Ikut Lomba: Bukan Sekadar Menang

Lebih baik gagal pada sesuatu yang kita cintai daripada berhasil pada sesuatu yang kita benci

Sudah berapa kali kamu ikut lomba? Dan sudah berapa kali kamu menang? Apakah kamu mengikuti lomba hanya bertujuan untuk menang? Ataukah kamu mengikuti lomba hanya sekadar mengasah kemampuan yang kamu miliki dan hanya sekadar bisa berpartisipasi untuk meramaikan event lomba yang bersangkutan? Jangan-jangan kamu termasuk orang yang tidak pernah mengikuti lomba karena faktor malu, minder, tidak ada guna, atau berpendapat: Itu, kan, hanya untuk orang-orang yang gila hadiah dan ingin narsis saja!

Apapun niatnya, tiap orang berhak untuk mengikuti lomba atau bahkan berhak untuk tidak mengikuti lomba. Lomba pada hakikatnya hanyalah salah satu sarana yang tidak atau bisa dimanfaatkan demi perkembangan kemampuan kita sendiri. Untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Sosok itu sendiri memanfaatkan lomba menulis sebagai ajang melatih kemampuan menulisnya agar tetap terjaga tiap waktunya dan sekaligus mengasah gaya kepenulisannya agar lebih baik lagi dari sebelumnya.

Sosok itu sudah beberapa kali mengikuti lomba kepenulisan dan beberapa kali juga memenangkannya. Dari yang tingkat nasional dengan hadiah sampai puluhan juta rupiah maupun tingkat lokal dengan hadiah (hanya) berupa cinderamata. Nah, kalau dilihat waktu menangnya, tentu semua mata akan melotot melihat hadiah seperti uang jutaan rupiah atau barang eksklusif. Akan tetapi tidak banyak yang tahu bahwa jumlah kegagalan yang dialami sosok itu jauh lebih banyak. Belum lagi cerita bawah jembatan tentang betapa sulitnya menulis untuk menembus ke media massa, penerbit, memenangkan lomba, dan lain sebagainya. Semuanya penuh peluh dan cercaan mental. Tidak ada yang tahu.

Pengumuman Ekspresi Blogger #Indahnya Bandungku

Mayoritas hanya tahu cerita hulunya saja. Cerita happy ending-nya saja kalau sosok itu baru saja memenangkan lomba menulis. Baru-baru ini pun sosok itu juga diberi amanah sebagai Juara 3 pada Lomba Blog #EkpresiBlogger yang mengambil tema “Indahnya Bandungku”. Apakah sosok itu berharap menang? Semua orang yang ikut lomba pasti berharap menang. Akan tetapi pengalaman telah mengajarkannnya untuk biasa-biasa saja. Tidak berharap pada satu lomba, sosok itu terus mengikuti berbagai lomba menulis. Juga terus menulis untuk blognya maupun menulis #tipsepeda setiap harinya bagi yang mau follow @bangaswi di twitter.

Saat mengikuti lomba ini pun, sosok itu tidak tahu apakah tulisannya yang berjudul Mengesat Air Mata Prabu Siliwangi masuk menjadi peserta atau tidak karena dia menulisnya pada saat injury time, yaitu menjelang deadline. Bagaimana jadinya kalau jaringan internetnya down secara tiba-tiba? Bagaimana kalau pendaftarannya gagal? Akan ada banyak kemungkinan yang terjadi pada saat-saat yang genting itu. Sekali lagi, tinggal masalah niat. Sosok itu tidak terlalu memedulikannya karena tujuannya menulis adalah ingin sharing tentang keindahan Kota Bandung dari sisi yang lain. Dalam menulis pun harus berpikir kreatif, apalagi untuk lomba. Pada akhirnya, sosok itu berhasil menjadi peserta lomba blog yang didukung penuh oleh Telkom Speedy ini. Bukan hanya itu, dia pun diamanahi sebagai Juara 3 “Indahnya Bandungku”. Alhamdulillah, ya … ^_^

