Hidup Tanpa Air? Gila Aja!

Hijau Alamku Lestari Airku — Air, sebuah kata yang mengandung makna filosofi paling paripurna dalam hidup ini. Air yang memiliki senyawa kimia H2O terbukti istimewa. Dalam bentuk bebasnya, senyawa hidrogen (H2) adalah zat yang mudah terbakar sedangkan senyawa oksigen (O2) adalah zat perantara proses pembakaran. Namun campuran keduanya bisa membentuk air yang mampu menghentikan proses pembakaran. Sangat unik, bukan? Seluruh kehidupan di dunia ini tidak pernah lepas dari air. Air memenuhi seluruh permukaan bumi ini. Bahkan, tubuh kita pun mayoritas terdiri atas air sehingga wajar saja kalau manusia dapat hidup tanpa makan selama beberapa hari atau minggu tetapi tidak dapat hidup tanpa air selama lebih dari 2-3 hari. Apakah ini fakta? Ya, kamu pun bisa mencari data yang lebih akurat lagi tentang hal ini di perpustakaan atau dunia maya.

Inilah yang dibahas oleh Dr. Hendarmawan (Dekan Fakultas Teknik Geologi Unpad) dan Mochamad Saleh (LSM Kehati) di Dacosta Cafe (3/12) bersama para blogger Bandung. Berbicara tentang air tidak akan pernah ada habisnya karena air sangat berbeda dengan energi. Energi bisa didapatkan dari sumber daya alam yang berbeda. Sebut saja panas bumi, uap, nuklir, gas, sampah, bahkan dari air juga. Namun untuk masalah air, kita tidak mempunyai pilihan lain. Inilah mengapa air lebih kritis untuk dipikirkan ketersediaannya dibandingkan dengan sumber energi. Hidup tanpa air? Gila aja!

Bincang-bincang santai di atas diselenggarakan oleh komunitas Bandung Kota Blogger (Batagor) dan didukung oleh AQUA, yang mengetengahkan tema Hijau Alamku, Lestari Airku: Bincang-bincang Konservasi Sumber Daya Air bersama Blogger. Dr. Hendarmawan kembali menegaskan bahwa 70% dari permukaan bumi ini ditutupi air. Namun hanya kurang dari 1% air di bumi yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Air tawar yang ada hanya 3% dari seluruh air yang ada di bumi dimana 68,7%-nya terperangkap di es dan gletser dan sisanya adalah air yang bisa diakses seperti air tanah, danau, sungai, dan lainnya. Perbandingan lainnya adalah jika keseluruhan air di bumi diibaratkan sebagai 100 liter air, maka air yang bisa dipakai untuk kehidupan sehari-hari hanyalah 1 sendok dari 100 liter air tersebut. Betapa miris mengetahui kenyataan seperti ini, kan?

Blogger Bincang Air

Perlu diketahui bahwa peredaran air di bumi mengikuti daur yang berulang dan bersifat tertutup, dikenal sebagai daur hidrologi. Air tanah adalah bagian dari daur tersebut. Sumber air di bumi sebenarnya hanya berasal dari air permukaan dan air bawah tanah. Contoh air permukaan adalah air sungai, danau, kolam, air hujan, dan sebagainya. Sedangkan contoh air tanah adalah mata air, sumur, dan sebagainya. Dan berbicara tentang persentase, pemanfaatan sumber air di bumi ini adalah 70% berasal dari air tanah, 20% dari mata air, dan 10% dari air permukaan. Namun pemanfaatan air ini pun perlu diperhatikan dan tidak semena-mena karena menurut data dari LSM Kehati pemanfaatan air tanah di dunia ini telah mencapai 38,6 juta m3 pada 1980 dan telah mengalami peningkatan menjadi 46,8 juta m3 pada tahun 1990. Salah satu akibat dari proses itu adalah terjadinya penurunan permukaan air tanah sebanyak 0,01-0,08 meter/bulan. Pemanfaatan air tanah yang kurang baik juga membuat penurunan muka air tanah di Jakarta mencapai 10-12 cm/tahun.

Air sebenarnya tidak akan pernah berkurang tetapi berubah bentuk. Kita pasti masih ingat bagaimana perubahan bentuk air melalui proses pembekuan atau penguapan. Jadi, air itu tidak akan pernah habis. Justru yang menjadi permasalahan adalah apakah air itu masih bisa dipakai atau tidak. Inilah pentingnya bagi kita mengetahui bagaimana melakukan ketahanan air (silakan lihat juga di sini), yaitu mempertahankan kualitas dan kuantitas air tawar yang ada di permukaan bumi agar masih bisa dimanfaatkan oleh manusia. Air yang sudah terlanjur masuk ke laut, tentu tidak dapat dimanfaatkan dan perlu waktu lama lagi untuk dapat dimanfaatkan dalam bentuk air hujan.

Nah, untuk mengurangi penurunan permukaan air tanah dan juga melakukan ketahanan air, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh kita seperti menghemat air, menanam pohon, mengolah limbah cair rumah tangga, atau mengolah sampah organik yang ada. Selain itu, kita juga bisa membuat penampungan air hujan, menyediakan lahan untuk penyerapan air (tidak disemen atau diaspal), membuat resapan biopori, adopsi pohon, atau membuat sumur resapan. Inilah yang biasa disebut dengan tindakan pencegahan atau preventive actions, yang sudah pasti biayanya akan jauh lebih murah. Ini jelas menjadi tanggung jawab kita bersama karena masalah air adalah masalah bersama, bukan tanggung jawab beberapa perusahaan yang sering menggunakan air dalam proses produksinya. Okelah bahwa perusahaan itu juga harus bertanggung jawab, tetapi tahukah kamu bahwa limbah yang paling banyak mencemari air ternyata berasal dari limbah rumah tangga karena tidak ada undang-undangnya sama sekali.

