Gowes Chantique 3+ ala NGN

Cantik dan menarik
Inilah para kartini hari ini
Masih berkebaya ataupun berbatik
Tetapi tetap ceria bersepeda bersama

Sepeda tidak harus kering, tetapi bisa juga segar dan mencerahkan. Bunga-bunga, merekah begitu cantiknya. Tidak hanya itu, ada juga yang membawa penganan alam buah-buahan yang langsung dibagikan saat selesai berkeringat. Pisang nan menawan. Ya, inilah Gowes Chantique 3+ yang diselenggarakan oleh Nu Gareulis Ngagowes (NGN) pada hari Minggu pagi, 22 April 2012, di Bandung.

Ini adalah gelaran yang ketiga kalinya ala NGN, yaitu gowes ngabring (gobring) alias bersepeda bersama semacam funbike. Tercatat ada 150-an peserta yang mengikuti acara kemarin, baik perempuan maupun laki-laki. Menurut Tina Setiana Dahlan, Ketua NGN, acara ini memang tidak dikhususkan untuk kaum perempuan saja meski mayoritas tetaplah kaum hawa yang diprioritaskan karena tujuan dari penyelenggaraan acara ini adalah kampanye sepeda.

Gowes Canthique 3+

Gowes Ngabring di Gowes Chantique 3+ (Foto: Dokumentasi pribadi)

Gowes Chantique 3+ diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Bumi dengan cara menghias sepeda masing-masing dengan bunga, daun, dan ranting tanaman asli yang nantinya akan dinilai dan tiga pemenang tentu mendapatkan hadiah dari sponsor. Acara ini pun mendapat dukungan dari Bu Sendi Yusuf (Ketua Persatuan Wanita Olah Raga Seluruh Indonesia [Perwosi] Jawa Barat dan Ketua Umum Yayasan Kesehatan Payudara [YKP] Jawa Barat) dan Bu Erika Vivananda (Penasihat NGN). Bu Erika bahkan ikut menggowes dari mulai start di BIP Merdeka hingga finish di D’Groove, Jl. Soekarno Hatta. Dengan tema “Bersepeda Aman dan Nyaman di Jalan Raya”, Gowes Chantique 3+ mengadakan acara-acara yang menarik seperti fun aerobic, gobring, talkshow kesehatan, dan juga coaching clinic.

Para peserta hanya membayar 15 ribu rupiah dan mereka mendapatkan pin, bendera, snack, makan siang, dan tentu saja beragam doorprize yang amat menarik. Semua doorprize tentunya berasal dari para sponsor seperti Telkomsel, Rase FM, Lactacyd, Mustika Ratu, D’Groove, Bank BJB, Pocari Sweat, CKS, Green Citarum Foundation, Teh Walini, dan Cyclone. Hadiah utama berupa city bike dipersembahkan oleh Telkomsel. Para peserta juga diminta untuk berpakaian tradisional, kebaya, atau batik.

Untuk rute gobring sendiri menempuh jarak 6,33 Km dari BIP Merdeka hingga D’Groove yang melewati jalan-jalan Aceh, Wastukencana, Pajajaran, Cicendo, Kebon Kawung, Kesatriaan, Bima, Kresna, Pandawa, Pajajaran, Abdul Rahman Saleh, Garuda, Sudirman, dan Soekarno Hatta. Kalau kata Teh Tina sendiri, tujuan dari acara ini sebenarnya dititikberatkan pada talkshow sehatnya, yaitu tentang kanker payudara, kesehatan bagian dalam kewanitaan, cantik saat bersepeda, dan juga hal-hal praktis dan aman saat bersepeda. Teh Tina mengakui kalau kaum perempuan cenderung enggan saat diajak untuk bersepeda dengan alasan bagian kewanitaannya akan terganggu atau kulitnya akan terbakar/hitam. Nah, dengan adanya talkshow inilah diharapkan mereka memahami bahwa aktivtitas bersepeda tidak perlu mengkhawatirkan hal itu semua.

Talkshow sehat tentang kanker payudara disampaikan oleh dr. Ahyani (Kadinkes Bandung), Lactacyd mendatangkan dr. Joyce yang membahas masalah kesehatan bagian dalam kewanitaan, Mustika Ratu menampilkan dr. Mega yang membicarakan masalah kesehatan kulit saat bersepeda, sedangkan coaching clinic disampaikan oleh Asep Irawan dari Komunitas JEJAK.

dr. Ahyani menyampaikan betapa pentingnya menjaga kesehatan payudara tidak hanya bagi kaum hawa tetapi juga kaum adam. Sebagai bahan untuk direnungkan, YKP Jabar mencatat bahwa pasien pengidap kanker payudara di Jabar mencapai 56 per 100 ribu dalam satu tahun atau sama dengan 0,5 persen. Kanker payudara amat dipengaruhi oleh gaya hidup perempuan yang tidak sehat seperti merokok dan minum minuman keras. Dan ternyata kanker payudara sulit untuk terdeteksi sehingga si pasien kadang menyadari setelah memasuki stadium yang tinggi.

