(Masih) tentang Kabayan

Businessman

Kabayan baru saja memulai perusahaannya. Dia menyewa kantor yang apik dan mengisinya dengan perabotan kantor yang antik. Saat menikmati kantor barunya dengan memainkan kursi, Kabayan melihat ada orang yang akan masuk ke dalam kantornya. Dengan penuh gaya dan berharap akan dipandang hebat, Kabayan segera mengangkat telepon dan berpura-pura sedang mengerjakan proyek besar. Dia mengatakan kalau perusahaannya bisa dipercaya dan semua kliennya adalah perusahaan ternama, serta belum pernah gagal dalam mengerjakan proyek.Pada akhirnya, Kabayan meletakkan telepon dan bertanya pada orang yang datang itu, “Apa yang dapat saya bantu?”

Orang itu pun menjawab, “Ya, saya ingin mengaktifkan saluran telepon Anda.”

Karyawan Stres

Seorang manajer baru saja tiba di kantornya. Dia melihat salah seorang karyawannya, Kabayan, yang sudah duduk di belakang meja terlihat stres, dengan wajah yang hampir memutih dan penampilan yang tidak sedap dipandang.

Sang manajer pun kemudian memberikan masukan, “Sepulang dari kantor, setiap dua minggu sekali saya selalu meminta istri saya untuk memanjakan saya. Luar biasa, cara itu benar-benar membantu saya menghilangkan tekanan pekerjaan yang berat. Sekali-kali, cobalah cara itu, Kabayan.”

Dua minggu kemudian, saat sang manajer baru tiba di kantornya, dia melihat Kabayan sudah terlihat bahagia dan siap bekerja dengan giat. Kertas-kertas faksimili sudah dipersiapkan dan komputer pun menyala dengan beberapa program sudah dibuka.

Kata sang manajer, “Tampaknya kamu telah mengikui anjuran saya, Kabayan.”

“Tentu saja,” jawab Kabayan tersenyum. “Benar-benar luar biasa! Ngomong-ngomong, saya tidak pernah tahu kalau Bapak mempunyai rumah yang begitu menyenangkan.”

Tidur

Kabayan mempunyai masalah tidur. Dia selalu bangun kesiangan dan akhirnya selalu terlambat masuk kantor. Bosnya tentu saja menjadi marah dengan kelakuannya tiap hari itu, dan mengancam akan memecatnya kalau Kabayan tidak mau memperbaiki kesalahannya. Dengan terpaksa, Kabayan segera menemui dokter dan menceritakan masalahnya. Sang dokter pun segera memberinya beberapa pil agar diminumnya sebelum tidur. Pada akhirnya, Kabayan berhasil tidur dengan nyenyak dan bisa bangun pagi. Dia pun menjadi semangat karena bisa sarapan dan langsung berangkat kerja dengan gairah yang tiada tara.

“Bos,” kata Kabayan pada bosnya, “Obat yang diberikan dokter itu memang mujarab.”

Sang bos pun tersenyum, “Tidak masalah. Tetapi … kemana kamu kemarin? Mengapa kamu tidak masuk kerja?”[]

Baca juga artikel yang berkaitan atau melihat daftar isi

Advertisements

3 thoughts on “(Masih) tentang Kabayan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s