First Flight

Awang-awang
: Sesuatu yang akan terus dikenang

Pengalaman pertama. Apa yang terlintas pertama kali dalam benak kamu saat mendengar istilah “pengalaman pertama”? Tentunya hal itu adalah sesuatu yang tak akan pernah dilupakan dan merupakan momen berharga dalam hidup kamu. Bayangkan pada saat kamu pertama kali bisa bersepeda, pertama kali mencicipi naik bis, pertama kali mengendarai sepeda motor ke luar kota, pertama kali merasakan yang namanya jatuh cinta, atau pertama kali menaiki pesawat terbang. Nah, kali ini sosok itu akan bercerita tentang pengalaman pertama kalinya menaiki pesawat. Baru dua hari yang lalu.

Bali-1

Pengalaman adalah suatu peristiwa atau kejadian yang dialami oleh seseorang. Orang yang bersangkutan adalah objek atau tokoh utama dari kejadian yang dimaksud sehingga bisa dianggap bahwa orang itu adalah saksi kunci dari peristiwa yang terjadi. Apa yang dialami oleh orang itulah yang di kemudian hari dianggap sebagai pengalamannya. Dan pengalaman pertama adalah suatu peristiwa yang amat berharga bagi setiap manusia. Suatu peristiwa yang tak akan pernah dilupakannya sepanjang hidupnya. Sosok itu pun merasakan sensasi yang luar biasa saat menaiki pesawat terbang untuk pertama kalinya. Bahkan, sensasi itu sudah mulai dirasakannya saat menaiki bus Primajasa jurusan Bandung-Cengkareng. Bukan bus biasa tentu saja karena rute yang akan dituju adalah bandara internasional di sebelah barat ibukota negara ini.

Barang bawaan tentunya adalah sesuatu yang harus diperhatikan sebelum menaiki pesawat. Berat barang bawaan yang diperbolehkan dibawa bersama kita memasuki kabin pesawat adalah maksimal 7 kg, lebih dari tentu harus masuk bagasi pesawat yang free of charge-nya adalah 20 kg. Inilah yang menjadi perhatian sosok itu sebelum melakukan perjalanan jauh pertamanya naik pesawat terbang. Sebisa mungkin barang bawaannya tidak merepotkan dan memudahkannya saat nanti di bandara maupun di dalam pesawat. Untuk itulah pilihannya jatuh pada ransel berukuran sedang. Apalagi sosok itu pernah menyaksikan sendiri bagaimana bagasi milik seorang penumpang diacak-acak di bagian bea cukai belasan tahun lalu saat barang penelitian milik kawannya tertahan di Bandara Soetta.

Bali-2

Sensasi kedua yang dirasakan oleh sosok itu adalah saat memasuki terminal bandara yang terbilang besar. Terminal 1B adalah tujuannya dimana pesawat yang akan dinaikinya akan segera membawanya ke Pulau Bali. Pemeriksaan barang bawaan dan juga badan sudah dipersiapkan untuk diperiksa. Oleh karena belum terbiasa, tentu sosok itu pun harus bersusah payah memisahkan barang elektronik dari tubuhnya sendiri. Kamera dan HP adalah barang yang terlambat dimasukkan ke dalam tas ranselnya. Akhirnya, dua barang itu pun dibiarkan begitu saja berjalan di luar tas ranselnya untuk memudahkan pemeriksaan. Soal pemeriksaan ini pun menjadi peristiwa tak terlupakan saat kembali ke Jakarta karena tas ranselnya harus menjalani dua kali pemeriksaan. Diduga ada barang elektronik yang dicurigai terbawa oleh tas ranselnya sementara sosok itu tidak ingat tentang hal itu. Setelah diperiksa, barulah disadari oleh dia bahwa barang yang dimaksud adalah charger HP. Oalah!

Sensasi berikutnya tentulah saat memasuki badan pesawat. Disapa oleh pramugari yang selalu siap tersenyum dan mengumbar keramahan hingga mencari tempat duduk yang tepat dan meletakkan tas ranselnya di atas kepala. Sosok itu tidak terlalu beruntung karena dia mendapatkan tempat duduk yang agak jauh dari jendela, padahal harapannya adalah dapat menyaksikan pemandangan di luar pesawat. Namun, semua itu terbayar saat kepulangannya dari Bali karena akhirnya sosok itu dapat duduk di samping jendela meski penerbangan malam. Di dalam pesawat, sosok itu memperhatikan semua hal detail yang ada. Mulai dari tulisan-tulisannya sampai komponen-komponen yang ada di depan maupun di atasnya. Begitu pula dengan majalah maupun buku panduan di dalam pesawat dan beberapa tindakan jika pesawat mengalami kondisi darurat seperti terpaksa mendarat di atas lautan. Wow!

