Celengan Baru

Membiasakan anak untuk menabung memang mengasyikkan. Kelihatannya sulit, tetapi jika sudah diupayakan segalanya jadi terlihat mudah dan menyenangkan. Hal inilah yang coba dilakukan oleh sosok itu dan sang belahan jiwa. Lingkungan pergaulan Kakak Bintan dan Adek Anin memang unik dan membuat hati terus merasa was-was. Bagaimana tidak? Dalam radius 50 meter sudah ada 3 (tiga) warung dengan sajian menggoda bagi mata anak-anak. Setiap hari, berapa rupiah yang harus dikeluarkan untuk mereka jajan. Belum masalah kesehatan.

Atas dasar itulah sang belahan jiwa membelikan celengan untuk mereka berdua. Sosok itu sudah lupa, tetapi beberapa bulan yang lalu celengan dari tanah liat berbentuk ayam akhirnya menempati kamar tidur mereka. Setiap hari, tiap ada sisa uang, baik berupa kepingan koin ataupun uang kertas pasti dimasukkan ke dalam celengan ayam itu. Kadang, sosok itu maupun sang belahan jiwa juga memberikan uang lebih khusus untuk ditabungkan. Makin lama, celengan ayam itu pun bertambah berat. Kakak Bibin yang paling bahagia karena celengannya lebih berat daripada milik Adek Anin.

Pergantian tahun ajaran sekolah kemarin, Kakak Bibin terpaksa memecahkan celengan ayamnya. Hasilnya adalah berupa buku-buku dan peralatan sekolah yang dibutuhkannya. Alhamdulillah dia begitu senang karena merasa semua itu dari hasil jerih payahnya menabung. Dan baru kemarin Adek Anin mau memecahkan celengan ayamnya. Akan tetapi ini bukan masalah kebutuhan, melainkan ada celengan baru yang tidak terbuat dari tanah liat. Bentuknya pun jauh lebih menarik, yaitu beruang. Hal ini taklepas dari niat sosok itu bertukar hadiah dengan rekan kerjanya di kantor yang menginginkan sebuah celengan.

Sang belahan jiwa pun kemudian menyempatkan mampir ke Jl. Cibadak yang dikenal terdapat toko mainan grosir dengan harga miring. Di sana, 5 (lima) celengan pun segera dibawa pulang. Dua untuk sepupu, dua untuk Kakak Bibin dan Adek Anin, satu lagi untuk rekan kerja sosok itu. Malam hari kemarin, Adek Anin pun memecahkan celengan ayamnya di depan kamar. Namun dia tidak berani sehingga menyerahkannya pada sosok itu. Sosok itu pun berancang-ancang memegang celengan ayam di atas, sementara Adek Anin menutup telinganya, dan … celengan itu pun jatuh membentur lantai lalu pecah berkeping-keping.

Sosok itu bersama Adek Anin segera mengumpulkan uang yang tersebar ke mana-mana. Satu persatu lalu dimasukkan ke dalam celengan baru berbentuk beruang yang berbahan dasar plastik. Punya Kakak Bibin berwarna putih-pink sedangkan punya Adek Anin berwarna hitam-putih. Celengan beruang ini unik karena terbagi 3 (tiga) bagian, yaitu kepala, badan, dan kaki. Ketiga bagiannya bisa dilepas dan dipasang kembali. Masing-masing memiliki lubang untuk memasukkan koin dan juga lubang untuk mengambilnya. Jadi, anak-anak pun bisa memilih koin-koin mana yang akan dimasukkan ke kepala, badan, dan kaki.

Celengan ayam yang terbuat dari tanah liat itu telah tiada, berganti dengan celengan beruang yang terbuat dari plastik. Semoga dengan celengan barunya itu, Adek Anin maupun Kakak Bibin makin giat menabung. Kemarin, uang mereka dari hasil Lebaran telah berganti dengan TV yang mereka idam-idamkan. Entah mereka punya rencana apa untuk hasil celengannya kali ini. Semoga yang jauh lebih bermanfaat lagi. Sosok itu dan sang belahan jiwa memang menanamkan pada mereka berdua bahwa jika menginginkan sesuatu harus menabung lebih dahulu. Meskipun uang celengan mereka tidak mencukupi, sosok itu dan sang belahan jiwa telah siap menalanginya karena itu adalah hadiah bagi perjuangan mereka berdua bersusah payah menabung. Semoga berkah ya … amin.[]

Advertisements

One thought on “Celengan Baru

  1. waahhh mau dong celengan beruangnya
    udah lama nyari celengan yang bisa bongkar pasang
    bukan apa2, ngerasa bersalah aja tiap bongkar celengan dan celengannya ga bisa dipakai lagi.
    sudah lama nyari yang seperti itu tp blum ketemu, sayangnya cibadak lokasinya sulit dijangkau *lebay*
    ga nolak deh klo dikirimi xixixi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s