Para Blogger pun Melestarikan Air

Koran Inilah tentang Blogger

[Inilah Koran, Rabu 7/12] — Di mana ada air di situ ada kehidupan. Para blogger pun punya cara sendiri menjaga kelestariannya. Kalau biasanya para blogger saling sapa di dunia maya, Sabtu (3/12) pagi, mereka bisa kopi darat, bertemu dan saling bercengkerama di Dacosta Cafe, Hotel Bumi Sawunggaling, Jl. Tamansari, Bandung.

Para blogger yang memiliki beragam minat, bersama-sama menyerap wawasan tentang konservasi sumber daya air dari para pakar lingkungan. Semua berlangsung dalam suasana santai, meski materi yang disampaikan para pakar lumayan berat. Pertemua blogger mengangkat tema Hijau Alamku, Lestari Airku: Bincang-bincang Konservasi Sumber Daya Air bersama Blogger ini menghadirkan ahli di bidang air yaitu Hendarmawan (Dekan Fakultas Teknik Geologi Unpad) dan Mochamad Saleh dari Yayasan Kehati.

Duduk di sofa depan panggung, Hendarmawan menyampaikan peredaran air di bumi mengikuti daur yang berulang dan bersifat tertutup, dikenal sebagai daur hidrologi, dan air tanah merupakan bagian dari daur hidrologi tersebut. Menurut Hendarmawan, sekitar 70% dari permukaan bumi tertutup air. Dari keseluruhan kandungan air yang ada di bumi jumlah air tawar yang ada hanya 3%. Dari jumlah 3% ini, 68,7% terperangkap di es dan gletser. Sisanya, 31,3% merupakan air tawar yang bisa diakses seperti air tanah, danau, sungai, dan lainnya.

“Hanya kurang dari 1% air di bumi yang dapat dimanfaatkan,” kata Hendarmawan. Oleh karena itu, teknologi pengelolaan tepat guna serta peran bersama masyarakat tidak terelakkan, perlu teknologi sederhana dan murah dengan sosialisasinya berbasis kearifan lokal masyarakat sekitarnya. Seperti, pembuatan biopori di sekitar tempat tinggal atau setiap rumah harus menyiapkan sumur resapan untuk membantu meningkatkan terserapnya air ke tanah. Hendarmawan menjelaskan pada wilayah yang terjadi krisis air, penggunaan air tanah untuk industri sudah harus dihentikan. Air untuk keperluan industri seluruhnya bersumber dari air permukaan. Jika hal ini bisa dilaksanakan, maka sumber daya air bisa terbarui atau berkelanjutan.

Menurut data LSM Kehati yang disampaikan penelitinya, Mochamad Saleh, pengambilan air tanah 38,6 juta m3 pada tahun 1980, menjadi 46,8 juta m3 pada tahun 1990. Dan, kondisi tutupan hutan (sebagai sumber air) sudah banyak berkurang akibat alih fungsi lahan/penebangan. Serta hampir semua aktivitas manusia memerlukan air, seperti pertanian, perkebunan, dan aktivitas rumah tangga. “Inilah yang menyebabkan penurunan permukaan air tanah dalam 0,01-0,08 m/bulan,” tegas Saleh.

Untuk mengurangi penurunan permukaan air tanah itu, Saleh mengajak para blogger menghemat air, menanam pohon, mengolah limbah cair rumah tangga, dan olahlah sampah organik yang ada. Para pembicara berharap para blogger melakukan gerakan konservasi air ini pada diri sendiri. Syukur-syukur bisa memperluas pengetahuin ini melalui blog masing-masing.[suro prapanca/rey]

Advertisements

3 thoughts on “Para Blogger pun Melestarikan Air

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s