Konferensi ABC di Bali

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Swt. atas karunia dan rahmat-Nya. Tidak ada peristiwa di dunia ini yang tidak pernah luput dari pengawasan-Nya dan tidak ada kejadian di dunia ini tanpa sepengetahuan dari-Nya. Perjalanan sosok itu ke Bali pun adalah karena kekuasan-Nya. Salam dan shalawat semoga tercurah kepada junjungan dan suri tauladan umat Islam di mana pun berada, Rasulullah saw. Hanya kepada beliaulah kita meminta syafaat dengan terus bershalawat kepadanya agar kita semua—insya Allah—bisa selamat di akhirat nanti.

Awalnya, Konferensi ASEAN Blogger Community (ABC) akan diselenggarakan selama 3 (tiga) hari, yaitu pada 16-18 November 2011. Akan tetapi, karena terkendala faktor teknis dimana acara ini bersamaan dengan KTT ASEAN ke-19 yang juga bertempat di Nusa Dua, Bali, maka Konferensi ABC pun dipersingkat menjadi 2 (dua) hari. Suasana perjalanan maupun konferensi pun agak berbeda karena pengawalan dan penjagaan yang amat ketat dari pihak kepolisian maupun militer di Bali, khususnya di kawasan Nusa Dua. Hal ini tentu bukan sesuatu yang aneh karena KTT ASEAN akan dihadiri oleh orang-orang penting dari tiap negara ASEAN dan juga dihadiri pula oleh Sekjen PBB dan Presiden Amerika Serikat.

Asean Bloggers Conference

Tema Konferensi ABC kali ini adalah “The New ASEAN and its Cooperation with Dialogue Partners” yang dibuka secara resmi oleh Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi, Tifatul Sembiring pada 16 November 2011 di Museum Pasifika, Nusa Dua. Konferensi ini dihadiri oleh sekira 200 blogger yang mayoritas adalah para blogger nusantara dan sekira 15 blogger dari perwakilan tiap negara ASEAN. Dalam pidato berbahasa Inggrisnya, Tifatul menyatakan, “ASEAN Blogger Conference 2011 is expected to bring ASEAN closer to the community and to be a forum for brainstorming ideas about the implementation of the ASEAN Charter towards the establishment of ASEAN Community 2015.”

ABC yang diinisiasi oleh beberapa blogger dari berbagai kota di Indonesia sangat berharap bahwa ASEAN tidak hanya merupakan forum bagi para elit, diplomat, atau pihak pemerintah eksklusif tetapi juga sebagai forum yang bisa menghubungkan atau berkomunikasi antarwarga negaranya. Iman Brotoseno, presiden ABC, menyatakan bahwa konferensi ABC pertama ini telah mendiskusikan perkembangan jejaring sosial media online pada negara-negara ASEAN dan langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh blogger ASEAN untuk mendukung Komunitas ASEAN 2015 melalui aksi-aksi nyata pada tiap-tiap negara.

Asean Bloggers Conference

Ada 2 (dua) poin utama yang menjadi pembahasan penting dalam konferensi ini, yaitu masalah kebebasan berekspresi dan kode etik saat berjejaring di sosial media online. Kebebasan ekspresi atau freedom of expression ternyata tidak berada dalam koridor pemikiran yang sama pada tiap-tiap negara. Lihat saja bagaimana Tonyo Cruz (blogger Filipina) dan Anirudh (blogger Kamboja) mengartikannya secara eksplisit sedangkan Minh (blogger Vietnam) serta Irwan dan Kamarul (blogger Brunei) menanggapinya tidak seperti itu. Perbedaan ini dianggap wajar karena adanya perbedaan budaya berdemokrasi pada tiap-tiap negara ASEAN. Kebebasan pada negara mereka sangat berbeda maknanya dengan kebebasan di negara Indonesia.

