Lebaran Hijau

Apa yang kamu pikirkan tentang dua kata di atas? Memang lebaran hijau itu ada? Bagi beberapa orang bisa jadi lebaran hijau adalah konsep berlebaran di alam. Bukan hanya kembali ke kampung halaman tetapi berlebaran dengan lingkungan yang lebih alami, tanpa sesuatu pun yang berbau perkotaan. Namun bukan itu yang dimaksud oleh lebaran hijau di sini.

Lebaran hijau di sini adalah bagaimana berlebaran tanpa harus menyampah. Hal ini dimungkin setelah menonton “Story of Stuff” pada saat buka bersama di Common Room, Minggu kemarin. Film ini bercerita bagaimana semua barang itu pada akhirnya akan menghasilkan sampah yang lambat laun juga merugikan manusia itu sendiri. Di sinilah makna lebaran hijau yang dimaksud.

lebaran-hijau-1

Lebaran (plus Ramadhan), selalu berkaitan erat dengan baju baru atau barang baru, makanan berlimpah, uang amplop, mudik, dan yang berkaitan dengan itu semua. Semua aktivitas itu sudah pasti akan menghasilkan sampah yang tidak sedikit. Nah, di sinilah pentingnya ada konsep “Lebaran Hijau”. Semuanya bisa dimulai dari diri kita sendiri, dari keluarga kita, dan mengimbas pada lingkungan di sekitar kita.

Salah satu contohnya adalah tidak membeli baju baru kecuali sudah mengeluarkan baju-baju bekas yang layak pakai alias disedekahkan. Mengapa tidak budaya menyedekahkan baju-baju layak pakai sepanjang Ramadhan mulai dimunculkan? Makanan untuk lebaran bisa dipilih yang dimasak sendiri tidak instan membeli di pertokoan (yang cenderung memakai kemasan plastik atau kaleng). Sampah makanan pun harus diperhatikan dengan mengemasnya mengingat tukan-tukang sampah pada libur juga. Tradisi Syawalan juga bisa diterapkan agar kita semua tidak langsung membabi-buta memakan makanan lebaran yang berlimpah.

lebaran-hijau-2

Mungkin tradisi uang amplop sudah berkurang tetapi bagi yang masih menggunakannya, bisa langsung diberikan saja tanpa amplop mengingat banyaknya sampah amplop yang dihasilkan. Mudik merupakan budaya yang luar biasa bagi bangsa Indonesia. Meski melelahkan (dan pastinya iya) lebih baik menggunakan kendaraan umum atau bisa nebeng dengan siapapun yang bisa daripada harus menggunakan kendaraan pribadi yang pastinya akan menghabiskan sampah asap polusi. Untuk hal ini tentu harus bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.

Lalu bagaimana dengan di rumah kita sendiri? Bisa dimulai dari penyediaan makanan/minuman lebaran yang mencintai lingkungan. Misalnya adalah tidak menyediakan air mineral atau minuman dalam kemasan plastik yang makin menambah sampah plastik. Meski instan, tetapi hal itu sangat tidak sehat bagi lingkungan kita. Lebih baik bercapai-capai mencuci gelas daripada melihat generasi masa depan harus berhadapan dengan menumpuknya sampah plastik. Nah, itulah beberapa dari sekian banyak rencana lebaran hijau yang bisa dipraktikkan. Apakah kamu bisa?[]

Baca juga artikel yang berkaitan atau melihat daftar isi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s