Permainan Ayah dan Bayi

Pada umumnya, anak lebih dekat pada sang ibu. Hal ini dimungkinkan karena ibulah yang melahirkan, menyusui, hingga hubungan keduanya jauh lebih dekat pada awal-awal pertumbuhan. Sementara sang ayah, wallahu’alam terlalu sibuk dengan dunianya yang seolah-olah hanya bekerja dan bekerja saja. Namun itu semua hanyalah pandangan secara umum. Taksedikit kita temukan sang ayah yang juga bisa dekat dengan anak. Sosok itu pun sedang mengupayakan hal itu.

Bagi seorang suami, tentu ada harapan bahwa dirinya nanti akan menjadi seorang ayah dengan kelahiran putra atau putrinya kelak. Dan seorang ayah, juga sangat berharap bisa dekat dengan anaknya itu. Namun, bisa jadi sulit bagi seorang ayah yang sudah terlalu letih dan capek bekerja untuk bisa dekat dengan anaknya di rumah. Alih-alih ingin bermain dengan mereka, yang ada hanyalah bagaimana bisa beristirahat dengan nyaman di rumah. Lalu, adakah tips-tips yang bisa dipraktikkan sang ayah agar bisa dekat dengan anaknya semenjak dini? Alhamdulillah ada.

Majalah Ayahbunda melalui situsnya, baru-baru ini meluncurkan sebuah e-book yang sangat bermanfaat agar sang ayah bisa dekat dengan anaknya yang berada pada awal pertumbuhan. Kedekatan yang tercipta pun begitu nyaman dan mengasyikkan karena dikemas dalam bentuk permainan. Sang ayah bisa lebih dekat dengan anak mulai dari usia 0 bulan hingga 9 bulan. Anak juga akan banyak belajar tentang berbagai hal seperti keseimbangan, eksplorasi, stimulasi visual, mengontrol motorik tubuh, fleksibilitas, kepercayaan, hubungan spesial, antisipasi atas suatu peristiwa, ekspresi emosi, interaksi sosial, perkembangan bahasa, kesadaran tubuh, eksplorasi sensoris-motorik, koordinasi mata-tangan, object permanence, kontrol tubuh dan kepala, serta persepsi kedalaman visual tracking.

Permainan yang dikemas pun sangat unik dan menarik. Antara sang ayah dan anak bisa melakukan permainan seperti Naik Selimut, Goyang di Atas Bola, Kena Kamu!, Bicara di Perut, Ayo Mana Mainanmu?, dan Putar-Putar. Pada permainan Naik Selimut, anak akan diajarkan oleh ayahnya mengenai keseimbangan, eksplorasi, dan stimulasi visual. Anak (usia 3-6 bulan) diletakkan di atas selimut dengan cara terlentang atau berbaring lalu sang ayah akan menarik selimut tersebut berputar-putar ruangan sambil bercerita tentang lingkungan sekitar. Permainan Bicara di Perut pun juga sangat menarik karena anak (usia 0-3 bulan) akan diajarkan tentang perkembangan bahasa, interaksi sosial, kesadaran tubuh, dan eksplorasi sensoris-motorik. Sang ayah berbicara di atas perut anak dengan tekanan berbeda dan suara yang berbeda-beda pula. Jangan lupa menghadiahi anak dengan ciuman sambil menatap matanya dengan penuh cinta.

Nah, apakah kamu tertarik dengan e-book ini? Jika iya, silakan mengunjungi situs Ayahbunda di sini. Semoga bermanfaat bagi kedekatan sang ayah dengan anaknya. Yuk ah!

NB: Perlu dicatat bahwa e-book ini adalah produk digital dan menjadi bagian dari ‘tools’ situs Ayahbunda yang tidak diperjualbelikan. Halaman ini boleh dicetak hanya untuk keperluan pribadi dan non-komersial. Dilarang mengunduh dan menyimpannya di blog atau situs pribadi. Baca lengkapnya dalam Privacy Policy Ayahbunda – 2011.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s