Wisata Air ke FML

FML-1

Saat itu sudah menunjukkan hampir pukul 09.00 tetapi keluarga sosok itu masih saja di RS Muhammadiyah, mengurus bapak yang memang lagi dirawat. Padahal semua blogger sudah sepakat kalau jam pertemuan adalah pukul 09.00 di Floating Market Lembang (FML). Cukupkah waktu 1 jam untuk menempuh perjalanan dari Jl. Banteng ke sana? Sosok itu tidak terlalu memikirkannya, yang terpenting setelah semuanya beres mereka pun segera meluncur ke sana.

Yup, hari Minggu itu (10/02) Mas Buyung alias Dann Julian yang menjadi perwakilan dari The Big Price Cut (TBPC) Group mengundang blogger Bandung yang mayoritas adalah warga Warung Blogger untuk mencicipi wisata air di FML. Entah pada pukul berapa, akhirnya keluarga sosok itu sampai juga di FML dan kawan-kawan blogger sudah asyik menunggu sambil memakan makanan  kecil di tempat makan yang didesain mirip dermaga karena perahu-perahu penjualnya bersandar di salah satu sisi.

Setelah mengobrol ala kadarnya, akhirnya rombongan blogger diajak berkeliling oleh Mas Buyung. Jalan setapak di sebelah barat yang mirip negeri Teletubbies membuat pemantauan lokasi menjadi mengasyikkan. Pada setiap spot yang dianggap tepat, beberapa blogger langsung mengambil momen dari mata kamera demi kenarsisan belaka. Mau gimana lagi? Soalnya beberapa blogger yang diundang adalah para model yang biasa bergaya di depan kamera. Tahu sendiri kan siapa saja mereka. Ya, apalagi Floating Market Lembang memang digunakan untuk pemotretan pada hari Senin sampai Kamis.

FML-2

Tempat pertama yang dituju adalah Kampung Leuit, yaitu sebuah kawasan yang disulap seperti pedesaan kecil dengan beberapa saung untuk berkumpul atau bersantap sambil menikmati beberapa petak pesawahan plus orang-orangan dan sungai buatan yang menyegarkan mata. Tempat kedua adalah Taman Kelinci. Bagi yang suka kelinci, di sinilah tempat yang tepat untuk bermain petak umpet atau berkejaran dengan binatang lucu ini. Dengan hanya Rp15.000 Anda dapat berpuas-puas di lokasi ini. Oya, semua transaksi di sini menggunakan koin khusus mulai dari nilai Rp5 ribu sampai Rp100 ribu. Tempat penukaran koin ada di beberapa tempat strategis sehingga memudahkan pengunjung untuk menukarkan uangnya.

FML sendiri adalah adopsi dari fenomena Pasar Terapung yang ada di Banjarmasin dengan memanfaatkan Situ Umar, sebuah danau alami. Di Lembang, hanya ada 3 (tiga) situ alami yang masih tersisa, yaitu selain Situ Umar masih ada Situ Karang Putri dan Situ Lembang. Situ Karang Putri digunakan oleh masyarakat sebagai tempat pemancingan, sedangkan Situ Lembang sudah dikelolah oleh pihak militer sehingga lebih terjaga dari tangan-tangan jahil yang akan merusak keindahannya.

Jualan di Atas Perahu

FML-3

Di atas sudah diceritakan tentang keterlambatan sosok itu, jalan setapak yang dikelilingi taman Teletubbies, Kampung Leuit, dan Taman Kelinci. Akan tetapi, apakah hanya itu saja fasiltas yang ada di Floating Market Lembang? Tentu saja tidak, masih ada hal lain yang bisa ditelusuri.

FML-4Bagi yang suka hewan, selain kelinci yang imut juga terdapat kolam angsa. Ada puluhan angsa yang berenang di kolam tersebut, beserta sebuah daratan kecil dimana rumah mereka berada. Pengunjung dapat berfoto dan bahkan memberi makan mereka dengan pangan yang sudah disiapkan serta dijual bebas dengan harga Rp5 ribu. Selain itu ada juga beberapa toko berbentuk rumah kayu yang berada di sisi kiri dan jalan setelah pintu masuk. Toko ini mayoritas menjual beberapa produk Factory Outlet (FO) yang memang milik Perry Tristianto. Oya, bagi yang belum mengetahui, FML memang kepunyaan Perry, sang Raja FO.

