Belajar dari Serangga

Apakah kita merasa hebat sebagai manusia? Apakah kita merasa lebih baik sebagai makhluk hidup dibanding makhluk hidup lainnya. Ya, kita memang makhluk hidup yang diberikan kelebihan oleh Sang Maha. Salah satunya adalah bahwa kita diberikan akal pikiran. Tujuannya tidak lain agar kita mau berpikir tentang semua yang terjadi di sekeliling kita. Lalu, sudahkah kita berpikir tentang makhluk kecil yang sering ditemukan dalam kehidupan kita sehari-hari?

Kamu tentu sangat mengenal serangga, sebut saja nyamuk, lalat, capung, dan lain sebagainya. Tentunya mereka itu diciptakan bukan untuk disia-siakan tetapi untuk dipahami. Inilah mengapa Sang Maha mewanti-wanti dalam Al-Qur’an tentang perumpamaan nyamuk yang dibenarkan oleh orang beriman tetapi diingkari oleh orang kafir (QS 2: 26).

Lihat saja bagaimana lalat dapat terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Lihat juga capung yang dapat mengembara dengan kecepatan 40 km/jam. Atau lihat pula serangga yang lebih kecil lagi dengan kecepatan 50 km/jam. Jika dibandingkan dengan manusia mungkin hanya bisa disejajarkan kalau kita menggunakan pesawat jet. Namun jika dibandingkan ukuran pesawat jet dengan lalat, jelas bahwa lalat sebenarnya terbang lebih cepat daripada pesawat jet.

Pesawat jet menggunakan bahan bakar khusus untuk menggerakkan mesin berkecepatan tingginya. Daya terbang lalat pun memerlukan tingkat tenaga yang tinggi. Juga dibutuhkan sejumlah besar oksigen untuk membakar energi tersebut. Kebutuhan oksigen dalam jumlah besar ini dipenuhi oleh sistem pernapasan yang luar biasa di dalam tubuh lalat dan serangga lainnya. Inilah kebenaran yang diamini oleh orang-orang beriman.

Dari serangga, kita bisa belajar banyak hal. Dari serangga, kita bisa mengenal diri sendiri siapa kita sebenarnya. Jadi, jika kita begitu mudah membunuh lalat atau nyamuk dan menganggap mereka sebagai serangga pengganggu, sudahkah kita belajar memahami bagaimana mereka diciptakan? Dan … bisakah kita menciptakan serangga? Wallahu’alam.[]

Baca juga artikel yang berkaitan atau melihat daftar isi

Advertisements

5 thoughts on “Belajar dari Serangga

  1. Jujur, baru terfikir sekarang jika pesawat jet kalah cepat terbangnya dengan lalat. Hmm…. memang seharusnya kita terus saja belajar dari apa yang ada di sekitar kita, ya.

  2. >> Susindra : Kadang kita memang sering tidak melihat dengan sesuatu yang sering lewat di depan kita. Ini hanyalah pengingat sederhana, Teh.
    >> Lidya Fitrian : Hehehehehe … bisa aja.

  3. iya baru kepikiran setelah baca artikel ini…ternyata kemampuan manusia bikin pesawat jet masih kalah hebat dgn lalat……hmmm berarti manusia ngga boleh sombong yachh….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s