Asri: Dunia dalam Genggaman

Bersepeda bagi sebagian orang mungkin adalah bentuk aktivitas yang wajar tetapi di sisi lain memerlukan perjuangan yang tidak mudah. Sepeda sebagai sarana olahraga masih dimaklumi tetapi sepeda sebagai sarana transportasi bekerja tentu akan membuat banyak orang mengernyitkan dahi, apalagi bagi seorang perempuan. Masih gadis pula ^_^

Asri adalah salah satunya. Kebetulan Asri adalah teman sekantor sosok itu. Ia baru saja bersepeda sejak empat bulan yang lalu, sekitar akhir Februari atau awal Maret 2011. Dalam waktu yang sesingkat itu, Asri pada akhirnya memutuskan untuk bersepeda setiap hari ke kantor sejak seminggu yang lalu. Nah, sebenarnya apa sih yang mendasari Asri mau melakukan hal itu? Di bawah ini adalah percakapan ala kadarnya antara sosok itu (BA) dengan Asri (AN).

BA : Apa yang membuat kamu suka bersepeda? Adakah peristiwa yang begitu berkesan?
AN : Ada … kan, aku dulu suka senam. Nah, tiap minggu, sepulang senam aku selalu melihat banyak yang pakai sepeda sekeluarga. Yah, asa iri gitu … karena mereka terlihat menyenangkan. Bersepeda, teh, terasa bebas gitu, serasa dunia dalam genggaman (halah lebay). Akan tetapi memang begitu perasaan aku. Olahraga itu menyehatkan sambil bersenang-senang plus jalin relasi … juga mengasah kemampuan bersosialisasi.

BA : Berapa lama sejak kamu iri melihat yang bersepeda sampai akhirnya memutuskan untuk bersepeda?
AN : Sebulan. Eh, 3 minggu … langsung beli sepeda.

BA : Heuheuheu … mantabs! Terus senamnya masih jalan?
AN : Kemarin-kemarin masih jalan. Biasanya malam sepulang dari kantor. Tapi, sudah 2 kali bolong karena faktor pekerjaan. Kerjaan di kantor riweuh, apalagi baru dipindah. Tapi kadang-kadang, Sabtu masih suka.

BA : Pengalaman kamu bersepeda pertama kali bagaimana?
AN : Owh, waktu itu sama sepupu … rutenya Buahbatu, Lodaya, Burangrang, terus ke arah Dago weh lewat Riau. Tujuan akhir CFD buat makan hehehe …

BA : Perasaan kamu sendiri waktu itu gimana? Pernah berhenti karena kecapekan?
AN : Iyalah, berhenti buat minum. Capek dan pegel awalnya. Berhenti sebentar di Yogya Riau. Perasaan aku senang pagi-pagi menghirup udara yang masih bersih, jiwa terasa bebas lepas … wkwkk. Terus, seneng juga tiap ketemu grup yang bersepeda langsung ikut nyambung. Meski gak kenal juga tapi yah saling support gitu. Pokonya kalu tiap minggu sepedahan pasti langsung ikut gabung sama yang sepedaan gerombolan, siapapun itu.

BA : Dan ketika diajak Abang bergabung dengan komunitas pertama kali gimana?
AN : Berkesan banget, tuh. Apalagi pas ke Dago Pakar pake seli. Gak ada rasa bingung or takut, sih. Udahnya aja baru sadar pas orang-orang bilang, “Kamu pake seli ke Dago Pakar, emang bisa?” Waktu sebelum ketemu Abang, yah bersepeda aja jalan-jalan sekitar Dago dan makan di CFD. Hanya seperti itu. Setelah ketemu, baru deh ikut event yang di umumin di FB.

BA : Keputusan untuk bersepeda ke kantor?
AN : Terakhir kita ketemu, kan, yang pas makan di DU itu. Pertemuan itulah yang membuat aku mutusin kalau Senin mau pake sepeda ke kantor. Dan setelah dicoba, ternyatamenyenangkan. Jadi, deh, sampe sekarang. Alasan lainnya adalah karena aku kan dah susah bagi waktu buat ikutan senam. Jadi kalo pake sepeda tiap hari ke kantor, kan, lumayan olah raga juga.

BA : Oya, sudah berapa lama melakukan senam?
AN : Sejak tahun 2009. Aku senam 2-3 or 4 kali seminggu.

Itulah percakapan Asri dengan sosok itu meski belum semuanya terkuak. Namun, dari percakapan sederhana itu dapat disimpulkan bahwa aktivitas sepeda ke kantor pun bisa menggantikan senam atau olahraga lainnya. Bukan hanya itu saja, sepeda pun membawa manfaat dapat bergabung dengan komunitas sepeda yang lebih mengasyikkan. Dan memang, hanya di komunitas sepedalah sosok itu bisa merasakan kebersamaan yang lebih. Menurut kamu?[]

Baca juga artikel yang berkaitan atau melihat daftar isi

Advertisements

6 thoughts on “Asri: Dunia dalam Genggaman

  1. waduhhh … rasanya beberapa minggu ini selalu saja ada yang menulis tentang nikmatnya bersepeda …. *gegerungan* membuat napsu belajar naik sepeda semakin membara *emang masih bisa ya belajar? :(*
    emang sih keliatannya aja naik sepeda itu enaaaaak gitu deh, setuju sama teh Asri, serasa menggenggam dunia hehhe ga lebay kok itu. salut deh!
    semakin banyak orang yang mau bersepeda, semakin panjang umur bumi ini, dan diberkatilah orang-orang yang sudah terlebih dulu menularkan nikmatnya bersepeda 🙂

    *komat kamit baca mantra biar ada yang mau megangin belajar sepeda LOL*

  2. saya belum bergabung dengan komunitas manapun Bang,
    karena bersepedanya selalu dengan si kecil, walaupun rutenya lumayan jauh, tetapi yang jadi bos, kapan berhentinya, ya kondisi anaknya 😀

  3. >> niQue : Memang, masa untuk belajar sepeda itu selalu ada. Kalau tidak ada ya tidak ada perjuangan dong. Insya Allah akan selalu ada orang yang menularkan virus bersepeda ini hingga ke niQue juga. Hayu belajar!
    >> Lidya Fitrian : Makanya harus dibanyakin sepedanya biar polusinya juga makin berkurang. Kalau menunggu, siapa yang memulai?
    >> r10 : Harus dibiasakan ^_^
    >> ysalma : Itu juga sudah bagus, Teh. Lanjutkan!
    >> Rani Yulianty : Iya, emang sengaja dibikin ngiler. Insya Allah kebeli deh sepedanya biar bisa gowes bareng-bareng ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s