Storycake for Ramadhan

Ada gairah, kenikmatan, dan kerinduan yang menyeruak ketika Ramadhan semakin dekat. Pengalaman beribadah yang dilaksanakan setiap tahun oleh umat Muslim di berbagai belahan dunia lengkap dengan segala pernak perniknya, menjadi satu kebutuhan yang selalu dinantikan kehadirannya. Suara bedug bertalu-talu, pergi tarawih berbondong-bondong, pengalaman masa kecil ketika ikut berkeliling membangunkan sahur, jungkir balik menyiapkan hidangan Ramadhan untuk pertama kalinya bagi keluarga, hingga segala kehebohan menjelang Idulfitri yang terkadang meninggalkan cerita sedih ataupun lucu dan tak terlupakan sepanjang sisa usia.

Itulah salah satu penggalan kalimat di belakang sebuah buku yang terbit bersamaan dengan momen Ramadhan kali ini. Buku yang ditulis oleh para ibu-ibu tentang pengalamannya mengisi bulan Ramadhan. Storycake for Ramadhan yang berisi 44 kisah-kisah indah dan inspiratif seputar Ramadhan yang menyentuh hati ini diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama (Juli 2011), dengan ketebalan 262 Halaman. Unik, karena buku ini ditulis oleh para ibu yang tergabung dalam grup Ibu-ibu Doyan Nulis (IDN).

Grup (IDN) didirikan oleh Teh Indari Mastuti dengan campur tangan sosok itu. Teh Iin (panggilannya) waktu itu mengadakan semacam pelatihan menulis dengan menggandeng sosok itu sebagai mentor atau trainernya. Pelatihan pertama hingga ke sekian angkatan berhasil diadakan di mushala Rabbani Buahbatu, satu kali di Rabbani Rawamangun, dan satu kali di Jabar Craft Center. Pelatihan berikutnya diadakan secara online dan berhasil sampai beberapa angkatan juga. Para peserta itulah yang kemudian diarahkan bergabung ke dalam grup IDN hingga beberapa diantaranya berhasil menulis buku dan salah satu diantaranya adalah buku ini.

Ada banyak kisah seru, lucu, dan mengharukan dalam buku ini. Banyak pengalaman selama menjalani Ramadhan terekam dengan jelas. Pengalaman banyak orang yang mungkin sama dengan apa yang pernah kita alami juga. Kisah-kisah sederhana, kisah-kisah luar biasa, kisah-kisah yang akan membuat kita taksabar untuk menghabiskan buku ini dengan tuntas hingga halaman terakhir.

Lygia Pecanduhujan adalah koordinator dari penyusunan buku ini. Ada 42 orang yang terlibat dan diantaranya hanya satu orang saja yang laki-laki, yaitu Dharmo Budi Suseno yang bercerita tentang Sandal Tapol buat Peneriak Sahur. Lygia adalah ibu rumah tangga yang saat ini berprofesi sebagai penulis, manajer artis, dan salah satu pendiri Sahabat Cahaya Edutainment. Jika yang lain hanya menulis satu cerita, Lygia menulis sampai tiga cerita.

Storycake for Ramadhan adalah kue cerita, yang berisikan sekumpulan kisah-kisah menarik yang dikemas secara apik, mengharukan, membahagiakan, membuat kita sadar bahwa ada begitu banyak kisah di luar sana yang mungkin mirip dengan apa yang pernah atau sedang kita alami. Ada tiga bagian besar seperti yang terpampang pada daftar isi buku ini, yaitu Unforgotten Ramadhan, Airmata Itu, dan Ramadhan Penuh Cinta. Semua kisah terasa menyegarkan dan membuat kita merasa terlibat dalam suasana Ramadhan itu. Tentu saja, karena kita adalah bagian dari Ramadhan yang insya Allah berkah itu.

Akhir kata, semua tulisan pada buku ini begitu mengalir dan berbahasa apa adanya. Semuanya membuat pikiran kita mencoba menjalin kata-kata indah semacam subhanallah, iya ya, alhamdulillah, dan pada akhirnya menyimpulkan segaris senyum pada bibir kita. Meminjam kata-kata yang ada di bagian akhir dari halaman belakang buku ini, selamat membaca, nikmati Ramadhan Anda dengan menggigit sepotong demi sepotong kisah yang ada dalam storycake ini.[]

Advertisements

2 thoughts on “Storycake for Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s