Bunga yang Taklagi Menyapa

Takada lagi dialog
Takada lagi diskusi panjang
Takada lagi kata-kata bersayap
Semua lenyap … menguap tanpa bekas

Puisi ini bukannya tanpa makna
Puisi ini ada karena telah kehilangan
Ada karena keheningan yang meruap
Ada karena keniscayaan yang begitu saja

Bunga itu bukannya layu
Bukan pula telah tercerabut
Ia hanya ingin berganti bentuk
Ia hanya ingin tetap harum saja

Bunga yang dulu cerewet itu telah diam
Taklagi menyapa seperti waktu itu
Namun itu adalah pilihannya
Harus dihargai … meski kini aku sepi

Baca juga artikel yang berkaitan atau melihat daftar isi

Advertisements

4 thoughts on “Bunga yang Taklagi Menyapa

  1. karena bunga adalah bunga
    meski berganti rupa pun berubah warna
    tetap mewangi walaupun dalam sunyi
    *halaaah….ikut2an puitis hihihi*

  2. >> Mabruri Sirampog : Begitulah. Namanya bunga itu taklekang oleh waktu bagi seseorang yang ingin menulis puisi.
    >> Puteriamirillis : Ya, puitis itu adalah bahasa kalbu meski tidak harus demikian. Tapi bagus juga puisi putri itu …
    >> Orin : halaaah … puisinya bagus banget, Neng!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s