Etika dalam dunia blog pun juga harus dikedepankan dan menjunjung tinggi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) agar blogger yang bersangkutan tidak terkena dampak secara hukum. Hal inilah yang kemudian menuntut forum untuk memasukkan masalah kode etik ini ke dalam Deklarasi ASEAN Bloggers, yaitu pada poin ke-5. “Untuk itu, deklarasi yang sudah digaungkan bersama blogger perwakilan negara-negara ASEAN  bisa jadi rujukan bahwa sudah seharusnya kesadaran Blogger Indonesia menghargai HAKI orang lain lebih ditingkatkan. Selama ini saya selalu mengajak para blogger untuk mengedepankan etika dalam menulis blog, berekspresi tanpa mengganggu hak- hak orang lain, dan menjunjung tinggi kesadaran akan HAKI orang  lain,” ujar Risa Amrikasari, salah seorang blogger senior yang turut hadir.

Asean Bloggers Conference

Deklarasi ASEAN Bloggers

ASEAN adalah salah satu bentuk komunitas antarnegara yang unik. Keunikan dari sisi geografis maupun budaya inilah yang mempersatukan 10 (sepuluh) negara di Asia Tenggara sebagai bagian dari keluarga besar. Dipandu oleh Herman Saksono, seorang blogger dari Yogyakarta, Konferensi ASEAN Bloggers di Museum Pasifika, Nusa Dua, pada 16 November kemarin pada akhirnya menghasilkan beberapa poin kesepakatan sebagai Deklarasi ASEAN Bloggers, yaitu:

1. We, the ASEAN bloggers, gathered in Bali, on 16th November 2011, aligned with the 19th ASEAN Summit, acknowledge the role and contributions of social media for the establishment of ASEAN Community 2015.

2. We, the ASEAN bloggers, aspire to seek the freedom of expressions among us as enshrined in Universal Declaration of Human Rights.

3. We, the ASEAN bloggers, in the spirit of partnership and solidarity among the family of people from ASEAN countries, independent of political influence, are determined to use social media in the development of ASEAN’s political, economic, and social-cultural potentials with the aim to promote understanding among ASEAN people.

4. We, the ASEAN bloggers, are determined to develop cooperation in all fields under ASEAN’s One Vision, One Identity, and One Community.

5. We, the ASEAN bloggers, are committed to ethical and positive demeanor, respectful of the rights of authors attached to articles, photos, and videos, and other creative products.

6. We, the ASEAN bloggers commit to:

  • Declare the 16th November as the ASEAN Bloggers’ Day.
  • Develop communication platforms, both at the national and the sub-regional levels, taking into account the interest of people participation in the rural areas of ASEAN countries.
  • Organize future activities to encourage closer contact among bloggers.
  • Mandate the Indonesian ASEAN Blogger Community President to coordinate and communicate to all their counterparts from ASEAN countries regarding development and progress achieved in accordance with the Declaration.

7. We, the ASEAN bloggers, encourage all bloggers to join our efforts in making this Declaration a reality.

Asean Bloggers Conference

NB: Ini laporan resmi dan sudah pasti bukan gayanya sosok itu karena berkaitan dengan permintaan dari kantor yang telah memberi izin 4 (empat) hari tidak masuk kerja. Bahkan, laporan aslinya pun diselipkan laporan keuangan yang tidak mungkin di-share di sini. Untul laporan tidak resminya akan dituliskan berdasarkan point of interest selama di Bali. Tunggu saja.[]

Baca juga artikel sebelumnya atau melihat daftar isi

Advertisements

9 thoughts on “Konferensi ABC di Bali

  1. Bisa nambah wawasan dan ilmu tuh Bang. Sayang acaranya di Bali. Coba di Jakarta.

    Yang penting tetap terus memonitor dan mengikuti perkembangannya.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    >> Alhamdulillah bukan hanya tambah wawasan tetapi juga tambah kawan. Salam sukses juga ^_^

  2. jadi tahu standar kebebasan berdemokrasi tiap negara di ASEAN ya bang. wah seru tuh. pasti beda ya tiap negara. dan yang lebih seru lagi bisa dengerin omongan langsung dari tiap-tiap personnya. asyik pisan.

    >> Iya, jadi tahu masing2 budaya di tiap negara. Alhamdulillah asyik pisan!

  3. wow .. byk sekali pesertanya, pasti seru ya, di Bali lagi 🙂

    >> Alhamdulillah … banyak, rame, dan seru ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s