The Best Moon

Alhamdulillah sosok itu panjatkan pada Sang Maha. Ramadhan kemarin adalah ramadhan terbaik dibandingkan dengan ramadhan tahun lalu, meski bukan ramadhan terbaik dalam hidupnya. Sosok itu tidak hanya merasakan 3 (tiga) hari iktikaf tetapi juga merasakan 1 (satu) kali khatam. Ada kebahagiaan yang luar biasa (hanya bisa dirasakan oleh hati) saat mengkhatamkan Al-Quran dalam satu ramadhan meski start awalnya rada terbata-bata karena sosok itu masih berkutat dengan penyakit asmanya.

Ramadhan kemarin juga menyisakan banyak pekerjaan rumah. Mungkin karena ingin fokus pada ibadah, sosok itu jadi tidak terlalu rajin menjenguk blognya ini dan beberapa hari sempat kosong. Namun, sosok itu berjanji dengan menuliskan hari-hari yang kosong pada hari lainnya dan diberi tanggal sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Ya, sosok itu selalu mencatat kesehariannya dengan baik dalam memorinya dan mencatat kembali saat waktunya luang. PR yang banyak itu pun akhirnya terbayarkan. Tercatat semua tanggal selama bulan Ramadhan (Agustus) tidak ada yang terlewati.

Awal-awal ramadhan, sosok itu lebih difokuskan pada tulisan di BlogDetiknya. Bagi yang belum tahu, sosok itu saat ini memiliki dua blog yang aktif, yaitu di sini dan di BlogDetik. Saat itu, BlogDetik memang mengadakan Kuis Ramadhan setiap hari. Memang sosok itu mengejar hadiah yang disajikan tetapi di luar itu dia juga terus mengasah gaya kepenulisannya agar tetap terjaga. Menulis itu harus dijaga kualitasnya dengan menulis setiap hari. Inilah ilmu kepenulisan yang sebenarnya. Jadi, menulis itu bukan masalah bakat tetapi kemauan untuk belajar keras dan berlatih setiap hari. Dan inilah salah satu alasan mengapa sosok itu mengikuti program Post A Day 2011 dari WordPress.

Sepuluh hari di awal bulan Ramadhan, sosok itu menulis tentang hal yang ringan-ringan dalam kesehariannya. Lihat saja, di sana terlihat ada 8 Keutamaan Ramadhan, Mengasah-Mengolah Kepekaan Berpuisi, Menulis dengan Pensil Ajaib, Kalimat Pembuka dan Kalimat Penutup, Mengikat Blogger dengan Award, Bukber Sambil Berpuisi, Kebiasaan yang Luar Biasa, dan beberapa informasi lomba (Lomba Cerpen Bye-bye Office, Lomba Blog VivaNews, Lomba Cipta Cerpen Pemuda 2011).

Pada sepuluh hari kedua bulan Ramadhan, sosok itu pun masih menulis tentang kesehariannya yang ringan-ringan. Kamu bisa melihatnya adanya HAUR GOONG, CAI: Cerita Anak Islam, Puisi Sabtu, Lebaran Hijau, Kiriman 2 Buku, Desain Buku Merah Putih, CAI: Gadis Penjual Susu, dan juga masih seputar informasi lomba (Desain Kartu Lebaran, Lomba Puisi Kota Padang, Kuis Ramadhan). Dan pada sepuluh hari terakhir, sosok itu terlalu intens dengan ibadahnya dan target yang harus dikejarnya. Sepuluh hari terakhir adalah sepuluh hari penentuan di bulan Ramadhan. Tak heran kalau tulisannya berupa copy-paste dari buku-buku yang dibacanya seperti Berlomba di Penghujung Ramadhan dan Iktikaf. Akan tetapi juga ada tulisan kesehariannya seperti pada Bunga yang Taklagi Menyapa, Tips Tulisan Headline, Undangan Magnum, Mengantar Bibin, Laptop Si Unyil, Storycake for Ramadhan, Mengejar Khatam dengan Iktikaf, dan Bukber Bersaling dan Jejak.

Nah, bagaimana dengan Ramadhan kamu kemarin?[]

Advertisements

2 thoughts on “The Best Moon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s