yang ‘harus’ ditaati. Ekstrem banget istilahnya, tetapi itulah yang terjadi jika kamu adalah seorang bos. Kendati kamu menyuruh seseorang membelikan mie ayam di Jakarta sedang kamu berada di Bandung, pasti akan segera diusahakan. Istilah ‘Ya, Tuan’, ‘Baik, Bos’, ‘Segera dilaksanakan!’ sudah menjadi menu sehari-hari yang sangat lezat. Bahkan, hanya dengan isyarat telunjuk saja, semua orang akan sibuk melaksanakannya.
  4. Dengan menjadi seorang bos, segala kesalahan akan segera dimaklumi. Mungkin kamu sangat hafal dengan peraturan pertama OPSPEK (Orientasi Pengenalan Studi dan Pengenalan Kampus) setiap ajaran baru dimulai, yaitu ‘ucapan dan tindakan senior adalah selalu benar’. Berapa banyaknya peraturan di bawahnya, dijamin pasti ada kalimat ‘lihat kembali peraturan pertama’. Artinya, apapun yang kamu katakan atau apapun yang kamu lakukan, sudah pasti akan dianggap tidak salah. Semuanya benar!
  5. Dengan menjadi seorang bos, kehidupanmu tidak akan terusik atau keamananmu akan terjamin. Yakinilah, di sekolah pun dijamin tidak akan ada yang berani dengan kamu. Boro-boro nyenggol, ngelihat kamu pun akan sulit karena keburu dipelototin sama ‘bodyguard’ kamu. Lihat saja betapa elit, canggih, dan sibuknya pengawal-pengawal orang penting sekelas presiden hanya untuk berkunjung ke suatu tempat! Rumah kamu pun yang mungkin saja sederhana akan segera dilengkapi dengan kamera pengaman, anjing penjaga, dan beberapa orang pengawal yang mondar-mandir di sekelilingnya demi menjaga keamanan kamu. Mau bangeeet!
  6. Masih banyak lagi keuntungan dan keunggulan yang akan kamu dapatkan jika kamu adalah seorang bos selain yang disebutkan di atas. Jadi, kalau kamu bisa menjadi seorang bos, kenapa harus juga menjadi bawahan yang kerjaannya manggut-manggut terus. Nggak lah ya….

Jadi, apakah kamu mau jadi BOS? Masih bersambung … []

Baca juga artikel yang berkaitan atau melihat daftar isi

Advertisements

2 thoughts on “Kamu Mau Jadi Bos?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s