Mabal atau Bolos

Bisa jadi ini adalah salah satu bentuk protes dari sang kancil. Bisa jadi ini adalah salah satu bentuk ketidakpedulian hewan itu sebagai anggota keluarga hutan dimana ia tinggal. Bisa jadi inilah salah satu bentuk paripurna akan kekecewaan sang kancil kepada pejabat hutan dan jajarannya. Ya, inilah puncak kemarahan dari sang kancil.

Apakah tindakan sang kancil itu dibenarkan? Tidak. Tindakan hewan itu sudah jelas adalah salah. Apa yang ia lakukan jangan dijadikan contoh atau bahkan sebuah keteladanan. Apabila kamu adalah hewan yang tinggal dan masih membutuhkan makanan yang ada di hutan itu, jangan pernah dan mencoba-coba untuk meniru atau mengikuti jejak langkah sang kancil. Jangan!

Sebagai sosok hewan yang menjadi bagian dari anggota keluarga hutan, sang kancil ingin menampar para pejabat hutan. Sudah jelas kasar. Sudah pasti akan sangat memerah dan membekas. Akan tetapi apa yang dilakukan oleh hewan itu memiliki latar belakang atau sejarah yang kuat. Cara halus sudah pernah ia lakukan. Cara yang lebih lagi dari halus pun sudah ia lakukan. Dan puncaknya adalah kemarahan sang kancil kali ini. Argh!

Sang kancil sudah memaklumi kalau tindakan dirinya itu akan mengimbas tidak hanya para pejabat hutan. Tindakannya itu juga akan mengenai pekerjaan sang kijang yang telah menjadi rekan kerjanya bertahun-tahun. Begitu pula pada sang gajah, sang tupai, sang ayam hutan, sang jerapah, dan beberapa hewan lainnya yang telah turut bekerjasama dengannya. Siapa yang tidak kecewa terhadap sang kancil atas perbuatannya? Namun sang kancil sudah siap dengan konsekuensinya. Ia telah siap untuk pergi meninggalkan hutan itu dan akan mencari hutan baru atau bahkan menciptakan kembali hutannya sendiri.

Ya sudah, hanya itu yang bisa ia muntahkan. Sekali lagi, jangan diikuti ya. Apa yang dilakukan sang kancil sudah dipersiapkannya dengan cermat. Ia tidak sekadar meluapkan emosinya yang sesaat. Ia sudah mempunyai rencana. Jangan pernah mengikutinya kecuali kalau kamu ingin menanggung semuanya sendiri. Yuk ah![]

Advertisements

5 thoughts on “Mabal atau Bolos

  1. sebentar lagi juga akan ada yg mengikuti jejak si kancil, mungkin sudah menjadi kehendak diri mereka berdua untuk hengkang. meski hewan yg lain tak ada di hutan itu, tapi di hutan daerah lain. hewan itu sedang menunggu saatnya tiba, jika ia tak diterima untuk menjadi anggota tetap maka ia sudah merencanakan juga akan hengkang dari hutan itu. kancil pastinya tak sendiri.
    *pu tuh sebenarnya lagi cerita apa sich????

    >> Eh, siapa yang akan mengikuti jejak si kancil? Ikut2an aja ih … ^_^

  2. ooohh….gw baget! akan ada kancil-kancil lain sepertinya bang! sebab hutan Tuhan itu luas, tidak hanya sepetak atau dua petak, dibalik gunung itu ada hutan, dibalik bukit itu ada hutan, di sebrang sungai itupun ada hutan, jadi kenapa harus terpenjara hanya di satu hutan?

    >> Kancil mana lagi neh? Semoga kancil-kancil lain sudah memikirkan masak-masak ya …

  3. Ups, saya waktu kecil juga pernah ingin mbolos. Dan saya jujur utarakan ke ortu saya. Apa penyebabnya saya lupa. Pastinya saya gak diijinin mbolos. :mrgreen:

    >> Terlalu terbuka hehehe … tapi pastinya lucu ya masa itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s