Rumah-rumah kayu tersebut berbentuk unik dan wajar saja kalau banyak pengunjung yang menjadikannya sebagai tempat untuk berfoto. Belum hiasan yang diletakkan dengan serasi. Ada juga tempat sampah yang merupakan sponsor rekanan FML dengan bentuk unik dan alami. Yaitu dari bahan kayu dan dibuat berdasarkan ciri khas sponsornya, plus pesan-pesan lingkungan hidup. Di kolam yang bisa dinikmati dengan perahu sewaan, juga terdapat penjualan kapal mainan be-remote. Harganya memang berkesan ‘mahal’ tetapi sesuai dengan kualitasnya. Hanya saja sosok itu jadi berpikir kalau jadi membeli kapal mainan tersebut, yaitu kalau sudah di rumah lalu akan dimainkan di mana? Hehehe….

FML-5FML-6

Di beberapa bagian sisi kolam, juga banyak terdapat semacam tanjung buatan dimana para pengunjung bisa mendapatkan spot untuk berfoto. Beberapa hiasan seperti tanaman bungan semakin memperindah hasil foto dengan latar situ yang memang indah. Begitu pula dengan taman yang dilengkapi bebatuan besar untuk tempat duduk atau bersandar. Benar-benar dunia fotografi dimanjakan di tempat ini. Perahu sewaan yang dapat digunakan untuk menjelajahi Situ Umar bervariasi, dari bentuk maupun harganya. Ada yang dikayuh dengan tangan, digowes dengan kaki, dan didayung. Harga sewanya mulai dari Rp30 ribu sampai Rp70 ribu. Tinggal pilih mana yang disukai.

Di sana juga terdapat kolam yang airnya tenang. Tidak terpisah karena hanya dibatasi semacam pulau kecil penuh tanaman dan batu-batu. Itulah Rock Pool dengan pemandangan indahnya. Ada kursi-kursi maupun bebatuan yang bisa diduduki untuk merenung, layaknya properti meditasi yang tidak ada duanya. Sementara di arah yang berlawanan dengan kolam, terdapat resto dan FO yang dipadupadankan dengan jejeran pohon kelapa serta pohon-pohon tua berkarya seni luar biasa. Begitu indahnya. Pokoknya, para pengunjung benar-benar dimanjakan untuk dapat merekam aktivitas mereka dalam bentuk vodeografi atau fotografi. Jadi, wajar saja kalau tempat ini dibuka untuk umum hanya pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Hari Senin sampai Kamis khusus disewa oleh mereka yang ingin pemotretan seperti pre-wedding atau kepentingan komersial.

FML-7

Satu lagi yang tidak boleh dilewatkan adalah tulisan awal saat kita melewati gerbang masuk untuk menukarkan karcis yang sudah dibeli dengan minuman hangat, yaitu larangan membawa makanan dan minuman dari luar. Ya, memang seperti peraturan yang ada di bioskop. Hal ini bukan tanpa alasan. Jelas saja, karena FML adalah tempat wisata kuliner. Di sini para pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai jenis kuliner yang dijual di atas perahu. Perahu-perahu tersebut ditambat pada dermaga kuliner. Semua tersedia dari jajanan tradisional semacam tutut atau batagor hingga beberapa makanan modern seperti sosis bakar. Sekali lagi perlu diingatkan, semua transaksi harus menggunakan koin khusus.
Berminat?[]

Advertisements

One thought on “Wisata Air ke FML

  1. Asyiknya bang, skr pgn liat floating maret ga harus jauh2 smp Banjarmasin, cukup di lembang aja. Tmp nya jg cantik, kebayang anakku pati heboh deh kl diajak ke sana 🙂

    >> Insya Allah sama-sama cantik. Yuk ke Bandung ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s