Sukses bukanlah tujuan tetapi lakukanlah apa yang kita cinta dan percayai. Sukses akan datang dengan sendirinya

Sumber: http://aswi.blogdetik.com/2012/01/19/ikut-lomba-bukan-sekadar-menang/

Advertisements

17 thoughts on “Ikut Lomba: Bukan Sekadar Menang

  1. bang aswi…selamat yah…alhamdulillah kalau ikutan lomba mah sering. Untuk lomba yang ga pake tulis artikel saya udh beberapa kali menang tapi giliran buat artikel alhamdulillah masih terus mengasah untuk mendapatkan penghargaan *alias belum pernah menang*…
    tujuan saya ikut lomba tidak lain dan tidak bukan ingin mengasah skill menulis bang….doain suatu saat bisa menang yah….

    >> Wah, pernah menang juga di ajang lomba lainnya. Huebat! Hatur nuhun ya, semoga semakin terasah kemampuan menulisnya, Mas.

  2. waaah hebaat… selamat bang aswi, saya mah belum pernah ikutan lomba … udah ngeper duluaan… dan kalo ikut lomba … jujur karena tertarik hadiahnya .. hehehe bukan mengasah kemampuan hahaha dasar ya

    >> Hatur nuhun ya, Nung. Coba ikutan sekali-kali, Nung, siapa tahu ^_^

  3. Bila bisa menang, sangat patut disyukuri. Hehe….
    Bagi saya, lebih kepada ajang pembelajaran, yaitu belajar menulis 🙂

    >> Memang seperti itu. Terus pembelajaran tanpa henti …

  4. Tak dipungkiri, menang dan mendapatkan hadiah memang menjadi motivasi dalam mengikuti sebuah lomba, tapi bukan hal yang utama sebab dengan sering mengikuti lomba kita bisa mengasah kemampuan dan juga belajar bersaing untuk bisa menggali potensi diri.

    Selamat atas prestasi yang diraih, Bang!

    >> Iya, Mas. Memang seperti itu. Terima kasih atas doanya, Mas

  5. saya mah ikutan lomba masih sebatas uji nyali aja bang
    sekalian mengasah kemampuan mengolah kata yg enak dibaca dan artinya pun gimana getoh hehehe
    kalau soal menang sih pastinya pengen juga dong
    tapi engga nemen kata orang jawa
    yaaa serejekinya aja deh hehehe

    >> Uji nyali kan tidak membuat mati kan, ya? Insya Allah rezekinya dah ada, tinggal masalah usaha saja ^_^

  6. selamat buat bang aswi, saya pernah beberapa kali ikut lomba, beberapa kali saja lho, dan beberapa kali juga menang dengan membawa hadiah.

    kalah, tentu saja pernah 🙂

    >> Hatur nuhun ya. Coba terus, Mas, siapa tahu …

  7. meskipun tujuannya bukan jadi pemenang namun hadiahnya yang paling utama hahahaha
    Selamat ya buat sosok itu yang telah merebut hadiahnya itu

    >> Alhamdulillah wa syukurillah. Itu pun jadi niatan meski urutan ke berapa hehehe …

  8. setuju bang, bagi dhe sendiri ikut lomba adalah sarana untuk mengasah kemampuan menulis, dan mengasah kreatifitas dengan tema yang ditentukan.. dan menang, menang adalah bonus dari hasil tulisan yang sudah kita hasilkan.. salam lomba dari penyuka lomba bang.. hehe 😀

    >> Memang benar. Itulah sarana untuk mengasah kemampuan kita. Yuk ah …

  9. setuju mas , kalo kita cuma mengharapkan kemenangan .
    kemampuan kita stuck segitu aja
    maksih ya mas buat sharenya

    >> Yup, asah terus kemampuan kita hingga merasa terus belajar dan belajar lebih baik lagi. Semoga bermanfaat ya ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s