Sendi Yusuf

Ibu Sendi Yusuf (Foto: Dokumentasi pribadi)

Bu Sendi menambahkan telah ada Pojok Informasi Kesehatan Payudara yang terletak di Gedung Penyakit Dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Layanan dibuka setiap hari Selasa dan Jumat pada pukul 10.00 hingga 12.00 siang. Diharapkan dengan adanya pojok ini, masyarakat dapat melakukan konsultasi dan deteksi dini kanker payudara dan tidak dipungut biaya apapun.

Sedangkan dr. Joyce menekankan betapa pentingnya menjaga kesehatan bagian dalam kewanitaan atau sebut saja Nona V. Nah, area Nona V ini memiliki derajat keasaman atau pH yang mudah sekali berubah. Normalnya pada sekitar angka 3,8 – 4,2. Jika berubah, Nona V akan rentan mengalami infeksi dan menimbulkan rasa gatal, bau, keputihan, dan bahkan rasa terbakar perih dan kemerahan. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan Nona V adalah dengan menggunakan pembersih. Pembersih yang dianjurkan tentu saja yang aman, yaitu yang mengandung ekstrak susu alami dengan pH sesuai. Bersepeda tentu saja tidak mengganggu kesehatan Nona V asal bagian itu dirawat dengan baik.

dr. Mega pun menjelaskan dengan menarik bahwa bersepeda janganlah dijadikan alasan kulit menjadi rusak atau hitam. Alangkah baiknya jika sebelum memulai aktivitas bersepeda, kulit dilindungi oleh krim yang sesuai. Begitu pula setelah bersepeda, kulit tetap harus dirawat dengan menggunakan kosmetik yang sesuai sehingga meski memiliki aktivitas bersepeda kulit tepat terjaga dan terawat dengan baik. Sedangkan pada sesi terakhir, Kang Asep menekankan betapa keselamatan saat bersepeda itu jauh lebih penting. Peralatan seperti helm dan sepatu amat penting untuk digunakan, bukan sebagai gaya-gayaan. Kuasai juga sepeda yang dipakai dan jangan lupa memperhatikan dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas selama bersepeda.

Saat wawancara eksklusif dengan Teh Tina di bawah tangga dan tak jauh di atas kolam renang, NGN yang kini memiliki anggota 50 orang aktif sering berkumpul di depan Rabobank, Jl. Aceh, tiap hari Minggu pada jam diberlakukannya Car Free Day (CFD). Rabobank tak jauh dari CFD Merdeka. NGN pun memiliki program acara yang unik, yaitu ngagamelan atau ngagowes ka padamelan bagi anggota NGN (NGNers) yang suka bersepeda ke tempat kerjanya.

Teh Tina yang gemar berolahraga sejak kecil seperti lari, berenang, dan rollerblade, pada akhirnya kini memilih bersepeda sebagai aktivitas mengeluarkan keringat. Asal mulanya bergabung dengan NGN pun adalah Januari 2011 saat dirinya mulai sering mengikuti acara bersepeda seperti funbike dan mencari informasinya melalui jejaring sosial media. Dirinya mengakui bahwa bergabung dengan komunitas ternyata lebih mengasyikkan karena para anggotanya bisa saling sharing sekaligus menambah saudara. Bersepeda menurut Teh Tina sangat bermanfaat. Penyakit sesak yang dideritanya sudah jarang kambuh lagi semenjak bersepeda. Baginya, daripada jalan kaki lebih baik bersepeda karena aktivitasnya lebih kompleks (tidak harus terus menggowes tetapi masih bisa berhenti) dan dari segi jarak juga lebih menguntungkan.

Tina Setiana Dahlan

Teh Tina (Foto: Tina Setiana Dahlan dan dokumentasi pribadi)

Pesan karyawan PT Trimas SGI ini bagi para perempuan di manapun berada adalah jangan takut bersepeda. Bergabunglah dengan komunitas sehingga mengetahui bagaimana cara bersepeda yang baik dan aman. “Ayo bersepeda!” katanya berteriak lantang.[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s