Irma: Enjoy Bersepeda

Sebelumnya sosok itu pernah bercerita tentang Asri, pesepeda wanita (yang kebetulan) sekantor dan kemudian menjadikan gaya hidup bersepeda sebagai bagian dari hidupnya saat ini. Dan kemarin, saat bersepeda santai bersama Lotte Mart Soetta, sosok itu kembali menemukan sosok pesepeda wanita yang luar biasa. Diantara banyak wanita sebayanya yang lebih senang menggunakan motor, gadis keturunan Tionghoa Sunda ini malah memilih sepeda sebagai teman kencannya sehari-hari.

Selidik punya selidik, ternyata ia baru bersepeda selama 2 (dua) bulan ini, tepatnya sejak 22 Mei 2011. Irma Davita, nama pesepeda wanita yang kini menjadi profil kali ini, menceritakan bahwa awal-awal bersepeda dimulai dari kesenangannya mencari tempat kuliner baru pas jam makan siang. “Kalo pake angkot kan repot, yah, harus naik berkali-kali. Belum kalo naik angkot kan kadang suka ngetem dan macet, apalagi kalo tempat (kulinernya) nyempil-nyempil gitu. Terus kepikiran kayaknya kalo punya sepeda seru, yah. Aku tuh gak bisa naik motor dan gak minat buat beli motor. Ya udah, akhirnya bertekad harus punya sepeda hehe….”

Keingingan Irma untuk memiliki sepeda juga karena hatinya merasa panas melihat sepeda mantan bosnya yang terparkir di rumahnya. Ia juga panas melihat anak SMU yang tiap hari bersekolah dengan bersepeda. Dan ketika keinginannya tercapai untuk membeli sepeda meski dengan perjuangan (menabung), tetap saja ada pengalaman unik di sana. Bersama seorang kawan dengan naik motor, ia pun membeli sepeda di daerah Jl. Veteran. Meski terakhir bersepeda adalah waktu zaman SD dulu, Irma memberanikan diri langsung menggowesnya di jalan raya meski deg-degan. Sampai Jl. Paledang sudah gempor kakinya dan langsung istirahat makan. Kawannya malah menertawakan dan bertanya apa masih kuat sepedaannya. Merasa masih kuat, Irma terus menggowes hingga sampai Jl. Jakarta untuk membeli sesuatu. Di sana, ia pun menyerah dan menyerahkan sepedanya untuk dibawa pakai motor hingga sampai Jl. Kesatriaan dan terus digowes lagi sampai ke rumahnya di Cibeureum.

Alasan lainnya mengapa Irma lebih memilih bersepeda adalah ajakan dari seorang kawan untuk mendaki Gunung Semeru. Dia memang sangat senang dengan kegiatan petualangan sehingga ajakan itu pun diiyakan. Otomatis, persiapan fisik pun harus dilakukannya agar tidak memberatkan kawan yang mengajaknya. Persiapan fisik yang dimaksud tentu saja olahraga dan olahraga yang dipilihnya adalah bersepeda. “Udah mah saya emang dah ngiler pengen punya sepeda, tambah lagi ada event yang mengharuskan saya buat olahraga. Dari semenjak saya beli sepeda, tuh, ada-lah 3 minggu lagi ke hari H-nya mau ke Semeru. Ya udah saya genjot terus tiap hari sepedahan ke kantor.”

Namun, niatan ke Semeru itu gagal karena gunung yang bersangkutan sedang dalam lampu merah dimana tidak aman untuk pendakian. Irma tentu saja kecewa tapi kegiatan bersepedanya tidak. Ia sudah terlalu enjoy untuk bersepeda. Fisiknya pun jadi lebih segar dan lebih sehat. Setahun belakangan entah mengapa ia memang mudah sakit, tetapi sejak bersepeda penyakit itu pun makin jarang menghampirinya. Sampai kemudian ia pun mencari info tentang kegiatan bersepeda dan komunitas sepeda sebagai rasa penasarannya. Dan jadilah ia bergabung dengan Bike to Work (B2W) Bandung.

Irma mengakui, kadang ia sendiri merasa kurang keseimbangannya saat bersepeda. Ia beberapa kali hampir menyerempet mobil yang sedang parkir atau takberani mengendarai sepeda di gang sempit sehingga terpaksa berhati-hati. Sosok itu membesarkan hati Irma bahwa hal itu mungkin karena masalah keterbiasaan saja. Kalau sudah terbiasa mungkin tidak lagi menjadi masalah. Berpikir positif bahwa kita bisa bersepeda dengan baik akan membuat cara kita bersepeda menjadi lebih aman dan nyaman. Irma pun mengiyakan dan semangat untuk terus membiasakan diri bersepeda di jalan raya.

