Humor ala Kabayan

Kabayan adalah salah satu figur orang Sunda yang sangat kental dengan humor. Ia lugu, namun di balik keluguannya tersimpan kebijaksanaan yang dalam. Ia juga bisa licik, karena itu bisa menempuh cara apa pun untuk mewujudkan cita-citanya. Ya, Kabayan bisa menjelma siapa saja. Ia bisa berada pada pihak yang benar, tetapi ia pun bisa berada pada pihak yang salah. Ia bisa pada sisi yang terang, namun takjarang ia pun ada pada sisi yang gelap. Kabayan adalah representasi orang-orang yang ada di dunia ini, siapa pun orangnya.

Profil Kabayan selalu muncul pada ranah cerita di tatar Parahyangan dan karena itulah menjadi ikon yang takbisa dilepaskan dengan budaya Sunda. Pada umumnya, Kabayan selalu muncul sebagai orang kecil atau orang desa, bukan orang perkotaan. Mungkin kita mengenal sosok Nasrudin Hoja pada budaya Timur Tengah atau sosok Ali Baba pada kisah 1001 malam. Namun, Kabayan bisa menjelma siapapun, termasuk profesi kamu.

Di bawah ini, terdapat dua kisah Kabayan dengan dua profesi yang berbeda. Coba, nikmatilah humor-humor Kabayan ini dengan hati lapang agar secara tidak sadar kamu bisa tersenyum seperti yang telah diterangkan pada postingan sebelumnya. Jika ada nilai yang terkandung di dalam humor-humor ini, beruntunglah karena bisa memetik pelajaran berharga. Selebihnya, tersenyumlah, karena dengan hal sederhana itu pun kamu sudah mengubah wajah dunia.

Baru Kerja

Karena ada kerjaan yang tidak bisa ditinggal, Iteung harus bekerja sampai larut malam di kantornya. Setelah selesai, Iteung terpaksa menghentikan taksi untuk mengantarnya pulang. “Kebon Jeruk ya, Pak,” ujarnya cepat karena kondisi badan yang sudah lelah.

Sopir taksi yang tidak lain adalah Kabayan hanya menggangguk. Selama perjalanan tidak terjadi percakapan antara Iteung dan Kabayan, mungkin Iteung merasa capek karena bekerja sampai larut malam. Dua puluh menit lamanya keheningan itu terjadi. Tiba-tiba saja Iteung ingat bahwa uang yang dibawanya kurang untuk membayar ongkos taksi. Iteung pun langsung menepuk pundak Kabayan dengan maksud berhenti dulu di depan untuk mengambil uang di ATM.

Setelah pundaknya ditepuk oleh Iteung, Kabayan tiba-tiba saja secara membabi buta membanting setirnya ke kanan dan kiri sambil berteriak histeris, sampai akhirnya taksi itu menabrak sebuah pohon.

Untung Iteung dan Kabayan tidak mengalami luka yang cukup parah. Kabayan pun kemudian meminta maaf kepada Iteung, “Maaf ya, Neng. Eneng nggak apa-apa, kan? Eneng sih pake nepuk pundak segala. Saya kan kagetnya setengah mati, Neng!”

“Lho, masa sih ditepuk pundaknya saja kaget?” tanya Iteung tidak mengerti.

“Soalnya ini hari pertama saya jadi sopir taksi, Neng,” jawab Kabayan merasa bersalah.

“Emangnya pekerjaan Bapak sebelumnya apa?” tanya Iteung penasaran.

Kabayan pun menjawab, “Selama 20 tahun ini saya jadi sopir mobil jenazah, Neng.”

Konstipasi

Kabayan yang saat ini menjadi salah seorang pekerja konstruksi mengeluh pada seorang dokter. Katanya, “Dokter, saya tidak bisa buang air besar (konstipasi).”

Dokter pun segera memeriksanya selama beberapa menit, kemudian berkata, “Berbaringlah.”

Setelah Kabayan berbaring, tiba-tiba saja sang dokter langsung memukul pantatnya dengan pemukul baseball.

“Wadoooh!” teriak Kabayan menjerit merasa kesakitan. “Kenapa saya dipukul, Dok?” tanya Kabayan dengan raut wajah merah.

“Sudah, jangan banyak tanya,” jawab dokter itu cuek, “sekarang kamu ke kamar mandi sana!”

Setelah beberapa menit, Kabayan keluar dari kamar mandi dengan wajah cerah. Katanya, “Dok, saya sudah merasa baikan. Apa yang harus saya lakukan kemudian? Yah, minimal agar saya tidak sakit kayak begini lagi.”

Dokter itu pun menjawab, “Setelah buang air besar, sekalah dengan kertas tisu atau air yang sudah tersedia. Jangan menyekanya dengan kertas semen!”[]

Baca juga artikel yang berkaitan atau melihat daftar isi

Advertisements

5 thoughts on “Humor ala Kabayan

  1. >> Mabruri Sirampog : Iya, kemana ya?
    >> Desri Susilawani : Heuheuheuheu, enak pastinya kalau ngebaca yang versi Sunda-nya.
    >> Asop : Ali Baba dan Abu Nawas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s