Berendam Air Panas di Tirta Camelia

Liburan kali ini benar-benar mendadak. Takdirencanakan sama sekali. Semuanya mengalir begitu saja dan pagi-pagi buta pun disepakati untuk bermotor ria menuju kawasan Bandung Selatan. Keluarga kecil yang terdiri dari 4 (empat) personil pun berangkat menuju Perkebunan Teh Malabar, Pangalengan, dengan meminjam motor Mio milik sang kakak ipar. Sosok itu, sang belahan jiwa, Kakak Bibin, dan Adek Anin. Tirta Camelia, here we come!

Pada hari sebelumnya disepakati bahwa hari Minggu kemarin keluarga sosok itu akan berenang. Lebih tepatnya lagi berenang dan berendam di air panas. Malam minggunya bahkan sosok itu sudah mencari-cari dan bertanya pada Mbah Gugel tentang lokasi dan biaya berenang di kolam air panas seputaran Bandung dan Lembang. Bahkan, lokasi penginapan pun juga dicari jika harganya pas dengan isi dompet sosok itu. Gracia, Cipaku, Bikasoga, dan tentu Karangsetra menjadi alternatif tempat berenang. Kalau memilih kolam air dingin, tentu Karangsetra akan menjadi tujuan utama mengingat harganya yang murah meriah. Akan tetapi kalau niatnya air panas, pilihan akan dijatuhkan pada Cipaku yang per orangnya dikenai tiket Rp27ribu.

Namun keuangan keluarga sosok itu sedang menipis. Biaya perawatan sang nenek di rumah sakit sedikit demi sedikit menyedot isi dompetnya. Hingga akhirnya, hanya tersisa Rp100ribu lebih sedikit. Pemandian air panas di Bandung atau Lembang pun seakan makin sulit dijangkau. Jika dipaksakan, berenang di kolam air dingin bisa terealisasi tetapi beban mental sang belahan jiwa yang mempunyai penyakit kulit tentu akan menjadi kendala. Dan subuh kemarin seolah-olah sudah dibisikkan oleh Sang Maha bahwa kami bisa berlibur dengan bahagia ke Tirta Camelia. Tiket Rp15ribu untuk kami berempat tentu menjadi jaminan murah meriah bisa berendam dan berenang di air panas, ditambah suasana eksotis dari Perkebunan Teh Malabar yang memanjakan mata kami semua.

Jalur menuju Tirta Camelia termasuk mudah. Dari Pasar Pangalengan, perjalanan bisa dilanjutkan terus sampai melewati SECATA, hingga akhirnya memasuki area Perkebunan Teh Malabar. Jalan di gerbang terbagi dua, silakan ambil yang kiri karena yang kanan itu bisa menuju makam Bosscha bagi yang berminat. Perjalanan dilanjutkan sampai melewati sebuah lapangan sepakbola yang kalau hari Minggu dijadikan pasar kaget. Ada sebuah kolam atau situ yang sejuk setelahnya dimana Anda bisa berfoto narsis di sini. Sekira hampir 1 km, tanyalah pada penduduk setempat karena jalan kecil (gang) ke kiri untuk menuju Tirta Camelia tidak terdapat rambu penunjuk jalan. Tirta Camelia bisa dicapai setelah perempatan gang dimana penduduk setempat akan menghentikan kendaraan kita dan dikenakan biaya parkir sebesar Rp1.000 per motor. Jalan terus hingga melewati pipa uap panas yang bersumber dari Gunung Wayang dan sampailah kita di Tirta Camelia yang sederhana.

Tirta Camelia memiliki 2 (dua) buah kolam, yaitu kolam untuk anak-anak dengan kedalaman setengah meter (berbentuk oval) dan fasilitas perosotan lurus serta kolam remaja/dewasa dengan kedalaman 1 – 1,5 meter (berbentuk persegi) dan perosotan berputar. Keduanya adalah kolam air panas, namun kolam anak jauh lebih panas. Di sini juga tersedia kolam berendam yang berada di beberapa kamar yang bisa dijadikan sebagai kolam bilas dengan tingkat kepanasan yang bisa diatur karena terdapat dua kran air dingin dan air panas. Untuk menikmati kolam berendam ditarik biaya tambahan Rp5ribu per orang dewasa.

Fasilitas tambahan dari Tirta Camelia adalah adanya beberapa permainan anak-anak di bagian belakang (jungkat-jungkit dan ayunan) yang bersebelahan dengan warung-warung penyedia jajanan ringan. Begitu pula sudah dilengkapi dengan flying fox yang melewati kolam dengan biaya Rp10ribu. Di bagian bawah kolam atau bagian depan setelah memasuki gerbang Tirta Camelia juga terdapat beberapa saung di lapangan yang luas sebagai tempat peristirahatan untuk bercengkerama bersama keluarga sambil makan-makan. Perlu diketahui bahwa Tirta Camelia dikelola oleh para pekerja perkebunan dan belum terlalu dikenal luas sehingga mayoritas para pengunjung kolam masih berasal dari keluarga para pekerja yang bersangkutan. Apakah Anda tertarik?[]

Advertisements

5 thoughts on “Berendam Air Panas di Tirta Camelia

  1. Tertarik sangat Bang..
    Nchie baru tau loh..
    Biasanya kalo pangalengan ke cibolang aja..

    Aduh bahagianya keluarga ceria..
    Ummi..
    Ade Anin..
    Kaka bibin..
    ga ngajak2..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s