Menulis dengan Pensil Ajaib

Menulis adalah sebuah profesi. Bahkan, menjadi seorang penulis adalah unik. Ia bisa menjangkau seluruh profesi. Polisi, hakim, guru, pedagang, tukang becak, atau bahkan nelayan sekalipun membutuhkan keterampilan menulis. Paling tidak, menulis diperlukan saat membuat surat cinta, surat sakit, atau surat formal untuk mengurus keluarga.

Menulis pun telah tersirat dalam Al-Quran, khususnya pada ayat-ayat pertama yang diturunkan (QS Al-Alaq, 96). Setelah membaca  (ayat 1), kita diperintahkan untuk memperhatikan aktivitas menulis (ayat 4). Para ulama pun telah mencontohkan berapa banyak karya tulis mereka selama hidupnya sehingga bisa sampai kepada kita meski terpisahkan ribuan tahun sekalipun.

Karya tulis adalah bagian dari kehidupan kita yang berpendidikan. Kerangkanya sendiri begitu unik, yaitu kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, landasan teori, isi, penutup, dan daftar pustaka. Bab pendahuluan sendiri terbagi atas latar belakang, identifikasi, tujuan, dan metode penelitian. Sedangkan bab penutup terbagi atas simpulan dan saran.

Begitu mudah, kan? Akan tetapi semua itu takbermakna kalau tidak memahami dasar menulis. Konsepnya adalah bagaimana kita bisa menulis dengan baik. Selain memahami dan menguasai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) yang pernah dipelajari melalui pelajaran Bahasa Indonesia, menulis juga harus dikuasai dengan praktik. Ya, praktik yang tidak sekadar seminggu menulis selesai. Akan tetapi harus dibiasakan setiap harinya.

Menulis itu mudah asal dibiasakan setiap hari. Mendengar kata ‘setiap hari’ memang menakutkan. Padahal cukup menyediakan waktu beberapa menit saja setiap harinya. Misal, 15 menit setiap hari setelah shalat Subuh. Atau 15 menit sebelum tidur. Apa susahnya? Jika sudah terbiasa, tentu akan lebih mudah jika ditambahkan menjadi 30 menit setiap harinya. Agendakan kegiatan menulis itu setiap harinya.

Apakah menulis itu harus di depan komputer? Tidak. Teknologi itu baru ada sekarang. Gunakan saja perangkat sederhana yang sudah ada sejak dahulu kala, yaitu pena dan kertas. Jadi, mengapa menulis itu dianggap sulit? Biasakan diri membawa notes dan pulpen kemanapun kamu pergi. Catat semua kejadian yang kamu anggap penting dan perlu. Mudah, kan?

Jika sudah, gunakan PENSIL AJAIB. Apa pula ini? Pensil Ajaib adalah akronim dari PENgetahuan, SILaturahmi, Aksi & JAlani, dan IBadah. Empat metode Pensil Ajaib itu sangat mudah kamu pelajari agar dapat menulis dengan baik. Pengetahuan jelas penting, sebagai bahan kamu menulis. Caranya bisa dengan banyak membaca. Silaturahmi adalah kunci menggandakan manfaat. Kamu bisa banyak bertanya atau banyak belajar dari kawan-kawan ataupun para guru. Aksi & Jalani adalah kata lain dari praktik. Kalau sudah tahu teorinya tentu akan lebih memahaminya dengan mempraktikkannya. Menulislah setiap hari. Dan ibadah adalah kunci pembuka hati. Kita semua adalah makhluk, sehingga sudah selayaknya mengembalikan semuanya pada Sang Maha.[]

NB: Tulisan ini disampaikan oleh Bang Aswi pada Pelatihan Menulis Karya Ilmiah di SMU Nurul Fikri Boarding School (Lembang, 05 Agustus 2011)

Baca juga artikel yang berkaitan atau melihat daftar isi

Advertisements

10 thoughts on “Menulis dengan Pensil Ajaib

  1. Segala sesuatu emang kudu dimulai dari dasarnya apa ya Bang…maka baru semua bisa berjalan dgn baik.

    Jika aku menggunakan Pensil ajaib ini semoga saja tulisanku bisa diterima baik oleh sahabat-sahabat.

  2. sharing yang bagus Bang, saya juga seneng menulis, walau mulanya dr tulisan curhat2an, ya siapa tau bisa menjadi penulis yaa *Afirmasi 😀

  3. saya kira pensil ajaib apa bang .. ternyata .. luarbiasa.
    PENgetahuan .. SILaturahmi .. Aksi Jalani .. Ibadah.
    Bener bang, dibiasakan setiap hari, disempatkan .. jauhkan malas. Lama-lama pandai juga menulis

  4. suka banget dengan postingan ini,..aku suka ngintip2 halaman rumah bang aswi. selalau ada hal baru yang terkorek disini. bang aswi jadi dosen aja deh hehehehe..ntar aku jadi muridnya:)

  5. Assalamu’alaikum…
    Bang Aswi jazakallahu kairan katsiran sudah berkenan mengisi materi untuk anak-anak saya. Alhamdulillah semangat menulisnya akan semakin menyala, dan mudah-mudahan kami semua di sini para asatidznya mampu meyulut semangat itu.
    Makasih materinya… Pensil Ajaibnya luar biasa…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s