Mencoba Menanam Kembali

Benih itu
Ya, benih itu
Benih yang seharusnya kujaga
Kurawat dan kukasihi
Dengan cinta yang sebenarnya

Benih itu telah kubiarkan teronggok
Di sana, di tumpukan
Di tempat yang tidak sebagaimana mestinya
Di tempat yang para petani pun enggan menyentuhnya
Dan aku malah membiarkannya
Di sana

Benih itu pasti sakit
Benih itu sudah pasti menderita
Keinginannya untuk memunculkan tunas telah hilang
Harapannya untuk semerbak telah lenyap
Aura kehidupan benih itu sudah mati
Benih itu telah membenci sang petani, aku

Sang petani pun harus bertanggung jawab
Aku tidak boleh menyia-nyiakan benih itu
Aku harus menanamnya
Kuambil benih itu dengan rasa cinta
Rasa yang sebenarnya
Seperti ketika aku membelinya dengan rasa cinta

Kutanam benih itu dengan sepenuh hati
Berusaha kembali memupuknya dengan rasa cinta
Menyiraminya dengan air kasih sayang
Menjaga dan merawatnya dengan kelembutan hati

Aku berharap benih ini bisa berkembang
Bisa tumbuh kembali dengan semerbak
Tumbuh dan berkembang menjadi bunga terindah
Bunga tercantik yang pernah ada di hati sang petani

Entahlah
Mungkin akan butuh waktu bertahun-tahun
Bisa jadi akan memakan waktu selamanya
Tapi aku takpeduli
Aku harus merawat dan menjaganya
Itu janji dan tekadku, sang petani

Ya Rabb, jaga-kuatkan hati dan tekad ini

Advertisements

3 thoughts on “Mencoba Menanam Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s