Manajemen Perubahan

Telah dijelaskan di Berubah atau Diam Menangisi Nasib bahwa berubah itu harus dilakukan agar hidup kita bisa menjadi lebih baik lagi. Banyak contoh orang-orang yang telah mencicipi indahnya perubahan. Presiden Prancis Jacques Chirac pernah mengatakan saat mengadakan kunjungan ke Amerika Serikat, “Selama empat puluh tahun, saya bekerja di restoran milik Howard Johnson. Ketika itu, saya pribadi tidak pernah berangan-angan satu kali pun untuk bisa berdiri di White House mendampingi Presiden AS dalam sebuah konferensi pers resmi kenegaraan.”

Lihatlah Nelson Mandela yang selama 28 tahun usianya dihabiskan di salah satu penjara Afrika Selatan. Meski begitu, ia telah menjadi ikon perubahan. Hingga akhirnya pemerintah apartheid yang berkuasa terpaksa membebaskannya dari penjara. Ia pun makin dikenal sementara penguasa yang dulu memenjarakannya terlupakan begitu saja. Atau lihatlah Margareth Thatcher yang sebelum menjadi Perdana Menteri Inggris adalah seorang pelayan toko minyak wangi di salah satu pusat perbelanjaan London.

Di dunia internet, kita bisa belajar dari perusahaan American on Line (AoL) yang terbilang baru saat memasuki bursa di bulan Maret 1992. Dalam tempo tiga tahun, harga sahamnya langsung melonjak dari 8 US Dolar menjadi 90 US Dolar. Lihat pula perusahaan Global Link, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penerjemahan, yang mampu mencapai laba hingga 1.500% dalam waktu singkat.

Yang paling mencengangkan adalah sebuah laporan dari sebuah majalah, yaitu tentang persaingan bisnis antarperusahaan komputer IBM dan Microsoft. Microsoft berhasil meraup miliaran dolar dalam seminggu dari produk-produk program komputer, yang ternyata berhutang budi kepada perusahaan IBM. Padahal awalnya IBM memesan program DOS yang menjadi cikal bakal perangkat lunak PC. Program DOS ini pun hanyalah tiruan dari produk IBM yang disempurnakan Microsoft hingga kemudian menyempurnakannya kembali dengan jualan Windows pada 1991.

Proses perubahan membutuhkan tipe-tipe orang yang cerdas dan tangkas, memiliki cita-cita tinggi, tidak merasa puas dengan realitas yang cenderung bengkok, tidak tunduk pada realitas yang takberkualitas. Jiwa-jiwa mereka malah terbang tinggi ke angkasa. Cita-cita mereka laksana gunung yang kokoh taktergoyahkan. Mereka pun terus menerus bergerak takkenal rasa lelah, takkenal bosan dan pasrah. Inilah pribadi-pribadi tangguh yang siap menantang karang yang menghadang dan menghancurkannya.

Mereka beranggapan kebahagiaan ada dalam ongkang kaki, pangku tangan, dan kepasrahan. Atau dalam kehidupan bersama keluarga, bukan kehidupan mandiri yang penuh tantangan. Atau dalam sesuap nasi yang datang dengan sendirinya bukan dari hasil jerih payah dan peluh keringat. Atau dalam kelambanan diri, bukan pada ketangkasan dan kesigapan hidup.

Atau dalam sikap yang latah gampang ikut-ikutan, bukan pada kehidupan yang penuh gejolak dan reaksi. Atau dalam perjalanan meniti jalan orang-orang yang taktentu arah, bukan pada perjalanan dimana dirimu menjadi pemimpin. Atau dalam teriakan pengikut setia, ‘Hidup….’ Atau dalam kehidupan yang disetir bukan engkau yang menyetir.

Aku katakan, hidup adalah bergerak. Tidak ada kata diam apalagi berpangku tangan. (Prof. Dr. Yusuf Al-Qardhawi)

Jadi, bagaimana dengan kamu?

Baca juga artikel yang berkaitan atau melihat daftar isi

Advertisements

7 thoughts on “Manajemen Perubahan

  1. terkadang kita takut untuk maju kedepan bang lantaran takut perubahan apa yang akan terjadi, cocok bagi kita tau justru malah membuat kita jadi lebih sengsara.
    Intinya mungkin berfikiran positif aja kali ya Bang…bahwa emang perubahan ituy perlu bila kita ingin maju.

  2. wah inspiratif sekali bang…jadi lebih bersemangat lagi menghadapi kehidupan, bekerja untuk keluarga dan anak tercinta..:)
    btw kapan hari itu ditempat aku kerja ada yang tanya, kenal ma bang aswi yah?? dari mana mbak kenal?? aku jawab dari nge-blog..oo kenapa..nggak pa pa gitu dia bilang..mungkin gara gara tulisan untuk sosok gadis kecil yang telah dipanggil Allah swt waktu lalu…bang aswi re post diblog kapan hari,..
    btw bang aswi dari bintan juga kah>??? kok anaknya ada yang diberi nama Bintan?? waduh koment apa posting nieh panjang amat..
    salam dari bintan yah bang..:)

  3. >> IbuDini : Iya, berpikir positiflah terhadap perubahan yang akan terjadi. Plus sudah banyak orang yang terlalu nyaman dengan kondisi statis kita. Itu masalahnya.
    >> mama-nya Kinan : Insya Allah selalu semangat untuk keluarga mah. Hehehehe, dia kenal dari mana ya? Mudah2an jadi tambah saudara. Bukan, cuma mertua pernah kerja di Bintan sehingga meminta nama anak saya dengan nama Bintan. Hehehehe, terima kasih yang Mama Kinan ^_^

  4. ooo gitu tho ceritanya..saya juga nggak tahu, kawan saya itu kenal dari mana sama bang aswi..mungkin diam diam kawan saya itu blogers jg kali hehehe..yo wis..suwun bang aswi..:)

  5. >> mama-nya Kinan : Iya, diam2 ada juga yang kenal saya dan kenal Mama Kinan nih. Mudah2an pengagum yang positif ^_^ Suwun kembali ya …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s