Tips Mengelola Twitter

Hari gene gak punya twitter?

Apa kata dunia? Kira-kira seperti itulah jawaban umum yang akan muncul berkaitan dengan dua pertanyaan di atas. Jawaban yang diperkenalkan oleh sosok Nagabonar yang diperankan dengan sangat baik oleh Deddy Mizwar dalam film Indonesia lawas itu memang sudah memasyarakat dan bahkan juga dipakai oleh slogan iklan sebuah instansi pemerintah. Namun yang perlu digarisbawahi, sosok itu tidak akan membahas masalah ‘itu’, melainkan tentang jejaring media sosial yang saat ini sudah menjadi semacam data-wajib-ada di dunia maya. Ya, apalagi kalau bukan twitter.

Twitter adalah salah satu jejaring media sosial yang dikenal berkicau dan berlambangkan seekor burung biru (yang lucu). Kicauan inilah yang kemudian makin memasyarakat hingga memunculkan budaya nge-twit meski terbatas hanya 140 karakter. Disebut jejaring media sosial juga karena twitter saling menghubungkan antara satu orang dengan banyak orang di seluruh dunia. Hubungan itu tidak hanya terbatas pada orang yang saling kenal saja, tetapi juga meluas pada orang yang tidak dikenal sekalipun. Blog juga merupakan bentuk jejaring media sosial lainnya, tetapi tidak akan dibahas di sini.

Nah, setelah membaca tulisan Teh Titiw di sana dan sini, sosok itu pun keidean untuk mencoba merangkum kembali bagaimana kita semua (para onliners) bisa mengelola twitter agar lebih maksimal dan tidak asal-asalan. Namun yang akan dibahas di sini terbatas hanya pada akun brand/perusahaan, bukan akun pribadi. Bagi akun pribadi tentu tidak menjadi masalah karena hal ini akan menjadi pembelajaran agar lebih bijak lagi dalam mengelolanya. Berikut adalah tips mengelola twitter.

1. Pelajari perusahaan dan brand-nya.

Pelajari seberapa besar perusahaan yang bersangkutan dan nilai-nilai yang ada di sana. Amati visi-misinya dan bagaimana kuantitas/kualitas dari produk/jasa yang dihasilkannya. Jadikan itu semua sebagai pondasi yang dapat kamu pakai untuk membangun brand. Perhatikan juga brand-nya apakah termasuk makanan/minuman, buku, atau hanya sebuah program CSR.

2. Mengetahui target pasar dan penggunaan bahasa.

Target pasar anak muda tentu berbeda dengan ibu rumah tangga atau bahkan pria eksekutif muda yang metroseksual. Perbedaan itulah yang kemudian akan menggunakan bahasa yang seperti apa. Sebagai contoh @GoodDayID dan @teazUout memakai bahasa gaul anak muda karena target pasarnya memang para pelajar, sedangkan @Nutrisi_Bangsa memakai bahasa semi formal karena kontennya berhubungan dengan kesehatan dan tidak ‘slengean’. Tidak hanya sekadar bahasa, pilihan nama panggilan juga sangat menentukan untuk lebih mengakrabkan diri. Lihatlah @Nutrisi_Bangsa yang memanggil followers-nya “Sahabat Nutrisi”, sedangkan “Sob” adalah panggilan @VaselineMen untuk followers-nya.

3. Membuat username brand.

Jangan pernah menggunakan username dengan karakter yang panjang atau bahkan susah dilafalkan. Jika kamu dipercaya memegang brand Penerbit Hebat, jangan coba-coba mengambil username @PenErb1Thu3bAtSekALeee. Cobalah buat username yang sederhana seperti @penerbithebat atau @penerbit_hebat. Bahkan, berkreatiflah sehingga tidak langsung menyebutkan nama brand yang bersangkutan seperti @bukubergizi atau @bacaansehat. Lihatlah permen kopi Kapal Api yang mengambil nama @colekmelek atau CSR Sari Husada yang memakai nama @Nutrisi_Bangsa.

4. Buat juga akun fesbuk.

Fesbuk juga merupakan salah satu jejaring media sosial yang ramai digunakan. Oleh karena itu, tentu fesbuk bisa dijadikan pintu marketing yang harus dimasuki. Perhatikan bahwa username twitter wajib inline dengan fesbuk, artinya jika kamu sudah memakai username twitter @bukubergizi tentu akan lebih baik menggunakan nama Buku Bergizi di fesbuk. Lihatlah @teazUout yang punya nama Teaz Iced Tea di fesbuk dengan direct link http://facebook.com/teazUout. Cara membuat username di fesbuk cukup menuju halaman http://www.facebook.com/username dengan syarat minimal ada 20 orang yang me-like page fesbuknya. Satu lagi, jangan pernah meng-connect twitter ke fesbuk, yaitu menggunakan aplikasi yang membuat update status di fesbuk sama persis dengan update twitter-nya. Berkreatiflah dalam membuat status di kedua jejaring media sosial itu agar saling mendukung.

5. Buatlah twit yang mudah di-RT.

Ingat, twitter itu terbatas hanya 140 karakter, sehingga perhatikan jumlah karakter itu dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai ada seseorang yang ingin me-RT harus menghapus beberapa kata-kata yang sudah disusun dengan capek hanya karena jumlah karakternya lebih dari 140. Username @bukubergizi memiliki 12 karakter dan saat di-RT tentu akan bertambah menjadi 17 karakter karena telah bertambah RT spasi sebelum username dan titikdua spasi setelahnya. Jadi, usahakan saat update twitter untuk menyisakan 17 karakter. Lebih dari itu tentu lebih baik lagi.[]

NB: Sumber informasi berasal dari blog Teh Titiw

Advertisements

2 thoughts on “Tips Mengelola Twitter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s