Bali-3

Pada saat mesin pesawat dinyalakan, sosok itu merasakan sensasi yang makin memuncak. Kecepatan yang tinggi hingga pesawat harus meninggalkan permukaan bumi adalah efek melayang yang tidak akan pernah dilupakannya. Efek beberapa permainan di area Dunia Fantasi beberapa puluh tahun ke belakang kembali dirasakannya meski tidak seekstrem sensasi beberapa permainan itu. Perasaan naik dan turun begitu menggoda pikirannya. Begitu pula dengan turbulensi kecil pada ketinggian tertentu hingga dapat terbang di atas awan-awan yang cerah di sebelahnya. Itulah momen dimana sosok itu merasakan betapa kecilnya manusia di bumi ini. Begitu mudahnya Sang Maha membalikkan tangan hingga seluruh penumpang seperti tak pernah ada di dunia ini. Sungguh betapa kerdilnya manusia sehingga kesombongan yang ditampakkan di muka bumi seperti tak berarti apa-apa. Seharusnya, orang yang sering bepergian menaiki pesawat merasa bersyukur karena diingatkan terus tentang fananya kita di muka bumi ini.

Sosok itu tidak sendiri. Ada satu orang lagi dari Tanah Priangan yang baru pertama kali menaiki pesawat dan juga pertama kali pergi ke Pulau Bali. Dialah Kang Duddy yang merupakan jurnalis dari koran Kabar Priangan Tasikmalaya. Dan kita berdua pun terus bersenda gurau betapa menegangkannya menjelang keberangkatan, saat berada di atas pesawat, hingga mendarat dengan sempurna dan kemudian menuruni pesawat menikmati Bandara Ngurah Rai. Semua perasaan bercampur menjadi satu. Seperti gado-gado asli Betawi atau lotek asli Sunda yang nikmat dirasakan saat cuaca panas di siang hari. Mmm … segarnya.

Bali-4

First flight. Inilah pengalaman pertama kali sosok itu menaiki sebuah pesawat terbang yang membawanya meninggalkan permukaan bumi. Perasaan melayang yang kurang lebih sama akan dihadapi setiap manusia saat berpindah dari alam dunia ke alam kubur. Sebuah keniscayaan. Sekali lagi, di atas sana kita hanyalah makhluk kecil yang tak berarti apa-apa. Dan sosok itu hanya bisa berucap alhamdulillah atas semuanya.[]

Advertisements

9 thoughts on “First Flight

  1. naik kapal terbang … saya kapan ya? *Sukses terus dengan duniamu kawan!

    >> Insya Allah, Kawan. Suatu saat nanti. Saya pun tidak pernah berpikir akan ke Bali kemarin ^_^

  2. alhamdulilah..udah nggak penasaran lagi kan bang..:)
    saya dulu pengalaman pertama malah langsung terbang jauh keluar negeri…kenegeri antah berantah tak ada sanak saudara..alhamdulilah selamat disana dan selamat kembali tanah air …yups sesuatu yang harus kita kenang dan syukuri betapa Allah Maha Kuasa dan Maha Sempurna 🙂

    >> Alhamdulillah sudah tidak penasaran lagi. Alhamdulillah …

  3. Alhamdulillah Bang Aswi sudah kembali dengan selamat..
    Wah pengalaman yang tak kan pernah terlupakan ya BAng..

    Jadi Oleh2 na mana??

    >> Alhamdulillah berkat doa Nchie juga. Apa ya oleh2nya? ^_^

  4. Pengalaman pertama naik kapal laut….

    >> Perahu sudah pernah tapi kapal laut yang jalan belum, hanya kapal laut yang diam saja selayaknya pameran ^_^

  5. Aah…abang ga ngajak2 nih he he.
    Tapi paragraf terakhirnya bikin merenung bang..

    >> Pengen ngajak sih, tapi kan Orin sudah duluan ke Balinya … ^_^

  6. kalo uda first flightnya, deg-deg-an mas…
    gak terlalu suka naik pesawat..
    sebisa mungkin menghindari…

    salam hangat sahabat,
    udariki

    >> Deg-degan sudah pasti, apalagi kalau merasa maut sudah di depan mata. Salam hangat kembali, sahabat …

  7. Waah sosok itu untuk pertama kalinya naik pesawat.. iya, saya juga dulu pas naik pertama kali juga excited banget.

    tapi sekarang udah biasa 😛

    >> Iya, neh. Terlambat ya? ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s