Tumaritis dan Tatang S

Pada suatu pagi, sosok itu menyempatkan diri mampir ke samping SD Negeri yang ada di Jl. Mbah Malim, Kiaracondong. Tujuannya tak lain adalah menikmati kupat tahu langganannya. Ada banyak jajanan di sana karena begitulah adanya kondisi sekolah di Kota Bandung. Ada sekolah, tentu ada jajanan, dan muncullah istilah Jajanan SD.

Kupat tahu di sini berbeda karena bumbu dan bungkusnya berbeda dengan sajian kupat tahu pada umumnya. Bumbunya begitu halus dan meresap. Susah menceritakannya karena harus dirasakan sendiri hehehe … sedangkan bungkusnya menggunakan daun pisang (hal yang sudah jarang dipakai oleh banyak pedagang karena mayoritas sudah menggunakan kertas bungkus nasi). Inilah yang membedakannya dengan pedagang kupat tahu lainnya di mana pun.

Namun, yang akan diceritakan sosok itu di sini bukan kupat tahunya, melainkan jajanan di sebelahnya. Ya, jajanan mainan menggunakan gerobak dorong. Produk yang paling menarik di mata sosok itu adalah komik seorang tokoh dari Desa Tumaritis yang begitu melegenda, yaitu Petruk. Komik ini begitu terkenal pada era 80-an dan menjadi salah satu komik Indonesia paling favorit  selain komik Jaka Sembung, Panji Tengkorak, Si Buta dari Gua Hantu, Gundala, Godam, dll. Petruk digambarkan memiliki hidung panjang dan merupakan pemuda yang tidak jelas hidupnya. Dia juga digambarkan banyak utang, suka berjudi, mata keranjang, perayu ulung, dan suka menggoda para wanita (baik gadis maupun janda).

Petruk dari Desa Tumaritis

Selain tema sosialita yang ada di pedesaan maupun perkotaan, komik Petruk pun juga sering mengambil tema hal-hal ghaib seperti memedi alias setan. Komik yang ditampilkannya juga begitu sederhana dan berciri khas hitam-putih. Semua cerita disajikan dengan ringan dan humor-humor segar keseharian. Komik Petruk diciptakan oleh Tatang Suhendra, komikus Sunda yang konon pada 1970-an pernah mendapatkan bayaran paling tinggi di Bandung. Petruk adalah satu dari empat punakawan (selain Gareng, Bagong, dan Semar) dari cerita pewayangan Indonesia. Pada 27 April 2003, Tatang S meninggal dunia yang diduga karena penyakit kencing manisnya.

Ya, sosok itu pun jadi bernostalgia dengan komik Petruk. Ada beberapa kata yang paling khas dalam komik-komiknya. Sebut saja sompret, jurig, ciaaat, busyet, weleh, malem, doku, ronda, kampret, ane, engkong, bahenol, empang, dll. Niatnya sih mau membeli, tetapi setelah dipikir-pikir biarlah itu menjadi nostalgianya. Cukup foto di atas sudah menjadi bukti bahwa komik buatan Tatang S itu masih ada di pasaran meski sosok itu tidak tahu apakah laku atau tidak. Wallahu’alam.[]

NB: Ada kata atau kalimat yang dicomot dari beberapa sumber namun sudah diubahsuai sesuai ciri khas dan kebutuhan sosok itu. Semoga berkenan.

Advertisements

3 thoughts on “Tumaritis dan Tatang S

  1. hahaha..petruk tuh lucu ya bang, idungnya juga panjang runcing gitu…salam bang

    >> Iya, luar biasa yang menciptakan karakternya ya?

  2. bro!orangnya masih idup kok dibilang mati -_-”

    >> Tatang S? Saya mendapatkan berita itu dari sebuah situs dan beberapa lainnya yang mengabarkan hal sama. Ada bukti?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s