Bukber Bersaling dan Jejak

Lagi-lagi tentang buka bersama (bukber) yang sudah menjadi budaya menyenangkan di Indonesia untuk mengisi Ramadhan penuh berkah ini. Sosok itu pun mencatat bahwa telah dua kali dirinya mengikuti bukber bersama kawan-kawan bersepedanya di Kota Bandung tercinta. Yang pertama adalah dengan tema Berbuka Sambil (Ingat) Lingkungan (Bersaling) pada 21 Agustus 2011 dan satu lagi undangan dari komunitas Jelajahi Jalur Setapak (JEJAK) yang sedang merayakan milad pertama pada 24 Agustus 2011.

Bersaling diselenggarakan oleh beberapa komunitas hijau seperti Greeneration Indonesia, Forum Hijau Bandung, U-Green, Balad Kuring, dan didukung oleh Majalah Greeners. Acara berbuka bersama ini mengundang ratusan anak yatim piatu dari beberapa panti asuhan yang ada di Bandung. Acaranya sendiri bertempat di KOLOGDAM, ruangan Mohammad Toha. Acara yang dikemas dari Ashar hingga Isya ini menampilkan beberapa aksi yang tidak kalah menarik dengan sebuah panggung musik.

Penampil pertama adalah Komunitas Hong yang menunjukkan bagaimana membuat wayang atau boneka dari tangkai daun singkong dan kemudian menjadikannya sebagai media untuk bercerita tentang lingkungan. Komunitas Hong memang identik dengan permainan tradisional Sunda yang mencoba ditumbuhkembangkan lagi mengingat budaya saat ini sudah semakin modern dan meninggalkan semua permainan itu. Beberapa diantaranya bahkan sudah terancam punah dan kemudian dilupakan lagi. Kang Zaini adalah pemrakarsa berdirinya komunitas ini dan katanya sedang menempuh pendidikan S-3.

Penampil kedua adalah tentang sebuah film lingkungan bertemakan sampah. Film animasi tentang betapa mengerikannya akibat-akibat dari pembuangan sampah yang tidak dikelola dengan baik ini berhasil menyedot perhatian semua anak-anak. Setelah film selesai, U-Green yang berasal dari ITB pun menjelaskan tentang urgensinya menjaga lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah secara sembarangan. Dikatakan bahwa hidup kita dikelilingi oleh sampah yang sudah semakin menumpuk dan bahkan bisa dijadikan baju yang mungkin tidak sedap-nyaman-menyenangkan. Kesimpulan yang bisa diambil adalah segera mengelola sampah dengan bijak, pergunakan sampah yang masih bisa dipergunakan kembali, pisahkan sampah berdasarkan klasifikasinya (basah, kering, plastik, dan bahan-bahan berbahaya), dan tidak membeli barang yang menjadi sumber sampah baru.

Penampil selanjutnya adalah performance musik yang dibawakan oleh sebuah grup yang terdiri atas anak-anak berbakat (usia SMP), yaitu My Bird House. Juga hadirnya seorang talenta muda dari Bandung, Liza Putri, yang baru saja meluncurkan album barunya. Yang bisa dicatat oleh sosok itu dari acara bukber ini adalah suguhan berbukanya yang mencoba kembali ke alam, yaitu nasi timbel yang menggunalan alas daun pisang dan piring rotan. Luar biasa. Sosok itu pun bisa merasakan aura kebersamaan apalagi kedatangannya juga bersama kawan-kawan bersepedanya dari Sapeda Suka-Suka (SASUSU/SS), Nu Gareulis Ngagowes (NGN), dan satu perwakilan dari JEJAK.

Bukber JEJAK dilaksanakan di salah satu rumah pendirinya, yaitu Pak Asep di bilangan Jl. PSM, Kiaracondong. JEJAK yang baru memasuki usia satu tahun benar-benar telah menjadi komunitas yang diakui di Bandung. Kontribusinya pada lingkungan telah dibuktikannya dengan menjelajahi beberapa trek menarik di Bandung, hal itu terlihat dari album foto milik Pak Asep. Para undangan yang hadir pun adalah dari hampir semua komunitas sepeda yang ada seperti GBT, Koskas, SS, NGN, B2W Bandung, dll. Acaranya sendiri adalah ramah tamah yang didahului oleh taushiah Pak Bayu, sosok pesepeda bersahaja yang sudah profesional menjadi track-guide.

Keunggulan dari bukber ini adalah kehadian pihak Greeners yang mencoba menjelaskan salah satu kegiatannya, yaitu 350. Sosok itu sudah pernah menjelaskan betapa pentingnya angka 350 bagi bumi tercinta ini sebelumnya. Kadar CO2 (polusi) yang ada di atmosfer bumi kita mempunyai ambang batas maksimal, yaitu 350 part per million (ppm). Lebih dari itu, bumi kita akan mengalami berbagai bencana yang tidak diharapkan. Gerakan 350 adalah sebuah gerakan menyeluruh dari seluruh dunia agar kadar polusi berada pada angka itu. Kini kadarnya sudah berlebih dan diharapkan dengan gerakan yang harus didukung oleh seluruh masyarakat ini bisa mengembalikannya pada angka 350. Salah satu kampanye yang akan digulirkan adalah perwakilan 10 pesepeda yang akan bersepeda dari Bali menuju Bandung.

Alhamdulillah, sosok itu merasakan nuansa yang berbeda tentang indahnya silaturahim dari sebuah bukber. Apalagi kali ini bertemakan tentang lingkungan hidup. Ya, inilah pengalaman sosok itu akan bukber di bulan Ramadhan kali ini. Bagaimana dengan pengalaman kamu sendiri?[]

Advertisements

2 thoughts on “Bukber Bersaling dan Jejak

  1. kegiatan na gowes 350 jam, gowes dr bali ke bandung, kerjasama greeners dengan 350.org klo ga salah bang 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s