Kelas Ngeblog [1]

Senin malam kemarin, salah satu grup interaktif di fesbuk mengadakan semacam diskusi tentang dunia blog. Grup yang khusus berisi anggota kaum perempuan ini memang dijadwalkan membuka kelas ngeblog pada Senin malam. Inilah grup Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Di luar itu, ada juga kelas fotografi, menulis, maupun pengeditan. Bukan kebetulan kalau sosok itu yang menjadi penanggung jawab (PJ) untuk diskusinya, bersama Ima.

Dan inilah beberapa cuplikan diskusi yang dimulai dari pukul 19.00 hingga menjelang 21.00 (dari rencana hanya sampai pukul 20.00). Diskusi yang sangat hangat hingga dalam waktu kurang dari 2 jam sudah mengundang 190-an komentar. Diskusi yang semoga sangat bermanfaat bagi kawan-kawan blogger yang kebetulan mampir dan membaca. Cuplikan ini sengaja dipilah agar lebih enak dibaca dan dirunut dengan baik.

Menurut Ety Abdul, tujuannya membuat blog adalah ingin berbagi lewat tulisan meski katanya tulisannya itu masih belepotan. Ada juga pendatang baru (newbie), seperti Arundina yang di matanya blog itu masih asing. Ia berharap dengan diskusi ini semoga ada pencerahan untuk mempunyai blog dan jadi blogger. Begitu pula dengan harapan Monita Olivia agar mendapatkan tips supaya blognya banyak dikunjungi pembaca. Rachmidhita Dwihasti pun berbagi bahwa pertama kalinya belajar blog karena rasa penasaran, tetapi setelah dibuat ternyata dirinya menjadi bingung ingin menulis apa sehingga tak jarang ia agak suka copy-paste. Ini juga ditanyakan oleh Yunita Hentika yang tulisannya masih minim sehingga keberaniannya juga sama minimnya, dan pada akhirnya tulisan di blognya lebih banyak copy-paste.

Deasy Rosalina menyatakan sudah lama tidak membereskan blognya. Dulu paling suka memposting puisi, pengalaman tugas PTT di pulau terpencil di Maluku, sama cerita-cerita cinta. Sedangkan bagi Rike Swasono, blog adalah tempat menyalurkan apa yang ada di pikirannya dan ingin dibagi. Hitung-hitung katanya untuk mengasah kemampuan menulisnya. Bukan kebetulan juga waktu masih berstatus mahasiswa Rike ikut kegiatan pers dan blog itu dijadikan media pembelajaran. Dia pun juga suka menggambar komik dan itulah salah satu konten di blognya. Menurut Ima, kalau di dunia blog, copy-paste isi blog itu adalah pilihan dan tentunya harus mencantumkan sumber tulisannya. Akan tetapi tentu lebih bagus yang tidak copy-paste atau orisinill dan sesuai dengan apa yang disukai dan diminati.

Di antara anggota IIDN ternyata juga ada yang jauh lebih senior, yaitu Kanya Puspokusumo yang blognya saat ini sudah dikunjungi oleh minimal 1000 orang setiap bulannya. Salah satu tipsnya adalah beliau bermain di tagline dan menggunakan Search Engine Optimization (SEO) sekaligus berusaha memposting tulisan-tulisan yang insya Allah bermanfaat untuk beberapa komunitas dan (syukur-syukur) masayarakat umum. SEO disediakan oleh Google/Google Analytic. Fungsinya untuk mencari kata-kata (tagline) yang populer di masyarakat. Misalnya kalau kita ingin menulis tentang linguistik, dicari deh kata apa yang populer di Indonesia. Ketika kita sudah mendapat kata-katanya, jadikan kata-kata tersebut sebagai tagline di tulisan/posting kita. Jika nanti ada orang yang cari bahasan tentang linguistik di google, otomatis link blog/tulisan kita akan muncul pada halaman pertama.

Untuk masalah SEO, sosok itu mengatakan bahwa yang paling penting adalah kita harus mempunyai kata kunci pada tulisan kita. Misalkan saja berbicara tentang blog, ya kata kuncinya adalah ‘blog’. Kata kunci ini disebar minimal 3 (tiga) kali di awal paragraf, di tengah, maupun di akhir paragraf. Jangan lupa menambahkan kata kunci ‘blog’ tadi pada tag. Akan tetapi, SEO yang paling mujarab menurut sosok itu adalah menulis setiap hari (konsisten) dan rajin BW atau blogwalking (bersilaturahmi ke blog orang lain dan meninggalkan jejak berupa komentar).

Menurut sosok itu, yang paling penting dari ngeblog adalah KONSISTENSI, yaitu kemauan untuk menjaga ritme menulis. Bukan hanya sekadar curcol (apalagi gak jelas) dan pastinya bermanfaat untuk semua orang. Blog itu kan pasti dibaca oleh umum, tidak seperti diari di buku-buku zaman dahulu. Blog itu temanya bisa gado-gado keseharian kita atau bisa difokuskan pada beberapa hal yang kita sukai misalnya tentang desain, bersepeda, dan menulis. Deasy Rosalina membenarkan apa dikatakan sosok itu bahwa di tengah maraknya jejaring sosial seperti FB dan Twitter, memang sulit sekali mempertahankan konsistensi dalam blogging. Akan tetapi seperti apa yang dikatakan oleh Kanya Puspokusumo, selama tulisan-tulisan itu membawa manfaat bagi orang banyak tentu akan memberikan kepuasan dan bahkan Deasy pun hampir mendapatkan jodoh gara-gara blogging.

Sosok itu kembali menegaskan agar segera menentukan tema supaya kita bisa fokus ngeblog. Setelah itu buat schedule tergantung dari kemampuan kita sendiri. Bisa sebulan sekali, 2 minggu sekali, seminggu sekali, 3 hari sekali, atau sehari sekali. Jalankan komitmen itu dan terapkan! Monita Olivia yang mengaku bukan blogger yang pro sudah mengusahakan untuk membuat satu tulisan tiap empat hari. Tentu itu bukan hal yang mudah baginya. Yang pasti, empat hari sekali dia yakin bahwa ada pengunjung tetap yang datang menjenguk blognya.

Sebagai penutup dari tulisan ini, sosok itu juga mengingatkan bahwa agar tulisan kita di blog tidak bercampur baur, gunakan kategori untuk mempermudah pemilahannya. Misalkan saja kita masukkan semua tulisan tentang kepenulisan pada kategori ‘Kepenulisan’. Masalah asi, menyusui, atau kehamilan pada kategori ‘Kesehatan’. Kategori ini juga mempermudah kita dan orang lain mencari file-file di blog kita. Happy blogging … ^_^

Bersambung …

Advertisements

8 thoughts on “Kelas Ngeblog [1]

  1. awal-awal sih biarkan aja tulisan itu mengalir apa adanya, mau curhat atau curcol, namanya juga ibu-ibu. nah nanti lama-lama tulisan itu akan mengarah dengan sendirinya.

    >> Iya, mulailah dari hal yang paling sederhana yaitu pengalaman sendiri …

  2. hihihi…nama saya kesebut, makasih bang rekapan tulisannya, memang jadi enak dibaca…sekarang saya sedang mencoba mengurangi bahkan meninggalkan copy-paste….

    >> Terima kasih juga sudah terlibat dalam dikusi kemarin …

  3. wah…berarti intinya konsistensi dalam blogging yah bang…
    wah..itulah hal yang paling sulit nih…
    🙂

    >> Iya, konsistensi. Segala hal juga butuh kekonsistensian…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s