Blogger Bandung di Dacosta Cafe

Alam pegunungan di Indonesia menyimpan kekayaan yang tak ternilai harganya. Salah satunya adalah sumber-sumber air yang mengalir secara alami di dalamnya. Beberapa dari sumber air ini kemudian muncul sendiri ke permukaan bumi sebagai mata air pegunungan. Inilah mata air alam yang bukan air tanah biasa atau air yang dipompa, yaitu sumber air terbaik anugerah alam yang penuh dengan kebaikan alam dan tidak tersentuh tangan manusia. Mata air pegunungan ini sangat banyak mengandung mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia dan untuk itulah harus dijaga keseimbangannya.

Apabila ada perusahaan yang ingin mengolah mata air pegunungan ini, misalnya untuk air minum, tentu juga harus memperhatikan kandungan mineral dan juga menjaga alamnya. Prosesnya harus memastikan bahwa tidak ada satupun mineral penting dari alam yang terbuang percuma sehingga semua kebaikan alam tetap terjaga dengan baik. Bukan hanya itu, proses keseluruhannya juga tidak boleh terjamah oleh tangan manusia sehingga resiko kontaminasi mulai dari sumber mata air hingga dikonsumsi oleh manusia dapat diminimalisasikan.

Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi dalam pemilihan mata air pegunungan, yaitu:

  1. Jumlah debit air dari sumber air harus seimbang dengan kebutuhan. Tujuannya adalah memastikan bahwa lingkungan di sekitar mata air tetap terjaga.
  2. Memperhatikan parameter fisik, parameter kimia, dan parameter mikrobiologi yang harus sesuai dengan standar SNI. Perhatikan juga stabilitas parameter fisik dan parameter kimianya.
  3. Memperhatikan lingkungan mata air dan keberadaan sumber-sumber yang berpotensi untuk menjadi sumber polutan.
  4. Kesinambungan sumber air, dimana dalam proses pemilihan mata air harus memastikan bahwa mata air tersebut dapat bersifat berkesinambungan, baik dari segi kualitas maupun jumlah debit.
  5. Ketersediaan infrastruktur yang mendukung namun tetap menjaga lingkungan sekitar sumber mata air.

Sebagai bagian dari masyarakat kebanyakan yang sering menggunakan air sumur sebagai sumber airnya, kita juga perlu memperhatikan standar kualitas dari air sumur tersebut. Konstruksi sumur yang kurang baik memungkinkan terjadinya pencemaran terhadap air di dalamnya, demikian pula jika letak sumur kurang memperhatikan aspek-aspek lingkungan. Lokasi sumur yang aman adalah yang cukup jauh dari sumber-sumber pencemaran seperti dari limbah industri, limbah rumah tangga, timbunan sampah, limbah pertenakan, kebocoran septic tank, kebocoran SPBU, reaksi antara air dengan pipa/paralon, reaksi dengan dinding sumur, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui apakah air minum kita sehat atau tidak, secara fisik dapat diketahui dari tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau, dan tidak keruh. Namun untuk mengetahui kandungan zat kimia, tentu harus membawanya ke laboratorium.

Air untuk kehidupan, sudah pasti. Dan hidup tanpa air, gila aja. Air sangat bermanfaat bagi bumi, tumbuhan, hewan, dan tentunya manusia. Manusia membutuhkan air karena 60% tubuhnya terdiri atas air dan tiap sel di dalamnya bergantung pada pasokan air yang cukup agar organ di dalam tubuh dapat bekerja. Apalagi bagi sosok itu yang biasa berolahraga dengan bersepeda. Pesepeda amatir dapat mengayuh 6,5% lebih cepat jika ia meminum cukup air. Kehilangan cairan, terutama saat berolahraga dapat mengakibatkan dehidrasi dan berkurangnya kadar cairan plasma dalam aliran darah. Hal ini akan mempengaruhi kinerja jantung dan performa orang yang bersangkutan pun akan menurun drastis. Selain itu saat dehidrasi, daya pikir dapat menurun. Ini tidaklah mengejutkan sebab otak kita memang mengandung 75% air. Dehidrasi juga dapat menyebabkan kehilangan berat badan hingga 1-2%, mudah cepat lelah, susah berkonsentrasi, dan mengalami penurunan dalam tingkat kewaspadaan.

Oleh karena itu, hindari dehidrasi dalam setiap kegiatan kamu. Minumlah air dengan cukup saat bekerja di luar maupun di dalam ruangan, berolahraga, bahkan saat beristirahat. Dengan minum air secara cukup dan teratur, stamina tubuh kamu dapat terjaga serta siap menjalani aktivitas sehari-hari. Akan tetapi semua itu adalah proses hilirnya dimana kita semua adalah pengonsumsi air yang tidak bisa dielakkan. Sedangkan proses hulunya kita semua bertanggung jawab agar ketersediaan air yang dapat dimanfaatkan tidak cepat habis. Lalu, apa yang sudah kamu lakukan untuk menjaga air?[]

Konservasi Sumber Daya Air di Mata Blogger

Advertisements

5 thoughts on “Hidup Tanpa Air? Gila Aja!

  1. Thanks for sharing bang,berguna sekali infonya
    wah nggak bisa membayangkan hidup tanpa air..gimana coba…????!!!! semoga kita lebih cinta lingkungan dan menjaga sumber daya air…

    >> Sama-sama ya, Mamanya Kinan ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s