Batikkan Harimu: Bersama Sepeda

Sosok itu adalah pesepeda
Dia tak dapat dipisahkan dari aktivitas menggowes
Kesehariannya selalu bersama Spidi
Sepeda yang telah menemaninya sejak 2005

Batik bersama Ibu Sendi Yusuf

Batik pun kini telah melekat padanya
Jika PNS atau pegawai kantoran memakai batik setiap Jumat
Sosok itu selalu memakainya tanpa kenal hari
Dalam seminggu, minimal tiga kali dia memakai batik

Kampanye Batik

Batik dan sepeda adalah sebuah kesatuan
Kampanye hidup berkendaraan tanpa polusi dan juga kebudayaan
Menjaganya merupakan anugerah tak ternilai
Bukan orang lain, tetapi diri sendirilah yang jadi bernilai

Batik bersama Keluarga

Batik bernilai jika kita meresapi saat memakainya
Ia bukanlah simbol yang bisa ditemukan dalam resepsi tertentu
Akan tetapi batik adalah jiwa masyarakat Indonesia
Kebersatuan alam dengan ketekunan hati yang tulus

Batik Suka-Suka dan Serius

Setiap hari, sosok itu bersama batik dan sepedanya
Ketiganya tak bisa dipisahkan lagi
2 Oktober adalah Hari Batik Nasional, bahkan Dunia
Siapa lagi yang bisa menjaganya kalau bukan kita?

Batik dan Makan

BATIK = Batik Adalah Tradisi Indonesia Kini

NB: Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Batikkan Harimu yang diselenggarakan Nia, Puteri dan Orin.

Advertisements

21 thoughts on “Batikkan Harimu: Bersama Sepeda

  1. setuju Kang, batik tidak hanya bermakna ketika resepsi, karena perkemabnganya sekarang sudah merambah pada banyak aspek, ini satu bukti kalo kita mberbangga dengan kekayaan negeri maka hasilnya sungguh luar biasa

  2. BATIK = basuki – timbul – kadir mereka juga suka tampil mengenakan BATIK = basuki – timbul – kadir mereka juga suka tampil mengenakan BATIK = basuki – timbul – kadir mereka juga suka tampil mengenakan BATIK = basuki – timbul – kadir mereka juga suka tampil mengenakan BATIK.

  3. trnyata batik bisa dipakai kpn saja, trmasuk saat bersepeda ya..
    ngomong2, Bang Aswi sdh punya sepeda bermotif batik? kali aja Bang Aswi mau bikin, ato jgn2 sdh punya… 🙂
    sukses Bang,,

  4. kalo saya batiknya sudah ada bang
    tinggal sepedanya aja yang belum ada hehe
    Sepeda saya ada di kampung halaman di Magelang bang
    Hidup batik

    >> Bawa dong ke Bandung, Mas, nanti kita bisa gowes bareng ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s