Banyak hal yang patut disyukurinya pada tahun ini selain punya sepeda dan bisa bersepeda ke kantornya di Direktorat Pengembangan ITB, salah satunya adalah keberhasilannya berjilbab sejak Februari 2011. Lulusan Arsitektur UPI ini begitu merasakan kenyamanan berjilbab sejak membaca sebuah notes seorang mualaf yang mengatakan bahwa perbedaan seorang Muslim dan Non-Muslim adalah pada jilbabnya. Doakan ya semoga Irma bisa istiqamah dengan pilihannya ini.

Harapan Irma, meski dia belum terlalu lama bersepeda, Pemkot Bandung bisa menyediakan fasilitas dan memberikan kenyamanan bagi para peseda. Pada saat bersepeda betapa ia mengalami diskriminatif selama bersepeda di jalan raya. Ia bersyukur sekarang sudah ada jalur sepeda meski belum maksimal dan juga tersedianya Car Free Day (CFD). Yang jelas ia begitu senang dan enjoy dengan bersepeda, lalu banyak bersilaturahmi dengan banyak orang dari kegiatan bersepeda ini. Hal terakhir inilah yang membuatnya begitu betah bersepeda di Bandung.

Nah, Irma begitu enjoy dengan kegiatan bersepedanya. Bagaimana dengan kamu? Kegiatan apa yang membuat kamu lebih enjoy?[]

Baca juga artikel yang berkaitan atau melihat daftar isi

Advertisements

16 thoughts on “Irma: Enjoy Bersepeda

  1. makasih bang tulisannya 🙂
    ayo dong, uthe..sepedahan..hehe *virus ak krng kenceng hehe

  2. penginnya saya juga bersepeda ke PT, tapi nggak sanggup lihat medannya hheheehe..ngeles.com..tapi kawan kawan enginer kayaknya sudah ada yang mulai bersepeda walaupun hanya untuk hari hari tertentu..kayaknya sudah ada 3 orang di tempat saya bekerja.:)
    selamat bersepeda untuk semuanya..

  3. Salut deh buat perjuangannya buat persiapan pendakian ke Gunung Semeru dengan rutin bersepeda. Meski rencana gagal, aktivitas bersepeda tetap di teruskan. Jadi bisa mengurangi polusi di Kota Bandung dan bisa menjadi contoh bagi yang lain untuk bersepeda.
    Kalau saya sih suka jalan kaki aja kalau ke tempat kerja soale deket.

  4. kegiatan yang buat aku enjoy adalah baca buku seharian, dengan hot coklat, coklat serta cuaca yang adem menemani 😀 tapi jarang banget dapat waktu seperti itu.
    Iri deh lihat irma bisa mewujudkan sepedaan, lah saya niat dari jaman bahela kaga ter realisasi 😀

  5. waah jadi pengen benerin sepeda gw lagi yg udah karatan di rumah….ajak2 ma kalo sesepedahan

  6. >> adeinisme : Sudah disampaikan.
    >> uthe : Dicoba aja, Uthe. Kalau belum dicoba kan tidak tahu …
    >> irmutmarmut : Sama-sama, Irma. Ini hanya penyemangat saja agar terus mau bersepeda ^_^
    >> Jeri Adiyanto : Apalagi yang tidak mantap!
    >> Deri Ismail Akhsan : Iya, setuju banget hehehehe …
    >> mama-nya Kinan : Semua itu kadang hanya alasan belaka. Kalau belum dicoba mana tahu, Mama Kinan. Yuk, dimulai … Salam sepeda juga!
    >> Mas Jier : Kalau rada jauhan, yuk ah bersepeda …
    >> nonaManis : Itu pun juga nikmat. Yummy!
    >> Helmi Nopiansyah : Berminat, Mi … ^_^
    >> grend : Hayuuu dibenerkan!
    >> lidya : Alvin juga sebentar lagi gedhe, Teh hehehe …

  7. wah banyak yg komen hehe..tengkyu2.. 🙂
    bwt nonamanis..saya jg suka baca buku sambil minum hot coklat hehe..psti bisa ko kalo disempet2in,asal bnr2 niat aja 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s