Keutamaan Hari Senin dan Muharam

Hari ini hari Senin
Hari yang baik untuk memulai aktivitas
Semangat pagi!

Hari ini hari Senin dan tak banyak yang tahu apa keutamaan hari Senin itu. Padahal setiap hari memiliki keutamaan dan itu semua adalah hal-hal yang baik. Kalau diisi dengan hal yang jelek tentu tidak baik untuk diri kita sendiri maupun bagi lingkungan sekitar.

Berdasarkan riwayat dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Pintu surga dibuka pada hari Senin dan hari Kamis. Kemudian, Dia memberi ampunan bagi setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah sedikit pun kecuali seseorang yang berselisih antara dirinya dan saudaranya. Lalu dikatakan, ‘Tangguhkan hingga kedua orang ini berdamai, tangguhkan hingga kedua orang ini berdamai, tangguhkan hingga kedua orang ini berdamai.’” (HR Muslim, 2566)

Lalu, amalan apa saja yang bisa kita lakukan pada hari Senin ini? Tentu ada banyak yang bisa kita lakukan. Salah satunya adalah mengacu riwayat dari Aisyah r.a. yang berkata, “Rasulullah saw. selalu menjaga puasa Senin dan Kamis.” (HR Muslim, 745)

Jika hari Senin adalah baik
Tentu baik pula di bulan Muharam
Derajat kita bisa menjadi naik
Hidup kita pun tak lagi temaram

Ali r.a. berkata bahwa seseorang pernah bertanya kepadanya, “Bulan apa yang engkau perintahkan aku untuk berpuasa sesudah puasa Ramadhan?” Ali pun menjawab, “Aku tidak pernah mendengar seseorang bertanya selain seseorang yang aku pernah mendengarnya bertanya kepada Rasulullah saw., sedangkan waktu itu aku duduk di sisi beliau. Orang itu mempertanyakan hal yang sama, ‘Wahai Rasulullah! Bulan apa yang engkau perintahkan aku berpuasa sesudah puasa Ramadhan?’ Beliau bersabda, ‘Jika engkau sudah berpuasa Ramadhan, berpuasa Muharam-lah, itu adalah bulan Allah. Di dalamnya, Allah telah menerima tobat suatu kaum dan akan menerima tobat dari kaum yang lainnya.’” (HR At Tirmizi, 741)

Puasa di bulan Muharam adalah amalan terbaik setelah berpuasa di bulan Ramadhan. Berdasarkan riwayat dari Abu Hurairah r.a. pun dikatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Puasa paling utama sesudah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharam. Shalat paling utama sesudah shalat fardu adalah shalat malam.’” (HR Muslim, 1165)

Begitu pun dengan keutamaan awal bulan Muharam atau yang dikenal dengan ‘Asyura. ‘Asyura adalah sebutan untuk tanggal 10 Muharam. Menurut riwayat, Ibnu Abbas r.a. pernah berkata, “Rasulullah saw. tiba di Madinah. Beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura. Beliau pun bertanya, ‘Apa ini?’ Mereka menjawab, ‘Ini adalah hari yang baik. Ini hari ketika Allah telah menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka lalu Nabi Musa berpuasa.’ Beliau lalu bersabda, ‘Aku lebih berhak (mencontoh) Musa daripada kalian.’ Lantas, beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.” (HR Al Bukhari, 2004)

Agar berbeda dengan puasanya orang Yahudi, Rasulullah saw. pun menganjurkan umatnya agar berpuasa juga pada hari sebelumnya sehingga menjadi 2 (dua) hari, yaitu 9-10 Muharam. Berpuasa sunah pada hari ‘Asyura juga menjadi penghapus dosa selama setahun yang telah berlalu.

Dari Humaid bin Abdurrahman, bahwasanya dia mendengar Muawiyah bin Abu Sufyan r.a. berkhutbah tentang hari ‘Asyura di mimbar pada saat musim haji. Dia berkata, “Wahai penduduk Madinah, di manakah ulama kalian? Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Ini adalah hari ‘Asyura. Allah tidak mewajibkan puasa atas kalian, sedangkan saya berpuasa. Siapa yang berkehendak maka berpuasalah dan siapa yang tidak berkehendak maka berbukalah.’” (HR Al Bukhari, 2003)[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s