EYD dan Tulisan yang Bagus (Bagian 2)

Sebelumnya, telah dijelaskan pada tulisan Mari Ber-TEORI dan Lupakan Titik Koma bahwa pada saat menulis lupakan titik dan koma. Menulislah apa adanya dan nikmati suasana itu tanpa harus memikirkan aturan-aturan yang membuat irama lagu di kepala kamu itu menjadi berantakan. Menulislah apa yang menurut kamu itu baik dan benar. Setelah itu, baru kita bermain pada beberapa poin di bawah ini.

EYD Lupakan Sejenak

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik. Selanjutnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarluaskan buku panduan pemakaian berjudul “Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan”.

Pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, menerbitkan buku “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. 0196/1975 memberlakukan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah”.

Beberapa perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah sebagai berikut.

  • ‘tj’ menjadi ‘c’: tjutji menjadi cuci
  • ‘dj’ menjadi ‘j’ : djarak menjadi jarak
  • ‘j’ menjadi ‘y’ : sajang menjadi sayang
  • ‘nj’ menjadi ‘ny’ : njamuk menjadi nyamuk
  • ‘sj’ menjadi ‘sy’ : sjarat menjadi syarat
  • ‘ch’ menjadi ‘kh’ : achir menjadi akhir

Nah, memang begitu kalau kita bicara masalah EYD karena ada begitu banyak aturan yang harus dipahami. Buat yang baru memulai menulis, kamu tidak perlu memusingkan hal itu. Lupakanlah dulu EYD barang sejenak sebab ada saatnya kamu diizinkan untuk merevisi tulisan kamu. Biarkan tulisan kamu terselesaikan hingga akhir. Kalaupun kamu kurang puas dengan tulisan kamu dan ingin menyesuaikannya dengan EYD, kamu bisa merevisinya di akhir.

Beberapa contoh acuan EYD yang terbaru adalah sebagai berikut.

  • Sekedar menjadi sekadar
  • Hembus menjadi embus
  • Ekstrim menjadi ekstrem
  • Mempunyai menjadi memunyai

Nah, aturan itu pun hanya sebagian kecil dari aturan EYD yang lumayan banyak. Misalnya saja pemenggalan kata. Pokoknya, kalau kamu belajar EYD duluan, dijamin akan pusing dan malah membuat semangat menulis jadi menurun. Oleh karena itu, menulis saja dahulu, sementara lupakan EYD dan buang jauh-jauh.

Orang Bilang Nggak Bagus? Yang Penting Nulis!

Beberapa penulis mengatakan bahwa ada ketakutan dikritik kalau tulisannya tidak bagus? Wah, jangan sampai, deh! Karena hal itu yang bakalan jadi penghambat kamu untuk segera menulis. Mau menyamakan diri dengan penulis profesional? Wah, jangan dulu, deh. Proses yang dilalui oleh mereka sudah cukup panjang. Mereka sudah banyak makan asam garam, jadi jelas saja kenapa tulisan mereka nyaris tanpa cacat. Untuk kita yang pemula, puas dengan hasil karya kita juga tidak bagus karena akan membuat kita tidak termotivasi untuk menaikkan kualitas tulisan, tapi kalau terlalu takut dikritik jelek juga tidak bagus. Nanti, kapan kita bakal nulis kalau begitu?

Bagus atau tidak bagus sangat relatif. Bisa jadi tulisan kamu akan dinilai bagus oleh si A, tetapi dinilai jelek oleh si B. Perbedaan ini tentu saja diakibatkan oleh apresiasi yang berbeda untuk tiap-tiap orang. Kendati oleh orang yang paham akan tulisan sekalipun, komentarnya pasti berbeda-beda. Untuk beberapa orang juga berbeda dalam memberikan kritikan. Ada yang hati-hati karena ingin memberikan motivasi, tetapi ada juga yang blak-blakan kendati tidak salah.

Sebuah kritikan memang dilema. Di satu sisi kritikan bisa bernilai positif karena sifatnya yang membangun, tetapi di sisi lain juga bisa bernilai negatif karena menjadi bumerang yang membuat si penulis menyerah kalah. Nah, gimana strateginya agar kamu bisa ’tahan’ terhadap kritikan itu? Pertama, kamu bisa menyimpan baik-baik hasil tulisan yang kamu buat. Jangan pernah memberikannya kepada orang lain untuk dikritik, bahkan jangan sampai hasil tulisan itu terbaca oleh orang lain. Makanya, cara menyimpan hasil tulisan kamu juga harus hati-hati. Kalau diketik pakai komputer, simpan di folder rahasia kamu. Kalau perlu di-hide agar orang lain benar-benar tidak tahu tempatnya. Tulislah sebanyak-banyaknya dan simpan hasilnya sampai kamu merasa siap untuk dikritik.

Kedua, jika kamu telah siap dikritik, carilah orang terdekat yang benar-benar tahu kondisi kamu sebenarnya. Dia bisa saja sahabat, kakak kandung, ibu, atau siapapun yang paling mengerti tentang kemauan kamu yang ingin menjadi penulis. Dia harus tahu kondisi kamu karena sebagai penulis pemula tentu kamu mengharapkan dorongan atau motivasi. Nah, orang terdekat itu harus bisa mengkritik secara bijaksana dengan memberikan masukan dari kekurangan atau kesalahan tulisan kamu sehingga kamu pun benar-benar termotivasi untuk terus menulis. Jangan sampai kritikan pertama dari orang terdekat kamu adalah yang malah menjatuhkan semangat. Bahaya, kan?

Ketiga, jika kamu sudah semakin benar-benar siap menerima kritikan yang lebih banyak lagi dan ’sedikit’ tajam, maka sebarkanlah pada teman-teman terdekat seperti teman-teman di kelas atau teman-teman di lingkungan terdekat. Atau bisa saja langsung dikirim ke mading sekolah. Nah, kalau cara ini sudah mantap dan kamu semakin ’tegar’ menghadapi kritikan, tidak salahnya kamu mulai membidik pasar yang lebih luas seperti koran, tabloid, atau majalah yang bertaraf lokal maupun nasional.[]

Bagian 3: Sistematis dan Mengikuti Kata Hati

Baca juga artikel yang berkaitan atau melihat daftar isi

Advertisements

4 thoughts on “EYD dan Tulisan yang Bagus (Bagian 2)

  1. >> bunga : Ya, semua penulis harus siap terima kritik. Apalagi blogger yang sudah berani memajang tulisannya di dunia internet.
    >> Asop : Yups, jangan pantang menyerah.
    >> r10 : Seharusnya jadi gak sembarang asal ngomong atau ngritik kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s